Tips

Mengenal Anxiety Lewat Curhat Vidi Aldiano dan Solusi Dari Para Ahli

Mental illness atau penyakit kejiwaan masih terasa terabaikan di Indonesia. Anxiety atau gangguan kecemasan pun cuma terdengar senyap-senyap di telinga yang kurang paham.

Padahal, dari total 27,3 juta orang dengan masalah kejiwaan, ada 8,4 juta penduduk Indonesia mengidap anxiety. Salah satunya adalah penyanyi ternama Indonesia, Vidi Aldiano.

Pelantun Status Palsu ini sempat mengalami serangan anxiety yang cukup parah dan mendadak di awal tahun. Serangan tersebut terjadi saat ia menghadiri sebuah acara di Madiun, Jawa Timur.

Bahkan, ia pun sama sekali nggak mengetahui kalau dirinya memiliki sinyal anxiety sebelum pada akhirnya dokter memberikan vonis. “Awalnya, gue pikir normal karena cuma merasa kok badan capek banget. Tapi, selama di kamar, gue bahkan nangis sendirian. Gejalanya makin parah pas kedua tangan gue kesemutan dan pandangan kabur,” ungkap Vidi pada Pegipegi saat menghadiri Social Media Week 2019, Rabu (13/11) di Senayan City, Jakarta.

“Gue inget saat itu cuma bisa teriak minta tolong. Kebetulan ada kru gue yang dengar dan langsung bawa gue ke salah satu rumah sakit di Madiun. Pas dicek, kondisi aman seperti seperti dari tensi, cek badan dan lain-lain. Gue yang penasaran akhirnya memutuskan terbang ke Singapura buat ngecek lebih dalam.  Sampai akhirnya dokter kasih tahu kalau gue punya gangguan anxiety” tambahnya.

Anxiety sendiri adalah reaksi terhadap stres yang memiliki gejala psikologis dan fisik. Perasaan tersebut muncul dari amigdala, yakni wilayah otak yang mengatur respons emosional yang kuat. Stres dan anxiety yang tidak terkendali bisa menjadi berbahaya, baik secara fisik maupun psikologis.

Tahu dirinya mengidap anxiety, Vidi nggak menyerah. Berbagai cara ditempuhnya untuk keluar jerat anxiety yang cukup mengganggu aktivitasnya sebagai seorang penyanyi papan atas Indonesia, termasuk pertolongan medis.

Namun Vidi menyadari bahwa tekanan kerja yang begitu besar hingga pengaruh media sosial punya andil memicu anxiety yang ia derita. “Di zaman media sosial seperti sekarang, tekanan nggak cuma datang dari pekerjaan dan orang-orang di sekitar kita. Tetapi juga dari orang yang nggak mengenal sama kita, seperti dari media sosial” tuturnya.

“Jujur, gue adalah orang yang ingin semuanya ingin seimbang, baik kerjaan maupun kehidupan pribadi. Tapi pada akhirnya, dengan media sosial, gue justru merasa ke mana-mana itu nggak sendirian. Padahal gue juga butuh waktu buat diri gue sendiri” jelas Vidi.

Senada dengan Vidi, Adjie Santosoputro, seorang mindfullness practitioner, menilai media sosial memiliki peran yang cukup signifikan dalam terbentuknya anxiety.

“Kadang, kita kerap menganggap atau bahkan menggunakan media sosial sebagai penampakan diri kita seutuhnya. Dan itu berbahaya karena kita akan merasa khawatir akan kekurangan kita sendiri” pandang Adjie di acara yang sama.

Keberadaan media sosial jelas makin mempertegas perbedaan strata sosial yang ada. Kini, orang bisa memiliki rasa iri yang berujung dengki dengan hanya melihat posting-an di linimasa.

Faktor ini yang justru memicu hadirnya masalah seperti anxiety di masyarakat. “Setiap orang punya bakat iri. Karena iri yang membuat kita terus berkembang. Tapi, adanya media sosial justru memperjelas hal yang baik dan buruk. Di sini, komparasi sosial terjadi. Jika dulu kita cuma bisa membandingkan taraf hidup ke tetangga rumah, kini kamu bisa memberikan penilaian ke orang yang belum sama sekali kamu kenal” tegas Adjie.

Meski bukan hal yang mudah, ada banyak sekali cara yang bisa ditempuh untuk mencegah atau keluar dari jerat anxiety. Antara lain:

Fokus Perkuat Batin dengan Me Time

Tekanan dari pekerjaan atau media sosial memang nggak bisa dihindari. Yang kamu bisa lakukan adalah fokus dulu dengan hal-hal yang bisa kamu kendalikan, batin. Oleh karena itu, rasanya wajib untuk memperkuat batin kamu dulu dengan berbagai cara. Mulai dari meditasi mendalam atau setidaknya menjauhkan diri dari dunia luar sementara waktu. Intinya, kamu selalu butuh me time

Bicaralah

Percaya, apapun masalahnya, beban bakal terasa lebih ringan jika kamu komunikasikan. Bicaralah atau bagi keluh kesah kamu kepada orang yang kamu percaya. Nggak ada salah buat ngomong, kok.

“Dulu, gue masih ada rasa buat memproteksi diri sendiri sedangkan gue harus ngomong isu yang dirasakan. Pada akhirnya gue butuh buat speak up karena gue rasa justru meringankan masalah” ucap Vidi.

Hindari Self-Diagnose

Anxiety menjadi tren sekarang karena ada banyak orang yang mengaku memiliki gangguan kejiwaan ini, tanpa ada vonis medis atau istilahnya self-diagnosing. Padahal itu berbahaya banget!

“Karena, nggak semua hal yang kamu rasakan mengindikasi kalau kamu mengidap anxiety. Kalau kamu selalu berpikir demikian, yang tadinya isu dapat kamu handle sendiri, lama-lama menjadi besar dan nggak bisa di-handle lagi” kata Adjie.

Jadi, jika kamu merasa memiliki sinyal anxiety, komunikaskan dulu kepada para ahli. Baik psikolog maupun psikiater profesional yang bisa kamu jangkau.

Lagi butuh me time biar terhindar dari anxiety? Liburan bisa jadi salah satu caranya. Nah,  biar liburan makin mudah, jangan lupa pesan tiket pesawattiket kereta api, dan hotel murah di Pegipegi!

pesan tiket pesawat murah pesan tiket kereta api murah cari hotel murah

Agar transaksi kamu lebih murah dan mudah, jangan lupa instal aplikasi Pegipegi lewat Google Play atau App Store, ya!

google-play

apps-store

Comments

To Top