Berita

Menanti dibukanya kembali Pasar Klewer Solo

Pasar klewer

Kota Solo emang pantas disebut surganya batik. Selain kampung-kampung sentra industri batik, Pasar Klewer Solo adalah nama populer di kalangan wisatawan yang pengen cari oleh-oleh atau para pedagang busana se-Indonesia buat belanja partai besar. Kenapa sih Pasar Klewer begitu istimewa? Pegipegi akan mengulasnya buat kamu.

Pasar Klewer udah ada sejak zaman Jepang

Ngga ada catatan sejarah yangmenyebutkan kapan persisnya Pasar Klewer didirikan. Yang jelas, cikal bakal pasar batik terbesar di Indonesia ini berawal dari sebuah tempat para pedagang kaki lima ngumpul di masa pendudukan Jepang. Tempat itu disebut Pasar Slompretan soalnya dekat sama sebuah stasiun kereta api jadul. Waktu itu kereta apinya masih kereta uap dan kalo mau berangkat selalu mengeluarkan bunyi seperti terompet. Makanya pasar itu disebut Pasar Slompretan, travelers.

Pada perkembangannya, jumlah pedagang kain batik lebih banyak daripada pedagang makanan, sayuran, dll. Mereka biasanya berdiri di sepanjang jalan tempat para penumpang kereta api turun dan menawarkan kain batik yang diselempangkan di bahunya. Kalo dilihat dari jauh kain-kain itu tampak ‘nglewer’ atau terjuntai tak beraturan, sehingga nama Pasar Slompretan lama-lama digeser oleh ‘Pasar Klewer’. Di masa kemerdekaan sebuah bangunan pasar bertingkat dibangun tak jauh dari lokasi tersebut dan beroperasi secara resmi sejak 9 Juni 1970.

Pasar Klewer Solo

foto: jejakbocahilang.com

Letak Pasar Klewer cukup strategis, dekat dengan Keraton Solo, Masjid Agung Solo dan Alun-alun. Sehingga wisatawan yang berkunjung ke Keraton Solo bisa dipastikan akan meneruskan tur mereka ke Pasar Klewer. Bukan cuma kain batik, mereka bisa memborong aneka pakaian tidur, kemeja, rok, gaun, busana muslim, busana anak-anak, sandal dan sepatu yang semuanya bermotif batik. Corak batiknya juga macam-macam, bukan hanya corak Batik Solo aja, travelers.

Pasar klewer

foto: bloomberg Indonesia

Kamu pengen tau seperti apa corak Batik Kalimantan, Batik Palembang, Batik Cirebon, Batik Pekalongan, Batik Madura, Batik Betawi atau Batik Yogya? Di Pasar Klewer ini kamu bisa temukan semuanya dengan harga yang sangat terjangkau, apalagi kalo kamu beli dalam jumlah banyak. Semakin banyak baju batik yang kamu beli dari satu pedagang, akan semakin ‘miring’ pula harga yang musti kamu bayar. Asik kan?

Pasar Klewer terbakar tahun 2014

Sayang sekali travelers, Pasar Klewer Solo terbakar cukup parah di tahun 2014 lalu, tepat saat diselenggarakannya Festival Sekaten di Alun-alun Solo. Bisa dibayangkan gimana paniknya masyarakat yang ada di sana waktu itu. Banyak pedagang batik Pasar Klewer yang merugi ratusan juta karena toko dan barang dagangan mereka terbakar habis.

Namun untunglah para pedagang batik di Pasar Klewer termasuk orang-orang yang tahan banting dan mereka ngga sampai sakit karena stress akibat kerugian yang mereka alami. Bagi mereka show must go on, apapun yang terjadi. Beberapa pedagang batik Pasar Klewer mencoba bertahan hidup dengan tetap berjualan di jalanan sekitar Pasar Klewer, sementara yang lain mencoba berdagang di kota lain. Pemerintah setempat memang telah berinisiatif untuk membangun kembali Pasar Klewer. Tapi masih butuh waktu agak lama untuk membuat Pasar Klewer kembali seperti sedia kala soalnya pembangunannya baru dimulai bulan April kemarin, travelers.

Semoga saja Pasar Klewer baru segera beroperasi beberapa bulan mendatang, soalnya banyak juga pelanggan Pasar Klewer yang merindukan suasana pasar yang khas dan bau harum kain batik yang ‘sesuatu’ banget.

(Visited 786 times, 2 visits today)

Comments

To Top