Destinasi

Melancong ke Pulau Perhentian, yuk!

Pulau Perhentian

Pulau Perhentian dan imigran gelap

Mungkin dahimu akan berkerut mendengar namanya. Maklumlah karena pulau di 21 km lepas pantai Terengganu ini dulunya dipakai sebagai tempat perhentian dan penampungan imigran gelap asal Vietnam di era konflik politik, atau yang juga dikenal dengan nama manusia perahu.

Sedangkan versi lain menyebutkan, nama Perhentian pantas diberikan karena di pulau inilah pemerintah Malayasia dan Thailand biasa bertemu dan melakukan transaksi perdagangan sejak masa pendudukan Inggris di berbagai belahan benua Asia.

Secara geografis, Pulau Perhentian terbagi menjadi dua wilayah, yaitu Perhentian Besar dan Perhentian Kecil. Selain itu masih ada beberapa pulau karang kecil tak berpenghuni seperti Susu Dara, Serengeh dan Rawa Iie.

Yang menarik dari Pulau Perhentian

Pulau Perhentian

foto: attractionMalaysia.com

Pulau Perhentian dikenal sangat mempesona berkat air laut yang jernih, bersih dari pencemaran dan tangan jahil manusia. Kamu yang hobi menyelam, snorkeling atau berenang pasti betah dan mungkin akan ogah pulang ke rumah. Ada selusin spot diving tersebar di berbagai sudut pulau, belum lagi yang terhampar di lepas pantai. Kamu mungkin akan takjub memandangi terumbu karang yang terawat rapi, plus kaget karena bisa bercengkrama dengan aneka satwa laut seperti ikan badut, kuda laut dan hiu tutul.

Pulau Perhentian dulunya dikenal sebagai pusat penangkaran dua jenis penyu, yaitu penyu hijau dan penyu hawkbill. Sayangnya, akhir-akhir ini Pulau Perhentian hanya menerima 300 butir telur setiap tahunnya. Hal ini disinyalir adalah akibat adanya tumpahan minyak ke laut, semenjak beroperasinya sebuah perusahaan minyak ternama di lepas pantai Pulau Perhentian.

Asoynya lagi, Pulau Perhentian cukup ramah buat para backpacker yang mengutamakan traveling ekonomis. Hotel-hotel dengan tarif ala backpacker bisa kamu temui dengan lebih mudah di sini, tinggal pilih aja mana yang sesuai dengan selera dan kemampuan kantongmu.

Kapan saat paling pas ke Pulau Perhentian?

Saat paling pas buat datang ke pulau ini adalah antara bulan April sampai September. Cuaca di Pulau Perhentian kurang baik di luar bulan-bulan itu, apalagi di sekitar bulan Oktober sampe Maret. Mau nekat kesana selain bulan April sampai Oktober pun percuma karena seluruh pulau tertutup rapat buat turis, termasuk hotel dan layanan kapal penyeberangan.

O ya, Pegipegi juga mau bagi-bagi tips tentang cara mudah menjangkau pulau dan Kepulauan Perhentian, travelers. Dari Jakarta kamu terbang dulu ke Kuala Lumpur. Nah, dari KL kamu tinggal pilih mau naik kereta api atau bus ke Kuala Terengganu atau Kota Baru, trus pergilah ke pelabuhan Kuala Besut. Atau kalo nggak mau repot kamu sewa aja layanan minivan dari KL buat langsung jalan ke Kuala Besut, itu pun kalo bujetmu mencukupi karena tarif sewa minivan bervariasi dan sedikit lebih mahal.

Sampai di Kuala Besut kamu tinggal cari ferry yang akan membawamu ke Pulau Perhentian. Ini juga nggak sulit karena ferry berangkat setiap 40 menit sekali di pelabuhan ini. Karena bentuk dan kapasitas tiap ferry berbeda, penting buatmu untuk memperhatikan isi backpackmu sebelum berangkat. Nggak usah bawa terlalu banyak barang dan melebihi berat maksimum yang ditentukan masing-masing ferry. Yang jelas kamu akan memerlukan biaya tambahan kalo pengen mengelilingi pulau-pulau lain di sekitar Pulau Perhentian, karena satu-satunya moda transportasi yang tersedia adalah taksi air (semacam perahu motor).

Sepertinya keren juga ya, travelers. Gimana kalo kita jalan ke Pulau Perhentian musim liburan mendatang? Buat rencana perjalananmu sekarang dan jangan lupa hubungi Pegipegi kalo kamu mau tau tentang informasi tiket dan akomodasi yang tersedia.

(Visited 927 times, 1 visits today)

Comments

To Top