Destinasi

Menelusuri Pesona dan Sejarah Candi Sukuh di Karanganyar

sejarah candi sukuh

Candi Sukuh merupakan kompleks candi peninggalan Hindu Majapahit yang berada di Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Meski nggak semegah dan sepopuler Candi Borobudur atau Candi Prambanan, pesona dan sejarah Candi Sukuh ini juga nggak kalah menarik, loh.

Salah satu hal yang membuat Candi Sukuh kontroversial adalah bentuknya yang nggak umum. Kompleks candi ini menggambarkan alat-alat genital manusia secara eksplisit lewat beberapa figur yang ada di dalamnya. Apa fakta menarik lainnya tentang Candi Sukuh? Cek di sini, yuk! 

Sejarah Candi Sukuh

sejarah candi sukuh
Sumber: IG @hdrntaptr

Candi ini sebenarnya sudah sudah cukup lama ditemukan, tepatnya pada saat Britania Raya menguasai Pulau Jawa pada tahun 1815. Johnson, seorang residen Surakarta ketika itu diberi tugas oleh Thomas Stanford Raffles untuk mengumpulkan informasi yang akan dimasukkan ke dalam bukunya, The History of Java

Dirangkum dari berbagai sumber, pasca berakhirnya pemerintahan Britania Raya, seorang arkeolog asal Belanda bernama Van der Vlis, datang ke lokasi candi untuk melakukan penelitian. Pada 1928, pemugaran pada Candi Sukuh pun dilakukan untuk pertama kalinya. Selanjutnya pada 1995, Candi Sukuh ditetapkan oleh UNESCO sebagai salah satu situs warisan dunia.

Keunikan Candi Sukuh

Walaupun berusia lebih muda dibanding candi-candi lain yang ada di Pulau Jawa, Candi Sukuh memiliki eksklusivitasnya sendiri. Banyaknya patung-patung, ornamen serta relief-relief yang terkesan vulgar ternyata menjadi daya tarik tersendiri dari kompleks candi ini. Secara umum, Candi Sukuh benar-benar berbeda dengan candi Hindu atau Buddha yang sudah ditemukan sebelumnya.

Struktur bangunan di kompleks candi ini sekilas lebih mirip dengan piramida di Mesir. Beberapa ahli bahkan menyebut bahwa Candi Sukuh lebih mirip dengan situs warisan suku Maya dan bangsa Aztec yang dulu menghuni Amerika Tengah. Inilah yang kemudian membuat banyak turis maupun arkeolog datang dan menyaksikan sendiri keunikan kompleks candi.

Dengan potensi yang cukup besar, sayang sekali pengelolaan situs budaya ini masih kurang maksimal. Ini ditunjukkan dengan infrastruktur yang belum mumpuni. Sampai saat ini, belum ada transportasi umum yang langsung menuju ke Candi Sukuh.

Cara Menuju Candi Sukuh

sejarah candi sukuh
Sumber: IG @sekitar_klaten

Kalau kamu tertarik pada wisata budaya dan sejarah, Candi Sukuh adalah tempat yang layak untuk masuk dalam daftar kunjungan kalau kamu ke Jawa Tengah. Lantas, bagaimana rute menuju ke lokasi candi?

Candi Sukuh berjarak kurang lebih 36 kilometer dari Kota Solo, sementara dari Kota Karanganyar, jaraknya adalah 20 kilometer. Alamat lengkapnya di Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso. Walaupun sebenarnya cukup dekat, kamu disarankan untuk datang dengan kendaraan pribadi, baik motor maupun mobil.

Kalau tetap nekat ingin naik kendaraan umum, ojek adalah satu-satunya transportasi yang bisa mengantarmu sampai ke gerbang kompleks candi. Karena nggak ada ojek yang standby di kompleks, kamu juga harus meminta mereka menunggu. Karena kalau nggak, kamu mungkin akan kesulitan untuk kembali ke jalan besar.

Bagi kamu yang menggunakan kendaraan pribadi, pastikan mobil atau motor yang digunakan dalam kondisi baik. Akses jalan ke dalam kompleks candi memang sudah diaspal. Namun, karena ukuran jalan yang sempit dan cenderung berliku-liku, dibutuhkan keterampilan menyetir yang mumpuni agar perjalanan tetap aman dan nyaman. Posisi Candi Sukuh yang ada di lereng barat Gunung Lawu adalah alasan medan menuju ke sana terbilang cukup sulit.

Ada Apa di Kompleks Candi?

sejarah candi sukuh
Sumber: IG @karanganyar_masa_kini

Begitu masuk ke dalam kompleks candi, kamu akan disuguhi oleh keindahan taman yang ditata sedemikian rupa. Karena fotogenik, banyak orang yang menggunakan area ini untuk berburu foto, bahkan melakukan pemotretan prewedding.

Setelah puas berfoto, kamu bisa langsung menuju ke lokasi utama kawasan Candi Sukuh. Ada punden berundak-undak yang terdiri dari tiga teras yang harus kamu naiki. Masing-masing teras memiliki beragam ornamen dan objek yang berbeda.

Di teras pertama, kamu akan menemukan gapura bertuliskan Sengkala Mamet disertai dengan tanggal pembangunan Candi Sukuh. Selain itu ada juga hiasan berbentuk gajah bersorban yang sedang menggigit ekor ular. Selama melewati lorong gapura, terdapat pahatan dengan bentuk yang cukup vulgar. Ornamen itu ditempatkan di ruang khusus berpagar agar nggak bisa disentuh sembarangan.

Selain tiga teras itu, kamu juga bisa menemukan relief dan patung dengan berbagai bentuk. Mulai dari kura-kura, gajah dan babi, masing-masing memiliki makna tersendiri. 

Itulah beberapa informasi terkait sejarah Candi Sukuh, Karanganyar. Jika ingin berkunjung ke sini, jangan lupa pesan tiket kereta api, tiket bus & travel, dan hotel promo lewat Pegipegi biar lebih aman dan terjangkau, ya!

PESAN TIKET KERETA PESAN TIKET BUS PESAN HOTEL MURAH

Agar transaksi kamu lebih murah dan mudah, jangan lupa instal aplikasi Pegipegi lewat Google Play atau App Store, ya!

google-play
apps-store

Comments

To Top
%d bloggers like this: