Destinasi

Intip keunikan Masjid Terapung Palu

masjid-terapung-palu

Travelers, pengin menikmati suasana ibadah yang beda? Masjid Terapung Palu atau juga dikenal dengan Masjid Arkam Babu Rahman harus kamu singgahi saat mengunjungi Pantai Talise Palu. Lokasinya yang ada di pinggir pantai membuat ibadah shalat menjadi begitu syahdu. Apalagi di malam hari bagian kubah memancarkan pendar cahaya cantik. Biar kenal lebih dekat, kali ini Pegipegi mau antar travelers semua mengunjungi Masjid Terapung Palu atau Masjid Arkam Babu Rahman.

 

masjid-terapung-palu

foto : panoramio.com

Arsitektur Masjid Terapung Palu

Sebelum masuk ke area Masjid Terapung Palu, kamu masih harus melewati jembatan dengan hiasan lampu gantung di kanan kiri yang memukau. Bisa dikatakan kalau jembatan ini adalah pintu gerbang menuju ke masjid. Masjidnya sendiri didominasi oleh warna krem serta dipadukan dengan warna keemasan dan hijau pada seluruh bagian bangunan. Desain arsitektur Masjid Terapung Palu juga cukup modern dengan 4 kubah kecil yang mengelilingi bagian sudut dan 1 kubah besar.

Dilihat dari struktur bangunan, Masjid Terapung Palu dengan luas mencapai 121m2 tergolong punya pondasi kuat karena ditopang oleh 25 pilar dengan kedalaman 10 meter. Kekokohannya pun bisa menjawab serangan ombak yang datang silih berganti dari tengah laut. Karena intensitasnya tidak terlalu ganas, resiko kerusakan masjid pun jadi minim.

Sedangkan bagian interior yang terlihat juga sangat cantik. Jadi biarpun letaknya ada di pinggir laut, tapi pemilihan materialnya tidak main-main dan tetap memperhitungkan estetika sehingga bias kecantikannya jelas terlihat. Sensasi angin laut yang kencang, deburan ombak yang mengitari pantai, dan aroma laut yang begitu khas menambah nikmatinya beribadah di Masjid Terapung Palu.

 

Menikmati Ibadah di Masjid Terapung Palu

Masjid Terapung ini ada di Pantai Talise, tepatnya di Jalan Rono, Kelurahan Lere, Kecamatan Palu Barat dan berjarak sekitar 30 meter dari bibir pantai.  Dan dari namanya saja, travelers bisa langsung menebak kalau masjid ini letaknya ada di atas air. Memang benar. Kalau kebetulan air laut sedang pasang, gelombang air terlihat mengitari area di sekitar masjid. Tapi kalau kondisi air lagi surut, Masjid Terapung Palu terlihat seperti halnya masjid-masjid lain yang letaknya ada di pinggir pantai dengan pilar-pilar besar yang terpancang ke dasar laut.

Dibangun pada 19 Januari 2011 dan diresmikan penggunaannya pada 19 Januari 2012, keberadaan Masjid Arkam Babu Rahman mendapatkan respon positif dari warga sekitar dan wisatawan. Hampir sebagian travelers yang datang menyempatkan waktu untuk shalat di sana. Bahkan di sore hari, travelers yang sudah puas menikmati semilir angin dan menangkap momen sunset bisa langsung menunaikan shalat maghrib.

Ramenya juga nggak hanya waktu shalat maghrib, tapi saat shalat Jumat pun Masjid Terapung Palu selalu penuh. Dengan daya tampung mencapai 200 jamaah, kamu bisa bayangkan kalau Masjid Arkam Babu Rahman ukurannya cukup besar. Buat travelers yang ingin mengintip kecantikan Masjid Terapung Palu, datang saja ke Pantai Talise. Nggak usah mikirin sarung dan mukena karena pengelola masjid sudah mempersiapkannya untuk kamu.

 

Gemerlap Masjid Terapung Palu di Malam Hari

Nama Masjid Terapung Palu diambil dari orang tua pendiri masjid dengan biaya mencapai Rp2.850.000.000. Yang istimewa dari Masjid Arkam Babu Rahman tentu saja bagian keramik yang diimpor langsung dari India serta kubah masjid yang sukses memancarkan 7 warna di malam hari, yaitu warna putih, pink, biru, ungu, hijau, jingga, dan merah. Warnanya akan selalu berganti dalam hitungan detik. Semua kecantikan ini dihasilkan dari alat khusus yang didatangkan dari Cina.

Pada saat bulan Ramadan, Masjid Terapung Palu juga sering dijadikan lokasi ngabuburit oleh kawula muda. Jadi sambil menunggu waktu berbuka, wisatawan dapat menikmati momen sunset, baru kemudian menunaikan shalat maghrib. Jadi nggak hanya di Jeddah Arab Saudi saja, Palu juga punya lho masjid terapung.

(Visited 987 times, 1 visits today)

Comments

To Top