Event & Festival

Mengenal Tarian Daerah Indonesia

Keindahan alam Indonesia tentunya sudah tidak asing lagi buat travelers. Tapi, jangan cuma tahu pesona alam negeri tercinta ini dong. Jangan lupa, Indonesia adalah bangsa yang terdiri dari beribu-ribu suku bangsa dan memiliki kebudayaan beragam. Bukan hanya memiliki ragam bahasa daerah, tapi Indonesia juga punya banyak sekali kesenian menarik dan indah. Termasuk tarian daerah.

Nah, masih dalam suasana perayaan Kemerdekaan Indonesia yang ke-69, gak ada salahnya kita lebih mengenal tari-tarian daerah negeri tercinta ini, travelers. Dijamin kamu pasti akan semakin cinta dengan Indonesia 🙂
Tari Saman – Daerah Istimewa Aceh

saman
Daerah Istimewa Aceh, yang dikenal dengan julukan Serambi Mekkah, sebenarnya punya lebih dari satu tarian daerah, travelers: tari Saman dan Seudati. Hanya saja, popularitas tari Saman jauh lebih terdengar di kalangan masyarakat Indonesia maupun internasional.

Tari Saman merupakan tarian dari suku Gayo yang ditarikan dengan posisi duduk berjejer. Tarian ini biasanya ditampilkan tanpa menggunakan iringan alat musik, melainkan memanfaatkan suara para penari serta tepukan tangan mereka. Syair yang mengiringi tarian ini berisi pesan-pesan dakwah Islam dan memiliki irama dinamis. Dalam pertunjukannya, tari Saman dipandu seorang pemimpin yang biasa disebut Syech.

Biasanya, tari Saman ditampilkan untuk merayakan peristiwa-peristiwa penting dalam adat, termasuk memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Namun, di era modern ini biasanya tari Saman dipertunjukkan pada acara-acara resmi yang bersifat kenegaraan.

Kamu harus bangga lho, travelers, karena sejak 2011 lalu, tari Saman ditetapkan UNESCO sebagai salah satu Warisan Budaya.

Tari Kecak – Bali
Seperti halnya Aceh, Bali juga memiliki beberapa jenis tari daerah selain Kecak, yaitu Legong dan Pendet. Akan tetapi, tari Kecak tampaknya sudah menjadi simbol Pulau Dewata dan yang paling banyak dikenal wisatawan lokal maupun mancanegara.

Tari Kecak menceritakan kisah Ramayana ketika barisan kera membantu Rama menghadapi Rahwana. Selain menampilkan penari yang memerankan tokoh-tokoh utama, tari Kecak juga ditarikan oleh puluhan penari laki-laki yang duduk melingkar sambil mengangkat lengan dan menyerukan “cak” secara ritmis. Konon, dalam mempertunjukkan tarian ini, para penari Kecak berada dalam kondisi tidak sadar agar bisa lebih berkonsentrasi melakukan komunikasi dengan Tuhan atau roh para leluhur.

Berkat popularitasnya itu, tari Kecak kini menjadi salah satu daya tarik wisata di Bali. Banyak sekali operator wisata yang menawarkan turis untuk menyaksikan tari Kecak, terutama di Pura Luhur Uluwatu jelang matahari terbenam.

Tari Yapong – DKI Jakarta
Sejarah tari Yapong bermula ketika dipertunjukkan untuk memeriahkan acara ulang tahun Jakarta ke-450 pada 1977 lalu. Tarian ini sendiri memiliki nuansa gembira dengan gerakan yang dinamis.

Tari Yapong sendiri berusaha menceritakan budaya masyarakat Betawi di Jakarta. Namun, karena budaya Betawi pun sedikit banyak menyerap budaya Tionghoa, maka kamu gak perlu heran jika melihat unsur-unsur budaya Tionghoa dalam tari Yapong. Contoh paling nyata yang bisa kamu lihat adalah pada kain yang dikenakan para penari di mana terdapat motif naga serta warna merah yang identik dengan budaya Tionghoa.

Tari Piring – Sumatera Barat

tari piring
Berasal dari kota Solok, tari Piring memang menggunakan piring yang dipegang para penarinya. Para penari mengayun-ayunkan piring dengan gerakan indah tanpa terlepas dari genggaman mereka. Namun, di akhir tarian, piring-piring tersebut akan dilemparkan ke lantai dan para penari akan menari di atas pecahan piring.

