Destinasi

Mengenal Pura Besakih, Karangasem, Pura Terbesar di Bali

Pura Besakih yang berlokasi di Kabupaten Karangsem sudah terkenal hingga ke mancanegara. Saking besarnya pura ini, banyak yang menyebutnya ibu dari pura-pura di Bali. Sebelum ke sana, yuk, kenalan dulu dengan pura yang akrab dengan nama Pura Agung Besakih ini!

Pusat kegiatan keagamaan ummat Hindu

Ada banyak tempat atau bangunan untuk persembahyangan di Pura Bekasih. Yang terdiri dari 1 pusat pura yang dinamakan Pura Panataran Agung Besakih dan terdapat 18 pura pendamping yang berada di sekeliling dari Pura Penataran Agung Besakih, 1 buah Pura Basukian, dan 17 pura lainnya.

Di sana kamu akan menemui anak tangga yang jumlahnya banyak dan terdapat pintu gerbang yang sangat besar. Gerbang ni menjadi pintu masuk ke areal pusat Pura Penataran Agung Besakih. Orang Bali menyebut Pura Penataran Agung Bekasih dengan nama Pelinggih.

Berada di kaki Gunung Agung

Pura Besakih berlokasi pada ketinggian 1000 meter di atas permukaan laut. Sehingga, kamu bisa menikmati keindahan alam dari ketinggian. Pura Penataran Agung memiliki unsur punden berundak yang merupakan gaya arsitektur buatan nenek moyang bangsa Indonesia dan belum ditemukan luar Indonesia. Menurut para ahli, konsep punden berundak digunakan para nenek moyang sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta yang dipercaya bersemayam di gunung-gunung.

Sejarah Pura Besakih

Yang membangun Pura Besakih adalah seorang tokoh Hindu bernama Rsi Markandeya. Ketika itu, belum ada Selat Bali seperti sekarang, karena Pulau Jawa dan Bali belum terpisahkan oleh lautan, sehingga pulau terlihat panjang dan diberi nama Pulau Dawa yang berarti pulau panjang.

Awalnya, Rsi Markandeya bertapa di Gunung Hyang (Gunung Dieng di Jawa Tengah). Setelah lama bertapa, Rsi Markandey mendapat wahyu untuk merambas hutan di Pulau Dawa dari selatan menuju utara. Di tengah perambasan hutan, Rsi Markandeya menanam kendi yang berisikan logam dan air suci. Logam tersebut antara lain logam emas, logam perak, logam tembaga, logam besi, dan logam perunggu. Kelima logam tersebut disebut Pancadatu.

Selain logam, ditanam juga permata yang disebut Mirahadi yang berarti mirah utama. Tempat penanaman kendi inilah yang disebut dengan nama Basuki yang artinya selamat. Diberikan nama Basuki atau selamat dikarenakan dalam perambasan hutan, para pengikut dari Rsi Markandeya selamat melaksanakan tugasnya. Dengan berjalanyan waktu, nama Basuki berubah menjadi Besakih.

Untuk yang ingin liburan ke Bali dan mampir ke Pura Besakih, ayo pesan tiket pesawat dan hotel murah di Bali lewat Pegipegi! Selamat liburan!

pesan tiket pesawat murah ke bali cari hotel murah di bali

Foto: Shutterstock

Agar transaksi lebih mudah dan murah, yuk, instal aplikasi Pegipegi lewat Google Play atau App Store!

google-play

apps-store

 

(Visited 150 times, 4 visits today)

Comments

To Top