Berita

Mengenal Barongsai dan Asal-usulnya

Nuansa Imlek masih terasa hingga sekarang. Ngomong-ngomong, tahu nggak satu pertunjukan yang selalu memeriahkan momen Imlek? Jawabannya adalah barongsai. Yup! Hiburan murah meriah yang muncul dan menjadi salah satu kesenian tradisional khas etnis Tionghoa ini memang cukup menyedot perhatian masyarakat. Apalagi kostum yang dipakai oleh para pemain sangat colorful dan membuat anak-anak hingga orang dewasa bisa menikmatinya. Biar lebih tahu banyak tentang sejarah dan asal-usul barongsai, simak yuk ulasan dari Pegipegi.

Screenshot 2015-02-26 11.24.40

Awalnya, pertunjukan barongsai dilarang oleh pemerintah. Namun sejak pemerintahan mantan Presiden Abdurahman Wahid, masyarakat Tionghoa diberi kebebasan untuk merayakan Imlek dan memainkan pertunjukan barongsai. Kalau ditilik dari sejarah, keberadaan tarian tradisional ini konon sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu, tepatnya pada jaman Dinasti Chin, yaitu sekitar abad ke-3 SM. Dengan berjalannya waktu, kesenian ini pun terus berkembang dan populer pada jaman Dinasti Selatan-Utara atau Nan Bei, yaitu sekitar tahun 420 – 589 M.

Lalu seperti apa sih kemunculan barongsai pertama kalinya di Indonesia? Menurut sejarah, diperkirakan barongsai masuk ke Indonesia pada abad ke-17 saat kedatangan orang-orang Tionghoa Selatan. Kesenian ini menjadi sangat terkenal ketika ada perkumpulan Tiong Hoa Hwe Koan. Namun karena situasi politik yang tidak kondusif, tepatnya saat terjadi G 30 S/PKI, pertunjukan barongsai dilarang pementasannya.

Menurut kepercayaan masyarakat Tionghoa, pertunjukan barongsai tidak hanya untuk tujuan kesenian, tetapi juga punya makna untuk mengusir hal-hal buruk yang mungkin terjadi. Karena itulah kenapa barongsai selalu ada saat perayaan Imlek agar roh-roh jahat menjauh. Kostum yang berwarna-warni pun punya makna tersendiri, seperti warna hijau sebagai simbol panen berlimpah, kuning melambangkan kesuburan dan tanah, warna merah memiliki arti kegembiraan, serta warna keemasan dan perak yang melambangkan kemeriahan sebuah perayaan.

 

Screenshot 2015-02-26 11.29.30

foto: news.bbc.co.uk

Kalau diperhatikan, ada satu gerakan sangat khas yang pasti bisa dilihat saat permainan barongsai, yaitu memakan amplop berisi uang. Istilah ini disebut dengan ‘Lay See’ dan akan berlangsung ketika setengah bagian dari seluruh tarian dimainkan. Ketika ditelisik lebih dalam, amplop tersebut biasanya ditempeli dengan sayuran selada air yang menjadi simbol sebagai hadiah untuk sang singa barongsai.

Gerakan dan tarian yang dilakukan oleh para pemain sangat elok dan menuntut ketrampilan, keseimbangan, dan kepercayaan dari masing-masing peserta karena barongsai sangat identik dengan seni akrobatik yang mengharuskan mereka untuk melompat, menari, dan memanjat. Kekuatan kaki juga sangat penting karena pemain harus lincah dan penuh energi untuk menyelesaikan semua atraksi hingga tabuhan gong dan tambur selesai.

Terkadang, pemain barongsai pun punya bekal khusus di bidang seni bela diri, seperti wushu karena gerakan-gerakan tersebut sangat mendukung aksi mereka saat melakukan berbagai atraksi, baik di medan sempit, berguling-guling di lantai, maupun ketika harus memanjat dan melompati tonggak-tonggak tinggi. Terkadang, mata singa pun dibuat berkedip-kedip dan terus menari dengan begitu cantik. Bagian kepala hingga ekor berlenggak-lenggok dengan gerakan yang begitu apik. Dengan ditemani genderang musik yang membahana, kesenian tradisional khas masyakat Tionghoa ini pun dijadikan alternatif bagi masyakakat luas saat perayaan Imlek.

Screenshot 2015-02-26 11.44.54foto: wowkeren.com

Karena menarik dan sudah bisa dipertunjukan secara terbuka, kesenian barongsai pun tidak hanya dimainkan oleh warga Tionghoa, tetapi masyarakat pribumi pun banyak yang tertarik untuk mempelajari dan memainkan barongsai. Popularitasnya makin menggema ketika banyak perlombaan barongsai di tingkat nasional, dan bahkan internasional. Tidak mengherankan kalau sekarang banyak perkumpulan yang rutin melakukan latihan untuk meningkatkan keahlian, ketangkasan, ketramplian dan kelincahan saat berakrobat dan menari agar semakin mahir dalam menaklukan rintangan saat perlombaan.

(Visited 1,137 times, 1 visits today)

Comments

To Top