Awalnya, tarian ini ditampilkan sebagai ritual ungkapan rasa syukur masyarakat Minangkabau kepada para dewa setelah mendapat hasil panen yang melimpah. Biasanya, para penari membawa piring yang sudah diisi makanan sebagai sesaji.

Namun, menyusul perkembangan agama Islam di Sumatera Barat, tari Piring tidak lagi ditampilkan sebagai ritual rasa syukur. Tarian ini ‘sekedar’ menjadi hiburan bagi masyarakat dan biasa ditampilkan pada acara-acara resmi.

Tari Tortor – Sumatera Utara
Tari Tortor merupakan tarian seremonial khas masyarakat Batak di Sumatera Utara yang meliputi daerah Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Toba Samosir dan Samosir. Tarian ini ditampilkan dengan iringan musik gondang dan biasanya ditarikan pada acara hajatan.

Dalam pelaksanaannya, pemilik acara akan mengajukan permintaan kepada penabuh gondang yang akan disambut dengan pukulan gondang dengan ritme tertentu. Biasanya, permintaan yang diajukan adalah permohonan kepada dewa maupun roh leluhur agar keluarga yang mengadakan hajat dilimpahi keselamatan, kesejahteraan, kebahagiaan serta rezeki.

Ada beberapa aturan yang harus dipatuhi para penari Tortor. Diantaranya, para penari Tortor harus memakai kain ulos. Selain itu, tangan penari tidak boleh melewati batas setinggi bahu ke atas, karena akan diartikan bahwa dirinya menantang ilmu tenaga batin, bela diri dan sebagainya.

Tari Serimpi – Jawa Tengah

serimpi
Kalau kamu mencari tarian klasik khas Jawa Tengah, coba deh menyaksikan pertunjukan tari Serimpi. Konon, tari Serimpi bermula dari masa kejayaan Kerajaan Mataram pada tahun 1600-an dan biasa dipentaskan di dalam lingkungan keratin untuk ritual kenegaraan ataupun peringatan kenaikan tahta sultan. Perpecahan Kerajaan Mataram menjadi Kesultanan Yogyakarta dan Kesultanan Surakarta mengakibatkan munculnya beberapa jenis tari Serimpi.

Namun, umumnya tari Serimpi mengisahkan peperangan pahlawan-pahlawan dalam cerita Menak, Mahabarata, Ramayana ataupun peperangan dalam sejarah Jawa. Tema perang dalam tari Serimpi merupakan simbol pertarungan antara kebaikan dan keburukan yang tak pernah usai bagi manusia. Biasanya, tari Serimpi ditampilkan di awal acara karena berfungsi sebagai tari pembuka.

Tari Pinggan – Kalimantan Barat
Sebagai tarian tunggal tradisional masyarakat Dayak, Tari Pinggan biasanya dipentaskan dalam acara-acara tradisional seperti pesta panen padi dan pesta pernikahan.

Terbagi menjadi dua jenis, Tari Pinggan Laki dan Tari Pinggan Indu, tarian ini mengadopsi gerakan-gerakan silat tradisional yang dinamis. Mirip dengan tari Piring Sumatera Barat, para penari tari Pinggan membawa dua buah pinggan atau piring dan sepasang cincin seukuran jari tengah penari.

Tari Perang Papua – Papua Barat

tarian perang
Tari Perang merupakan salah satu tarian daerah yang berasal dari Papua Barat, tepatnya dari Suku Asmat. Tarian ini bisa dibilang tarian kolosal karena terdiri dari 18 penari. Diiringi alat musik tifa dan lainnya, tari Perang melantunkan lagu-lagu yang membangkitkan semangat.

Umumnya, tarian ini ditampilkan pada upacara-upacara adat tertentu. Dulu, tari Perang dilakukan untuk memberi semangat anggota suku yang akan pergi berperang. Tapi, pada perkembangannya, kini tari Perang dipentaskan untuk menyambut tamu undangan yang datang ke Papua.
Nah, makin kagum kan dengan kekayaan budaya Indonesia, travelers? Jangan salah, masih banyak lagi lho tarian daerah yang tak kalah menakjubkan yang tidak bisa Pegipegi bahas satu per satu. Semoga kita bisa terus melestarikan kekayaan budaya ini ya ^^

 

Mau melihat langsung pertunjukan tari di atas di daerahnya masing-masing? Cek tiket pesawat dengan harga terbaik hanya di Pegipegi.

(Visited 4,402 times, 5 visits today)

Comments

Click to comment

Comments

To Top