Event & Festival

Menikmati Cantiknya Seni dan Budaya Bali

kecak

Mungkin banyak di antara kita yang lupa bahwa selain terkenal dengan keindahan alamnya, Pulau Bali juga memiliki budaya yang kaya dan indah. Seniman dari berbagai penjuru dunia menemukan inspirasi bagi mahakarya mereka di pulau ini. Mereka mendatangi wilayah paling berbudaya di Bali, Ubud, untuk mengembangkan dan memperdalam bakat seninya. Tidak heran jika Ubud menjadi pusat seni dan budaya di Pulau Dewata ini.

Tapi bukan hanya Ubud saja yang bisa memperkaya khasanah budaya kamu. Berikut adalah beberapa tempat yang tepat untuk menikmati seni budaya Bali, seperti yang direkomendasikan Pegipegi:

Kolaborasi Dua Budaya di Museum Antonio Blanco

museum blanco1

Museum Antonio Blanco terletak di Campuhan, Ubud, menjadi rumah bagi mahakarya Don Antonio, di mana kamu bisa mengamati lukisan yang pernah dibuatnya. Museum ini dulunya adalah rumah pribadi sang seniman sendiri. Don Antonio yang berkebangsaan Spanyol menikah dengan seorang penari Bali, Ni Rondji, sehingga kamu akan melihat perpaduan cantik antara kedua budaya. Eksterior bangunan dan pura khas Bali, berpadu dengan rumah bergaya hacienda ala Spanyol membuat Museum Blanco unik dan menarik untuk dikunjungi.

Kecantikan taman dan kenyamanan khas rumah seniman pasti membuat kamu betah. Terlebih lagi, tidak jauh setelah pintu bulat kedua, kamu akan disambut oleh berbagai jenis burung berwarna warni, seperti nuri raja, kakatua putih, kakatua raja, rangkong, nuri hijau, dan masih banyak lagi. Serunya, burung-burung itu jinak lho! Letakkan saja jemarimu di bagian belakang kaki mereka, dan dengan senang hati si burung akan melompat ke tangamu. Jangan lupa ambil foto dengan burung untuk kenang-kenangan.

Tidak jauh dari tempat burung-burung bertengger, kamu akan menemukan gerbang berbentuk spektakuler yang ‘dijaga’ oleh sepasang patung naga. Gerbang inilah yang menjadi signature sang seniman, Don Antonio Blanco. Gerbang ini akan membawa kamu menuju inti museum, dimana karya-karya Don Antonio dipamerkan. Lukisan-lukisan dan torehan kata-kata sang seniman terbingkai berjajar, menunggu untuk dinikmati pengunjung. Mayoritas lukisannya bertema wanita Bali dan penari Bali.

Tari Kecak Api di Uluwatu

kecak

Jika kamu ke Bali tanpa menyaksikan pertunjukan Tari Kecak Api, liburanmu akan terasa belum lengkap. Tarian yang unik, indah dan berdaya magis ini akan membawamu masuk lebih jauh ke dalam budaya Bali yang mempesona. Salah satu tempat yang paling strategis untuk menyaksikan Tari Kecak Api adalah di Pura Luhur Uluwatu yang terletak di puncak tebing, di mana kamu bisa menyaksikan pemandangan lautan biru nan-megah di bawah sana.

Pertunjukan Tari Kecak di Uluwatu berlangsung di panggung yang terletak di puncak bebatuan, sehingga ketika menonton pertunjukan kamu bisa menikmati pemandangan matahari tenggelam yang spektakuler yang melatar-belakangi pura, dengan samudera Hindia yang luas terbentang di bawahnya. Ya, pertunjukan ini memang hanya dimulai setelah matahari tenggelam.

Tari Kecak sendiri merupakan pertunjukan seni khas Bali yang tercipta sejak tahun 1930-an, dimana puluhan laki-laki duduk melingkar sambil mengangkat tangan, meneriakkan kata “cak… cak… cak…”. Para penari ini mengenakan kain suci khas Bali yang disebut kain poleng. Tarian ini memperagakan salah satu adegan dalam kisah Ramayana, di mana barisan kera membantu Rama melawan Rahwana. Tarian ini diadaptasi dari ritual tarian sanghyang yang menurut tradisi harus ditarikan dalam keadaan tidak sadar, untuk melakukan komunikasi dengan para dewa dan roh leluhur.

Keistimewaan Tari Kecak adalah tarian ini tidak menggunakan alat musik, melainkan mengandalkan suara-suara yang diserukan para penari. Pertunjukan api yang disajikan terakhir akan mengundang decak kagum para penonton.

Seni Ukir Kayu di Desa Mas, Gianyar

desa_mas

Desa Mas berjarak sekitar 20 km dari Denpasar, dan tidak jauh dari Ubud. Seni ukir di Desa Mas berkembang dengan penggunaan material utama kayu. Desa ini terkenal dengan produk seni ukir kayu yang bermutu tinggi. Kamu bisa melihat ornamen-ornamen bangunan dengan seni ukir tradisional yang kental, menghiasi rumah tempat tinggal, merajan ataupun pura.

Hasil karya para maestro yang bisa kamu lihat di desa ini memiliki ciri khas naturalisme dengan ciri humanisme. Darah seni memang masih mengalir dalam urat nadi warga, yang diwarisi dari Pangeran Mas yang dahulu memerintah di masa kejayaannya.

Seniman ukir yang berasal dari Desa Mas diantaranya Ida bagus Nyana, Ida bagus Tilem dan I Nyoman Togog. Hasil karya mereka dan seniman lain bisa kamu jumpai di berbagai art shop yang berbaris di sepanjang jalan, dan kamu juga bisa menyaksikan proses pembuatannya yang unik.

Kemilau Emas dan Perak di Desa Celuk

kerajinan perak2

Desa Celuk terletak di Kecamatan Sukawati, sekitar 10 km dari Denpasar. Pengrajin disini masih berhubungan dengan pengrajin dari desa Batubulan dan Desa Mas. Hasil kerajinan emas dan peraknya terkenal bermutu tinggi dan tentu saja cantik. Kamu bisa menjumpai beragam kerajinan dalam bentuk perhiasan dan pajangan langsung di workshop tempat para pengrajin bekerja. Serunya, kamu juga bisa menyaksikan langsung proses pembuatannya lho!

Workshop para pengrajin umumnya berupa sebuah rumah bergaya bali, dengan bangunan khas dan pepohonan yang teduh, dengan kenyamanan khas rumah seniman. Kamu bisa melihat dan membeli berbagai perhiasan yang terpajang di etalase, termasuk perak bakar yang menjadi ciri khas kerajinan Bali. Perhiasan tampil sangat menawan dalam gaya etnik bali dengan ukiran yang halus dalam detail yang tinggi. Jika kamu ingin warna perhiasan perakmu lebih pekat, bisa meminta pengrajin untuk membakarnya lagi, langsung setelah kamu membelinya. Perhiasan dan pajangan dijual mulai dari harga yang pas di kantong hingga harga tinggi.

Tuh, masih banyak kan hal-hal yang bisa dieksplorasi di Bali? Musim liburan nanti boleh juga nih ajak keluarga atau teman-teman tercinta liburan ke Bali 🙂

(Visited 450 times, 2 visits today)

Comments

Click to comment

Comments

To Top