Kuliner

Mengenal Minuman Khas Negara Peserta Piala Dunia 2014

Gelaran Piala Dunia 2014 sudah bergulir nih, travelers. Buat para penggila sepakbola, pastinya kamu sudah paham betul data dan fakta tentang para pemain maupun tim setiap negara. Tapi, bagaimana dengan minuman khasnya?

Ya, kali ini Pegipegi akan membahas minuman khas ke-32 negara peserta Piala Dunia 2014 untuk menambah wawasan kamu. Biar lebih seru, kamu juga bisa lho nonton pertandingan Piala Dunia sambil mencicipi minuman ini – selama kamu bisa menemukannya di supermarket yang menjual barang-barang impor!

Iran – Doogh

doogh

Sebagai negara yang didominasi pemeluk agama Islam, para pemain Iran tentunya tidak akan menenggak minuman beralkohol. Jadi, kemungkinan besar mereka akan mengkonsumsi minuman Doogh ini. Doogh sendiri adalah soft drink yang terbuat dari yogurt, air dan terkadang dicampur dengan mint, garam ataupun timun. Hm, tertarik, travelers?

Jepang – Sake

Siapa yang tidak kenal anggur beras asal Negeri Sakura ini? Masyarakat Jepang sudah menikmati sake sejak 1.300 tahun yang lalu, di mana minuman ini makin terkenal setelah Oda Nobunaga kabarnya menjadikan tengkorak lawan-lawannya menjadi gelas sake.

Australia – Victoria Bitter

Sebenarnya, Australia tidak memiliki minuman yang benar-benar khas mereka. Tapi, seperti kebanyakan orang, masyarakat Australia sangat menyukai bir, dan Victoria Bitter adalah bir lokal yang paling laris di Negara Kangguru itu.

Korea Selatan – Soju

soju

Terbuat dari beras, gandum ataupun barley, soju bisa dikatakan sebagai sake-nya masyarakat Korea Selatan. Saking populernya minuman ini, kabarnya Jinro soju dan Lotte soju termasuk brand minuman keras paling laris di seluruh dunia.

Aljazair – Etzai

Kamu sering minum teh peppermint? Jangan anggap remeh teh peppermint ala Aljazair ini, travelers. Pasalnya, minuman ini memiliki beberapa langkah persiapan yang tidak sepele dan dituangkan dari ketinggian. Biasanya, teh ini disajikan kepada tamu dengan citarasa yang sangat manis.

Kamerun – Matango

matango

Matango adalah minuman beralkohol dengan citarasa manis yang terbuat dari getah kelapa sawit. Setelah dipetik dari pohon, getah itu akan terfermentasi dengan sendirinya dan bisa mencapai kadar alcohol 4% dalam waktu satu jam.

Ghana – Akpeteshie

Minuman ini mirip dengan matango, namun proses fermentasi akepeteshie dilakukan menggunakan barel. Barel itu sendiri ditutup oleh tembaga dan dipanaskan oleh api. Hasilnya adalah minuman dengan kadar alcohol mencapai 50%. Wow!

Pantai Gading – Bangui

Bangui sebenarnya adalah istilah warga Pantai Gading untuk minuman anggur kelapa sawit. Jadi, kamu akan menemukan Bangui tidak jauh berbeda dibandingkan matango.

Nigeria – Alomo Bitters

Sebenarnya, Almo bitters ini diproduksi di Ghana. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, penjualannya justru lebih melejit di Nigeria. Biasanya, warga lokal akan mencampur Alomo bitters dengan bir non-alkohol.

Kosta Rika – Guaro

Guaro_Sour,_Quepos

Guaro adalah minuman beralkohol dengan bahan dasar tebu. Rasanya lebih ringan dan manis dibandingkan rum. Pemerintah Kosta Rika melakukan nasionalisasi produksi guaro guna memastikan warganya memproduksi minuman ini di dalam negeri. Alhasil, guaro menjadi minuman keras yang paling laris seantero Kosta Rika.

Honduras – Guifiti

Minuman ini memiliki bahan dasar rum yang kemudian ditambah dengan berbagai tanaman herbal, bumbu serta bawang putih, sebelum didiamkan selama beberapa minggu. Tidak heran, selain menghasilkan minuman beralkohol, guifiti juga menyimpan khasiat kesehatan seperti menyembuhkan kram serta menetralkan tekanan darah.

Meksiko – Tequila

Tequila termasuk minuman beralkohol populer di berbagai negara. Kalau kamu termasuk penyuka tequila, pastikan kamu ikut merayakan Hari Nasional Tequila yang jatuh setiap 24 Juli.

Amerika Serikat – Bourbon

Memiliki bahan dasar jagung, bourbon kerap diasosiasikan dengan daerah Kentucky. Sebagai informasi, bourbon dengan usia tua bisa mencapai harga ribuan dolar, termasuk Pappy Van Winkle yang berusia 23 tahun.

Argentina – Torrontes

torrontes

Torrontes adalah varietas anggur yang ditanam secara eksklusif di Argentina dan menjadi salah satu minuman anggur yang paling banyak diekspor. Umumnya, torrontes ditanam di dataran tinggi dalam periode cukup singkat demi mempertahankan rasa buah-buahan dan manis dari anggur tersebut.

Brazil – Cachaca

Memiliki kesamaan dengan rum, namun cachaca dibuat dari tebu. Cachaca adalah minuman beralkohol paling populer di Brazil dan merupakan bahan utama dari cocktail kebanggaan Negeri Samba: caipirinha.

