Event & Festival

Mengintip Keseruan Perang Pandan di Festival Tenganan

Nggak cuma pesona alamnya yang memukau, Indonesia juga punya ragam budaya dan adat istiadat yang unik di setiap daerah. Nah, seperti daerah-daerah lainnya, di Bali, khususnya Desa Tenganan juga punya sebuah acara dengan ritual adat yang tak kalah seru, yakni Festival Tenganan.

Di festival yang digelar setiap tahun ini, kamu bisa menyaksikan Perang Pandan yang dilakukan oleh para pemuda di desa tersebut. Perang ini bertujuan untuk melatih mental dan fisik masyarakat Desa Tenganan, khususnya bagi para pria.

Untuk Menghormati Dewa Indra

Perang Pandan atau yang biasa disebut juga dengan istilah mekare-kare merupakan salah satu tradisi yang dilakukan oleh masyarakat Desa Tenganan dalam rangka untuk memberikan penghormatan kepada Dewa Perang, yakni Dewa Indra. Warga di desa ini memang menganut kepercayaan yang berbeda dengan warga Bali lainnya, yakni agama Hindu Indra yang menganggap Dewa Indra adalah dewa tertinggi atau dewa dari segala dewa.

Menurut sejarah, Dewa Indra menyelamatkan masyarakat Desa Tenganan yang dahulu dipimpin oleh seorang raja yang kejam, bernama Maya Denawa. Pada masa itu, sang raja menganggap dirinya sebagai Tuhan dan melarang orang Bali untuk melakukan ritual keagamaan yang kemudian membuat para dewa murka dan mengutus Dewa Indra untuk melawan Maya Denawa. Peperangan pun berhasil dimenangkan oleh Dewa Indra.

Menggunakan Pandan Berduri

Tidak sembarangan, peserta perang akan menggunakan pandan berduri yang diikat dan tameng yang terbuat dari anyaman rotan untuk melindungi diri dari serangan musuh.Seluruh warga yang datang menggunakan pakaian adat Tenganan, yakni kain tenun Pegringsingan. Sementara peserta perang hanya menggunakan sarung (kamen), selendang (saput), dan ikat kepala (udeng).

Saat perang dimulai, peserta akan maju satu per satu, kemudian bergantian memukul lawan. Meskipun darah mengucur dari punggung dan bagian tubuh lainnya, namun mereka tampak senang karena bisa melestarikan ritual kebudayaan ini. Usai melakukan Perang Pandan, para sesepuh akan menyiramkan cairan kunyit dan air cuka pada bagian luka peserta agar mereka cepat sembuh.

Festival Tenganan 2018

Rutin diadakan setiap bulan kelima atau sasih kalima dalam penanggalan Desa Tenganan, Festival Tenganan di tahun ini akan digelar pada tanggal 7 sampai 8 Juni 2018 di depan Bale Patemu (balai pertemuan yang ada di halaman desa) mulai pukul 14.00. Seperti tahun-tahun sebelumnya, perang ini juga akan diiringi oleh musik gamelan seloding, yakni alat musik daerah Tenganan yang hanya boleh dimainkan oleh orang yang disucikan.

Penasaran seperti apa keseruan Perang Pandan dalam Festival Tenganan 2018? Yuk, berlibur ke Pulau Dewata sambil ramaikan acaranya! Oh ya, jangan lupa pesan tiket pesawat dan hotel murah di Bali lewat Pegipegi ya. Selamat liburan!

pesan tiket pesawat murah ke bali cari hotel murah di bali

Foto: Shutterstock

Agar transaksi lebih mudah dan murah, yuk, instal aplikasi Pegipegi lewat Google Play atau App Store!

google-play

apps-store

Comments

To Top