Berita

Rahasia di balik Museum Nasional/Museum Gajah, Jakarta

museum-nasional-jakarta

Di sisi barat Medan Merdeka, berdiri Museum Nasional, museum yang diklaim terbaik di Indonesia dan layak kamu kunjungi. Ribuan koleksi terpajang di sini, menjadi saksi bisu perjalanan kehidupan manusia mulai dari zaman prasejarah.

Jakarta tidak hanya populer dengan Monas-nya, di ibu kota traveler juga bisa belajar banyak di Museum Nasional. Sebagai salah satu kota yang pernah diduduki Belanda lumayan lama, Jakarta memiliki sederet gedung peninggalan, salah satunya Museum Nasional ini. Museum yang memiliki koleksi 141.899 benda ini merupakan pusat informasi edukatif dan berperan melestarikan benda warisan budaya Indonesia.

museum-nasional-jakarta

foto : keliaran.com

Cikal bakal berdirinya Museum Nasional tak lepas dari pembentukan Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen pada 1778. Arsitektur bergaya Eropa sangat kental pada bangunan museum ini.

Meski berada di lokasi yang strategis, mungkin tak banyak yang tahu soal Museum Nasional. Maklum, museum ini justru lebih dikenal sebagai Museum Gajah lantaran keberadaan patung gajah berbahan perunggu dengan ukuran besar di halaman depan. Patung gajah ini dihadirkan Raja Thailand Chulalongkorn pada 1871 silam. Barulah pada 28 Mei 1979 nama Museum Nasional diresmikan. Selain patung gajah, di halaman Museum Nasional juga terdapat sejumlah meriam kuno. Meski usia meriam sudah tua, pihak pengelola menatanya dengan begitu apik sehingga tetap sedap dipandang mata.

Salah satu koleksi yang paling diminati pengunjung Museum Nasional adalah Arca Bhairawa. Patung dengan ketinggian empat meter lebih tampak mencolok diantara arca-arca kecil lainnya. Patung ini diperkirakan berasal dari abad ke-13 dan ditemukan di Padang Roco, Sumatera Barat.

Patung Bhairawa ini hanya satu dari sederet koleksi lainnya yang sayang kalau dilewatkan. Di Museum Nasional – yang merupakan terbesar di Asia Tenggara – pelancong bisa melihat berbagai benda peninggalan lainnya dari era yang berbeda, mulai dari kehidupan prasejarah. Kamu bahkan bisa mengetahui peradaban bangsa lain di museum ini.

Selain aneka arca serta keramik dari berbagai zaman, museum yang diresmikan pada 1868 juga menyimpan berbagai miniatur rumah adat Indonesia, dari Sabang hingga Merauke yang dipamerkan di sebuah ruangan khusus. Tak hanya itu, di Museum Nasional juga tersedia ruang gamelan yang berisi berbagai perangkat alat musim tradisional. Ada pula koleksi lukisan di museum ini. Karya-karya pelukis Paris seperti Kandensky, Zou Wuki, hingga Polk Lee yang dipamerkan pada 1991 termasuk yang meramaikan koleksi di Museum Nasional.

Di sisi selatan gedung, terdapat koleksi yang tak kalah menarik, yaitu galeri tekstil. Kamu bisa melihat berbagai jenis tekstil khas Tanah Air yang dipajang secara rapi di dalam lemari kaca.

 

Lokasi dan jam buka Museum Nasional

Museum Nasional berada di Jalan Merdeka Barat No. 12, Jakarta Pusat. Lokasinya tidak terlalu jauh dari ikon Ibu Kota, Monumen Nasional, sehingga tidak sulit bagi pengunjung untuk menemukan gedung ini, bahkan bagi yang menggunakan kendaraan umum.

Untuk mencapai Museum Nasional, kamu bisa menggunakan bus Trans Jakarta Koridor 1 yang melayani rute Blok M – Kota. Kamu hanya perlu turun di halte Monumen Nasional, kemudian menyeberang ke sisi seberang Monas.

Museum Nasional buka hampir setiap hari dan hanya tutup di hari Senin serta libur nasional. Harga tiket masuknya pun lumayan murah, hanya Rp 5.000 untuk orang dewasa atau Rp 2.000 untuk anak-anak sudah bisa menikmati berbagai koleksi yang menjadi saksi kehidupan sejak zaman prasejarah.

 

(Visited 1,115 times, 1 visits today)

Comments

To Top