Kuliner

Mencicipi teh sambil ‘cuci mata’

Travelers, sebelumnya Pegipegi pernah mengulas tentang tempat minum teh yang layak dicoba di Jakarta. Tapi, kalau kamu ingin merasakan nikmatnya sensasi minum teh dengan suguhan pemandangan spektakuler, tentu kamu harus langsung mendatangi kebun tehnya.

Nah, kali ini Pegipegi akan berbagi rekomendasi dua kebun teh yang juga dijadikan kawasan wisata. Lumayan juga nih sebagai referensi kamu saat liburan mendatang, travelers!

Rumah Teh Ndoro Donker

rumah teh ndoro donker

Bagi travelers yang tinggal di Pulau Jawa, mungkin tempat yang satu ini bisa menjadi opsi liburan bersama keluarga. Rumah teh ini terletak di lereng Gunung Lawu, Tawangmangu. Tepatnya di kawasan Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar. Jadi, kalau kamu sedang liburan ke daerah Solo, Yogyakarta atau Semarang, jangan lupa untuk mampir sebentar ke tempat ini, travelers.

Awalnya, rumah ini dimiliki oleh perkebunan Belanda dan sudah berdiri sejak tahun 1932-an. Pernah dijadikan rumah kepala kebun teh milik PT Rumpun Sari, rumah ini sempat tidak dihuni beberapa lama sebelum akhirnya disewa dan dijadikan Rumah Teh Ndoro Donker dua tahun lalu.

Selain disuguhi hamparan hijau tanaman the yang menyejukkan mata, para pengunjung juga bisa menikmati suasana kolonial di dalam rumah. Deretan foto era kolonial di Kota Solo dan Jakarta berwarna hitam putih hasil reproduksi semakin menambah suasana vintage di rumah ini.

rumah teh ndoro donker2

Tapi, untuk menyesap secangkir teh, tentunya lebih nyaman memilih tempat duduk di ruang terbuka di samping ataupun belakang bangunan. Sambil menghirup teh, kamu bisa menikmati pemandangan kebun teh dan merasakan sejuknya udara pegunungan.

Rumah Teh Ndoro Donker memiliki suguhan istimewa berupa aneka teh hasil olahan perkebunan mereka sendiri, seperti Donker Black Tea dan Green Tea. Tapi, untuk kamu yang lebih menyukai jenis-jenis teh impor seperti teh putih (white tea) maupun teh aneka rasa (earl grey, lavender, mint, lemon dan sebagainya), tidak perlu khawatir, karena kamu juga bisa memesannya di sini.

Namun, kamu wajib mencicipi super premium white tea yang merupakan teh termahal di rumah teh ini. Dibanderol Rp45.000 per teko, premium white tea ini dibuat menggunakan pucuk daun teh termuda. Menurut staf Rumah Teh Donker, teh putih memang dihargai sangat mahal mengingat hanya ada 48 pohon dari seluruh areal perkebunan yang bisa menghasilkan pucuk daun teh putih. Bahkan, harga per kilogram teh ini mencapai Rp10 juta lho, travelers!

Untuk varian teh lainnya, harga rata-ratanya adalah Rp6.000 per cangkir atau Rp 15.000 untuk empat cangkir. Kamu juga bisa memilih penganan tradisional seperti ubi jalar, ketela lumpur madu, tahu tempe, pisang panggang hingga ayam panggang dengan harga yang masih terjangkau. Umumnya makanan di sini berkisar antara Rp7.500 sampao Rp15.000. Namun, untuk makanan utama seperti sup iga atau iga bakar kamu harus mengeluarkan uang sebesar Rp25.000 sampai Rp30.000.

 

Perkebunan Teh Kayu Aro

kebun teh kayu aro

Sebagai perkebunan teh tertua di Indonesia, tidak heran kalau Kayu Aro menyedot minat banyak wisatawan. Terletak di dataran tinggi lereng Gunung Kerinci, Kabupaten Kerinci, Jambi, Kayu Aro yang memiliki luas sekitar 3.000 hektar diklaim sebagai kebun teh terluas di dunia setelah perkebunan teh di Darjeeling yang berlokasi di India.

Awalnya, perkebunan teh ini didirikan oleh perusahaan Belanda bernama Namlodee Venotchaat Handle Vereninging Amsterdam pada tahun 1925. Tapi, pada tahun 1959, pemerintah Indonesia mengambil alih kepemilikan kebun teh tersebut. Sementara, pengelolaannya sendiri dilakukan oleh PT. Perkebunan Nusantara VI. Mereka bertanggung jawab atas perawatan, pemeliharaan tanaman, pemetikan pucuk teh, pengolahan di pabrik, pengemasan hingga pengeksporan.

Asal kamu tau travelers, teh yang ditanam di perkebunan ini adalah teh orthodox atau teh hitam berkualitas tinggi. Proses pengelolaan daun tehnya sendiri terbilang masih konvensional. Selain tidak menggunakan bahan pengawet atau pewarna tambahan, para pekerja perkebunan teh ini juga dilarang keras menggunakan kosmetik saat sedang mengolah teh. Jadi, jangan heran kalau teh Kayu Aro merupakan kegemaran Ratu Inggris dan Ratu Belanda pada masa penjajahan dulu.

kebun teh kayu aro2

Para pengunjung bisa melakukan aktivitas tea walk ataupun menginap di wisma yang ada. Tentunya, kegiatan tur tidak akan lengkap tanpa menikmati teh Kayu Aro. Ada enam rasa teh yang menjadi kebanggaan Kayu Aro, yaitu Broken Orange Pecco, Orange Pecco Fanning, Pecco Fanning, Broken Tea, Broken Pecco dan Dust. Tapi, bagi orang awam, keenam rasa itu mungkin tidak terlalu berbeda.

Kalau kamu berniat mengunjungi Perkebunan Kayu Aro dari Padang, kamu bisa menggunakan bus Padang-Sungai Penuh yang akan memakan waktu sekitar 7 jam. Sementara, perjalanan dari Jambi juga membutuhkan waktu 7-8 jam dengan menggunakan bus tujuan Muara Bungo. Tiba di Muara Bungo kamu harus melanjutkan perjalanan dengan mini bus tujuan Sungai Penuh.

 

Tertarik mengunjungi kedua kebun teh di atas, travelers? Kunjungi Pegipegi untuk mendapatkan promo tiket pesawat dan hotel terbaik.

 

 

(Visited 1,253 times, 1 visits today)

Comments

Click to comment

Comments

To Top