Event & Festival

Mapeed, Tradisi Iring-iringan Membawa Sesajen di Bali

Pernah melihat pemandangan berupa perempuan Bali berkebaya putih, berbaris, dan membawa sesajen di atas kepalanya? Itulah yang disebut dengan tradisi Mapeed yang dilakukan sebagai perwujudan rasa syukur ummat Hindu di Bali kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa, Tuhan Yang Maha Esa.

Biasanya tradisi Mapeed dilakukan 10 hari setelah Hari Raya Kuningan. Dalam Bahasa Indonesia, Mapeed berarti berjalan beriringan. Biasanya dilakukan oleh ibu-ibu rumah tangga berupa kebaya atau pakaian adat dengan warna sama dan rambut mereka disanggul. Pada bagian pinggang mereka juga diikat dengan selendang yang seragam.

Para peserta Mapeed biasanya ditemani oleh suami, anak-anak, atau sanak keluarga yang turut mengiringi. Para keluarga juga menggunakan pakaian adat Bali lengkap. Ritual Mapeed kerap dilakukan di Pura Adem Alas Kedaton, Kabupaten Tabanan.

Sesajen yang mereka bawa disebut gebongan yang isinya terdiri dari buah-buahan, bunga, atau makanan lainnya. Gebongan dibawa menuju pura. Sesampainya di pura, gebongan disucikan oleh pemangku setempat dengan memercikan air suci yang disebut Tirtha, barulah sembahyang dimulai.

Tradisi mapeed memang menarik banyak perhatian dari wisatawan. Soalnya, tempat pelaksanaannya juga dikelilingi oleh hamparan sawah yang indah. Sehingga, bagus untuk dijadikan obyek foto. Nah, kalau kamu ke Bali, sebaiknya pas ada tradisi Mapeed aja! Yuk, pesan tiket pesawat dan hotel murah di Bali lewat Pegipegi! Selamat liburan!

pesan tiket pesawat murah ke bali cari hotel murah di bali

Foto: Shutterstock

Agar transaksi lebih mudah dan murah, yuk, instal aplikasi Pegipegi lewat Google Play atau App Store!

google-play

apps-store

 

 

 

Comments

To Top