Destinasi

Mengungkap jejak masa prasejarah di Pura Besakih Bali

Pura Besakih

Pura Besakih adalah destinasi wajib bagi siapapun yang mengunjungi Pulau Dewata. Pura terbesar di Bali dan di Indonesia ini memang terkenal berkat keindahan arsitekturnya dan panorama alam yang elok di mana para wisatawan bisa memandangi alam sekitar yang hijau dan Gunung Agung nun jauh di sana.

Pura Besakih

foto: wikipedia

Tapi tahukah kamu bahwa kawasan Pura Besakih telah lama digunakan sebagai tempat untuk melakukan pemujaan terhadap Sang Pencipta jauh sebelum kedatangan agama Hindu di Bali?

Sejarah Pura Besakih Bali

Gerbang pura besakih Bali

foto: balikami.com

Menurut Babad Bali sejarah berdirinya Pura Besakih bermula ketika Rsi Markandeya, seorang pemuka agama Hindu keturunan India mengembara ke Pulau Bali mengikuti suara gaib yang didapatnya ketika bermeditasi di Dataran Tinggi Dieng. Suara itu menyuruhnya untuk membuka hutan di Pulau Dawa (Pulau Bali) untuk dibagikan pada para pengikutnya.

Pengembaraan Rsi Markandeya tidak berjalan mulus karena para pengikutnya yang meninggal akibat diterkam binatang buas atau terserang penyakit. Setelah melakukan upacara Dewa Yadnya akhirnya rombongan Rsi Markandeya sampai di lereng Gunung Agung dan di sanalah mereka menemukan berbagai peninggalan masa prasejarah seperti menhir dan peninggalan lainya di puncak sebuah bukit.

Sebuah prasasti mengatakan Pura Besakih dibangun pada tahun 1284 oleh Rsi Markandeya dan para pengikutnya. Tapi ada juga sebagian dari para ahli sejarah yang yakin kalo cikal bakal Pura Besakih sudah dibangun sejak tahun 163 Masehi, jauh sebelum Candi Borobudur dan Candi Prambanan didirikan oleh Kerajaan Mataram Hindu. Yang jelas sih sejak abad ke-15 Pura Besakih ditetapkan menjadi pura kerajaan di masa berkuasanya Dinasti Gelgel.

Panorama menakjubkan di Pura Besakih Bali

Pura Besakih Bali

foto: www.dwbalitour.com

Pura Besakih Bali tidak hanya terdiri dari satu pura aja, travelers, melainkan 46 pura besar dan kecil yang terbagi menjadi 3 bagian, yaitu Pura Panyungsungan Jagat (20 pura), Pura Kawitan (17 pura) dan Pura Dadya (9 pura). Dari 46 pura itu, Pura Penataran Agung yang termasuk dalam kategori Pura Panyungsungan Jagat adalah pura utama dan letaknya ada di bagian tertinggi dalam kompleks Pura Besakih.

Pura Penataran Agung termasuk unik karena mengandung unsur punden berundak yang merupakan gaya arsitektur buatan nenek moyang bangsa Indonesia dan belum ditemukan di tempat lain di luar Indonesia. Menurut para ahli, konsep punden berundak digunakan para nenek moyang sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta yang dipercaya bersemayam di gunung-gunung.

Kamu pun wajib memberikan hormat pada nenek moyang karena konsep tata ruang mereka begitu detil dan sempurna padahal di masa itu belum ada sekolahan. Berdiri di Pura Penataran Agung kamu bukan hanya akan melihat indahnya Gunung Agung diterpa cahaya matahari pagi atau senja hari. Begitu membalikkan tubuh kamu juga bisa memandangi keelokan alam sekitar yang masih asri dan kaya pepohonan. Ke-46 pura dalam kompleks Pura Besakih tampak tertata rapi, kaya dengan aneka ornamen dan patung-patung dewa yang telah ada sejak ratusan tahun silam turut menambah kental suasana religius yang bisa kamu rasakan begitu menginjakkan kaki di pintu gerbang Pura Besakih.

Agar tidak mengganggu kesakralan pura, pengunjung tidak diperbolehkan masuk ke dalam Pura Besakih. Kamu juga wajib mengenakan kain panjang dan selendang sebelum masuk ke areal Pura Besakih. Dan travelers cewek sebaiknya jangan pakai tank top, t-shirt ketat atau baju atasan mini lainnya demi menghormati adat masyarakat setempat.

Cara mengunjungi Pura Besakih Bali

Kamu bisa mendatangi Pura Besakih Bali dengan naik mobil sewaan dari Kuta dan berkendara ke arah utara sampai menemukan papan penunjuk jalan menuju Pura Besakih. Perjalanan-Kuta-Pura Besakih memakan waktu sekitar 2 jam. Pilihan lainnya adalah sewa sepeda motor atau bisa juga carter taksi, travelers. Tapi tentu saja biayanya lebih mahal.

Kalo mau naik kendaraan umum juga bisa kok, travelers. Dari Terminal Ubung kamu cari aja angkutan umum jurusan Klungkung. Dari sini kamu ganti naik bemo yang akan membawamu ke Pura Besakih. Gampang ‘kan?

Buat kamu yang ngga tau apa itu bemo, ini adalah nama yang diberikan buat segala jenis angkutan umum yang beroperasi di Bali. Jadi bemo di Bali nggak selalu beroda tiga dan bersuara bising seperti yang kamu liat di Jakarta atau pilem India. Kadang angkutan umum mobil elf pun juga disebut bemo di sana. So, jangan bingung yah.

Mau tahu jadwal keberangkatan dan tiket pesawat ke Bali dari kotamu dan hotel mana aja di sekitar Pura Besakih yang masih bisa dibooking? Hubungi Pegipegi aja ya, travelers.

 

(Visited 5,896 times, 1 visits today)

Comments

To Top