Destinasi

Menikmati indahnya Goa Gong, si cantik dari Pacitan

goa-gong-pacitan

Plesiran ke Pacitan jangan lupa mengunjungi ke Goa Gong, objek wisata goa yang diklaim sebagai yang tercantik di Asia Tenggara. Keindahan stalaktit dan stalagmit di dalamnya dijamin mengundang decak kagummu, travelers.

goa-gong-pacitan

foto : www.bpras.com

Label sebagai goa tercantik se-Asean yang disematkan kepada Goa Gong Pacitan tampaknya tak berlebihan. Goa ini benar-benar menyimpan keindahan spektakuler dan unik.

Tak hanya itu, pengunjung juga akan merasakan suasana sejuk di sekitar goa. Pasalnya, Goa Gong Pacitan berada di sekeliling pegunungan antara lain Gunung Gede, Gunung Grugah, Gunung Manyar dan Gunung Karang Pulut.

Lokasi Goa Gong

Goa Gong berlokasi di Desa Bomo, Kecamatan Purung Donarejo, 37 km dari Kota Pacitan. Karena sudah populer, objek wisata goa ini mudah dijangkau baik menggunakan kendaraan roda empat atau roda dua.

Meski alurnya berliku, namun akses menuju Goa Goang Pacitan tidak menyulitkan karena jalanan yang sudah beraspal. Perjalanan pun disemarakkan dengan adanya tebing serta jurang dan pegunungan yang memanjakan mata.

Kalau kamu berangkat dari Yogyakarta atau Solo untuk ke Goa Gong Pacitan, kamu bisa menempuh rute menuju Ponorogo lalu memasuki wilayah Madiun sebelum tiba di Pacitan. Butuh waktu kurang lebih lima jam dari Yogyakarta ke Pacitan. Sebelum tiba di Goa Gong Pacitan, perjalanan selama sekitar 30 menit dari pusat Kota Pacitan harus dilalui.

 

Menelusuri Goa Gong Pacitan

Hanya dengan membayar tiket Rp 6.000,- saja, kamu sudah bisa masuk untuk menikmati keindahan Goa Gong Pacitan. Sebuah pagar kristal yang cantik menyambut pengunjung di mulut goa.

Kamu akan melalui jalur sepanjang 300 meter saat menjelajahi Goa Gong Pacitan, dengan tujuh ruangan serta empat sungai mata air di dalamnya. Keindahan stalaktit dan stalagmit yang tumbuh sejak ratusan tahun silam menjadi andalan Goa Gong Pacitan untuk menarik wisatawan.

Setelah dibuat kagum dengan pagar kristal di bagian mulut goa, travelers harus melanjutkan penjelajahan Goa Gong Pacitan dengan menyusuri tangga. Sejumlah pemandangan spektakuler menghiasi sepanjang perjalanan kamu di dalam Goa Gong.

Meski wisata goa pada umumnya identik dengan kegelapan, lain hal dengan Goa Gong Pacitan. Di sini, bagian-bagian goa dilengkapi lampu yang turut menjadi nilai plus dalam keindahan Goa Gong. Setelah puas mengeksplorasi keindahan Goa Gong Pacitan, saatnya keluar di pintu yang sama ketika pengunjung masuk. Maklum, hanya ada satu akses pintu keluar masuk Goa Gong.

Di luar Goa Gong Pacitan, kamu bisa memanfaatkan warung-warung untuk mengisi kembali tenaga atau sekadar membeli oleh-oleh buat keluarga di rumah.

Sejarah Goa Gong

Mungkin banyak diantara kamu yang bingung dengan penamaan Goa Gong Pacitan. Tapi rasa penasaran itu bakal terjawab ketika menyusuri goa yang indah ini.

Penamaan Goa Gong Pacitan karena adanya suara gema seperti gong dari dalam goa. Suara tersebut sebenarnya dihasilkan dari pantulan tetesan air yang membasahi stalagmit, bunyinya terdengar harmonis dan menyejukkan. Namun, menurut cerita masyarakat setempat sering juga terdengar suara gamelan sehingga Goa Gong dianggap angker.

Menurut kisah yang dipercaya secara turun temurun, Goa Gong Pacitan ditemukan oleh sesepuh Desa Bomo, Mbah Noyo Soemito dan Mbah Joyo Rojo pada 1924 saat Pacitan dihantui masalah kekeringan. Dua sesepuh desa tersebut kemudian bertapa di Goa Gong Pacitan dan menemukan empat mata air.

Nama Goa Gong Pacitan sempat lenyap dan tidak lagi disinggahi orang sepeninggal Mbah Noyo. Barulah pada 1995 masyarakat setempat mencari kembali keberadaan Goa Gong.

(Visited 301 times, 1 visits today)

Comments

To Top