Destinasi

Menangkap cantiknya sunrise di Pantai Sipelot Malang

Pantai Sipelot

Pantai Sipelot Malang memang tidak seramai pantai-pantai lain di Malang. Tapi kecantikannya nggak kalah kok karena kamu bisa berpetualang dan menikmati panorama pantai yang masih begitu alami dan asri. Pantai Sipelot yang juga dikenal dengan Pantai Pujiharjo menawarkan keindahan khas pantai dengan bonus coban atau air terjun yang mengalirkan air bening di bibir pantai. Masih penasaran dengan indahnya Pantai Sipelot? Yuk, ikuti terus informasinya dari Pegipegi.

 Pantai Sipelot

foto: wikimapia.org

 

Lokasi dan cara menuju Pantai Sipelot

Lokasi Pantai Sipelot berada di Desa Pujiharjo, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang Jawa Timur. Kalau dari kota Malang kamu bisa ambil rute : Malang – Gadang – Turen – Kecamatan Dampit – Kecamatan Tirtoyudo – perhatikan papan penunjuk jalan pada sisi sebelah kanan ke arah Pantai Sipelot – belok kanan – ikuti penunjuk jalan – Desa Pujiharjo – bibir Pantai Sipelot. Akses menuju ke lokasi sudah cukup memadai. Jalanan sudah diaspal dan papan penunjuk jalan pun sudah terpasang.

 

Saat berkendara kamu harus tetap berhati-hati karena jalur yang ditempuh cukup berkelok-kelok, curam, sempit, dan naik turun karena kamu harus menyusuri lereng bukit. Masih belum ada transportasi umum menuju Pantai Sipelot jadi kamu bisa naik motor biar lebih praktis. Masuk ke pantai juga masih belum ada tiket masuk. Biarpun begitu kamu punya kewajiban untuk selalu menjaga kebersihan pantai agar tetap sedap dipandang mata.

 

Biarpun rute yang ditempuh dari Desa Pujiharjo masih cukup jauh tapi kamu nggak akan kecewa karena di sepanjang perjalanan kamu akan disuguhi view sangat cantik, seperti tambak udang yang cukup luas, kebun pisang dan kebun kopi. Benar-benar pemandangan yang menawan dan menyejukan mata. Tebing dan jurang pun menjadi pemandangan umum di kanan dan kiri jalan. Sesekali kamu juga bisa melihat Samudra Hindia yang terlihat begitu luas dari atas bukit.

 

Pesona Pantai Sipelot

Sekali kamu sampai di pinggir Pantai Sipelot, mata langsung dimanjakan dengan pemandangan yang begitu menakjubkan. Deburan ombak yang datang silih berganti, hamparan pasir putih yang membentang sejauh 2 km, serta bukit-bukit hijau yang berjejer mulai dari sisi sebelah timur hingga ke barat. Belum lagi bebatuan serta karang yang tergeletak begitu bebas menantang ombak yang datang dari tengah laut.

 

Gelombang air Pantai Sipelot memang tidak dapat ditebak. Terkadang ganas layaknya pantai-pantai selatan namun terkadang tenang-tenang saja. Ini karena Pantai Sipelot letaknya ada di sebuah teluk dan di sana terdapat cerukan daratan yang dapat melindungi pantai pada sisi kanan dan kiri. Namun untuk keamanan, hindari mandi di laut ya karena kamu tidak tahu kapan ombak besar akan datang.

 

Menurut penuturan warga, sebenarnya pantai ini dibagi menjadi 3 bagian, dimana sebelah kanan dan kiri biasanya digunakan untuik wisata karena terdapat air payau dan atmosfirnya masih sepi. Sedangkan bagian tengah banyak digunakan oleh nelayan. Ini ditandai dengan banyaknya perahu yang disandarkan di bibir pantai. So, kamu bisa segera minggir ke bagian kanan atau kiri pantai setibanya di Pantai Sipelot.

 

Berkemah di Pantai Sipelot

Biarpun nggak bisa berenang bebas di laut tapi jangan kecewa dulu karena kamu masih bisa bermain-main air di bawah Coban Sipelot. Benar sekali travelers. Pantai Sipelot juga punya coban atau air terjun yang dinamai Coban Sipelot pada bagian barat pantai dengan tinggi sekitar 10 meter. Sumber air yang berasal dari bukit ini menjadi permata yang menarik perhatian travelers karena di satu tempat kamu bisa menikmati 2 spot sekaligus. Birunya lautan luas serta air terjun yang memercikan butiran bening dan dingin.

 

Untuk mencapai Coban Sipelot juga masih perlu perjuangan. Dari pinggiran Pantai Sipelot kamu masih harus menyewa perahu milik nelayan untuk menyeberangi teluk dengan membayar Rp25.000* – Rp50.000*, tapi masih bisa dinego. Tapi kalau kamu pengin berpetualang, kamu bisa jalan kaki dengan menyusuri bukit ke arah sebelah barat. Sedangkan untuk kendaraan kamu bisa menitipkannya di rumah warga.

 

Kebanyakan travelers yang datang ke Pantai Sipelot Malang memang tidak hanya ingin menikmati suasana pantai di siang hari, tetapi banyak juga yang sengaja mendirikan tenda dan bermalam di sana mengingat perjalanan menuju lokasi begitu melelahkan. Sambil di temani deburan ombak, angin laut, serta suara khas jangkrik yang bersahut-sahutan, pasti nikmat rasanya kalau ditambah dengan secangkir kopi atau teh.

 

Dan di pagi hari, kamu bisa mengabadikan sunrise di sisi pantai bagian timur. Paduan sempurna dari kemilau keemasan warna langit, perbukitan yang masih berwarna kegelapan di pagi hari, batu karang yang berserakan serta pantulan cahaya matahari yang menabrak air laut menjadi kado paling indah yang bisa kamu dapatkan saat melanglang buana ke Pantai Sipelot. Sungguh-sungguh mempesona.

 

Fasilitas yang disediakan di sekitar Pantai Sipelot masih terus dilengkapi. Dan kini sudah ada tempat parkir, mushola kecil dan MCK sederhana. Dan bahkan sampah-sampah masih terlihat berserakan. Namun warung-warung makan sudah mulai bermunculan dengan harga yang cukup terjangkau. Masih perlu penanganan serius untuk membawa Pantai Sipelot naik kelas menjadi pantai alami dengan kebersihan yang selalu terjaga.

 

(Visited 11,978 times, 1 visits today)

Comments

To Top