Cile – Piscola

Dikenal sebagai cocktail nasional Cile, atau Combinado Nacional, piscola adalah campuran brandy lokal bernama pisco dengan minuman cola. Piscola memiliki sedikit rasa anggur yang segar.

Kolombia – Kopi

Siapa tidak kenal reputasi kelezatan kopi Kolombia? Kopi asal Kolombia disebut-sebut sebagai yang terbaik seantero dunia dan merupakan salah satu ekspor utama mereka.

Ekuador – Chicha

Bisa jadi, chicha adalah minuman beralkohol ‘teraneh’. Minuman ini terbuat dari jagung, ubi, akar ubi kayu atau berbagai buah-buahan. Chicha bisa difermentasi ataupun tidak. Di beberapa daerah, produsen chicha akan menggiling chichi dan meletakkannya di dalam mulut mereka sehingga ludah mereka akan memisahkan tepung yang ada di bahan dasar minuman. Hmm….

Uruguay – Mate

mate

Mate tidak jauh berbeda dengan teh, namun minuman ini disuling dengan daun mate yerba yang telah dikeringkan sehingga memiliki kandungan kafein tinggi.

Belgia – Kriek

Minuman ini adalah sejenis lambic yang difermentasi dengan buah cherri Morello asam. Lambic sendiri tidak jauh berbeda dengan bir, namun dibuat oleh ragi liar dan endemi bakteri dari lembah Zenne di Brussel.

Bosnia & Herzegovina – Boza

Terbuat dari gandum dan memiliki kadar alkohol rendah,serta tekstur seperti krim. Alkohol akan meresap secara perlahan ke dalam tubuh kamu setelah mengkonsumsi boza. Menurut sejarahnya, boza pernah dicampur dengan opium lho, travelers!

Kroasia – Rakija

rakija

Sejenis brandy anggur, rakija adalah minuman beralkohol terpopuler di Kroasia. Setiap daerah di Kroasia memiliki jenis rakija berbeda karena produksinya memang dilakukan lokal. Nama rakija sendiri berasal dari kata ‘butiran keringat’ yang menggambarkan proses distilasi.

Inggris – Gin

Gin memiliki sentuhan rasa pinus yang berasal dari salah satu bahannya, jintan saru (juniper). Meskipun sering diasosiasikan dengan Inggris, gin sebenarnya berasal dari Belanda setelah upaya William of Orange menggulingkan pemerintahan Inggris di masa lalu.

Prancis – Champagne

Dikenal sebagai minuman kemenangan, champagne dihasilkan dari daerah Champagne di Prancis dan dibuat dari anggur pinot noir, pinot meunier serta chardonnay putih. Sejarah champagne menjadi minuman kemenangan berasal dari pasukan Napoleon yang kabarnya mengatakan “Champagne! Setiap orang layak mendapatkannya setelah kemenangan; dan membutuhkannya setelah kekalahan.”

Jerman – Bir

Masyarakat Jerman menyukai bir mereka! Selain terkenal memiliki Oktoberfest yang memungkinkan mereka bebas minum bir sepuasnya, Jerman juga telah menciptakan berbagai peralatan minum yang didesain khusus untuk menikmati berbagai tipe bir.

Yunani – Ouzo

Ouzo kabarnya dikembangkan oleh para pendeta sekitar Gunung Athos pada abad 14 silam. Meskipun bisa diminum langsung, biasanya masyarakat Yunani akan mencampur ouzo dengan air sehingga mengubah warnanya dari bening menjadi putih susu.

Italia – Grappa

grappa

Meskipun Italia punya banyak minuman beralkohol yang khas seperti campari dan amaretto, grappa sepertinya adalah jenis yang paling terkenal. Grappa dibuat dari proses distilasi pomace atau kulit dan biji anggur yang tertinggal dari pembuatan wine. Kadar alkoholnya sangat tinggi, bahkan jika tidak diproduksi dengan benar, kamu bisa menjadi buta karena methanol yang tercipta dari proses distilasi.

Belanda – Jenever

Jenever adalah ‘pendahulu’ gin, namun masih sangat dinikmati masyarakat Belanda dan Belgia sampai hari ini. Terbuat dari distilasi anggur gandum, terkadang jenever dicampur dengan tanaman herbal untuk menyamarkan rasa asli yang tidak terlalu enak.

Portugal – Port

Berasal dari Lembah Douro di Portugal, port adalah anggur pencuci mulut yang manis dan segar. Douro merupakan anggur lokal tertua ketiga di dunia, yang kedua adalah Chianti.

Rusia – Vodka

Rusia menempati peringkat keempat negara dengan peminum alkohol terbanyak dan merupakan konsumen vodka nomor satu di dunia. Pertama kali dijual sebagai obat-obatan, vodka memiliki kadar alkohol mencapai 40%.

Spanyol – Sangria

Meskipun setiap orang memiliki resep sendiri untuk membuat sangria, bahan dasar sangria adalah anggur merah yang dicampur potongan buah dan sedikit brandy. Memiliki arti “berdarah”, sangria pertama kali diperkenalkan ke Spanyol sebagai hasil dari penaklukkan bangsa Romawi di Semenanjung Iberia pada 218 SM.

Swiss – Absinthe

absinthe

Dikenal juga sebagai Green Fairy, absinthe termasuk minuman yang mendapat reputasi buruk karena diklaim memiliki efek halusinasi yang parah. Namun, belakangan diketahui bahwa absinthe memiliki rasa kayu-kayuan yang membuat peminumnya justru lebih bersemangat.

(Visited 2,872 times, 10 visits today)

Comments

Click to comment

Comments

To Top