Destinasi

Lokananta, Saksi Sejarah Musik Indonesia Yang Kian Usang

Travelers, apakah kamu tahu di mana letak studio rekaman tertua di Indonesia? Jawabannya bukan di Jakarta atau Bandung, lho!

Kota Batik, Solo, ternyata menjadi rumah bagi studio tertua di Indonesia, Lokananta. Berdiri di tahun 1958, Lokananta memegang peran penting dalam perkembangan industri musik Tanah Air.

Melalui Lokananta, Indonesia kala itu nggak cuma memiliki studio rekaman musik resmi pemerintah, tetapi juga produksi serta duplikasi piringan hitam hingga kaset audio yang laris di pasaran.

Musisi-musisi legendaris seperti Gesang, Titik Puspa, Waldjinah, Ismail Marzuki, Bubi Chen, Jack Lesmana, Bing Slamet hingga Idris Sardi lahir dan dibesarkan oleh Lokananta. Nggak cuma itu, musisi kekinian seperti White Shoes & The Couples Company, Glenn Fredly hingga Naif menjalani proses rekaman album-album hebatnya di studio ini.

Berada di bawah pengawasan langsung Perum Percetakan Negara, Lokananta turut punya andil terhadap keberlangsungan Radio Republik Indonesia (RRI). Mereka menjadi studio pertama yang menghasilkan materi siaran di 27 studio yang tersebar di seluruh Indonesia secara non komersial.

Nggak mengherankan jika Lokananta adalah pusatnya arsip musik Indonesia dengan 40 ribu lebih koleksi kaset hingga piringan hitam serta ratusan alat rekaman tersimpan rapi.

Jika dikonversi ke dalam Rupiah, kumpulan arsip musik di Lokananta bernilai milyaran. Maka, sangat disayangkan jika studio ini diterlantarkan begitu saja.

Jauh Dari Kata Layak

Dengan segala arsip yang sangat berharga serta kisah sejarah yang nggak lekang oleh waktu, nama Lokananta seharusnya selalu berada di depan ketika berbicara tentang musik Indonesia. Merujuk kepada studio besar dunia di Inggris, Abbey Road.

Namun, saat tim Pegipegi menyambangi Lokananta yang terletak di jalan Ahmad Yani 387, kondisinya jauh dari kata layak. Gedung bergaya art deco terlihat cukup usang dan nggak terawat dengan baik.

Makin memprihatinkan saat meniliki beberapa ruang pamerannya. Beberapa alat rekaman seperti mixer hingga vinyl player dibiarkan rusak, berdebu sehingga kesan nggak terawat muncul di dalam benak.

Menuju ke halaman belakang, hati makin teriris saat berbagai mesin cetak vinyl dan kaset dibiarkan terbengkalai. Sesekali gerombolan anak kecil bermain di sekitar alat-alat tersebut yang sudah dikepung dengan karat.

Hal yang sama juga hadir di ruangan penyimpanan arsip. Meski memiliki pendingin udara untuk menghindari panas berlebih, arsip berupa vinyl nggak bisa dibilang layak untuk disimpan di sana.

Cuma Ada Dua di Dunia

Tapi tenang, nggak seluruh bagiannya yang terbengkalai. Lokananta masih memiliki studio rekaman utama yang berfungsi dengan baik hingga sekarang.

Hadir di lahan seluas 21.500 meter, Studio Lokananta memiliki studio mixer yang langka. Saking langkanya, hanya Lokananta dan BBC di London, Inggris yang memiliki alat untuk mixing materi musik ini.

Menariknya, Studio utama Lokananta masih membuka sesi rekaman untuk umum, lho. Satu kali shift (6-7 jam), kamu hanya perlu merogoh kocek sekitar Rp 700 ribu, jauh lebih murah ketimbang kebanyakan studio di Jakarta.

Untuk fasilitas, setiap pelanggan bakal dibekali studio seluas lapangan futsal buat rekaman dan microphone. Jadi, kamu tinggal bawa alat musik saja dari rumah.

Selain studio musiknya, Lokananta juga membuka kesempatan buat kamu yang ingin mengoleksi vinyl maupun kaset dan CD dari para musisi legendaris. Semua bisa kamu pilih di toko souvenir dengan harga mulai dari Rp 50 ribuan.

Kini, Lokananta sudah tua dan sangat perlu perhatian khusus nggak cuma dari Pemerintah, tetapi juga generasi muda Indonesia. Kalau tidak, mungkin dalam beberapa masa ke depan, generasi baru akan kehilangan sejarah musik Tanah Air.

Mau liburan di Solo? Biar makin murah, jangan lupa booking tiket pesawat, atau beli tiket kereta api dan cari hotel Solo, di Pegipegi, ya!

Pesan Tiket Pesawat Solo Cari Hotel Murah di Solo Pesan Tiket Kereta Api Solo

Agar transaksi kamu lebih murah dan mudah, jangan lupa instal aplikasi Pegipegi lewat Google Play atau App Store, ya!

google-play

apps-store

(Visited 63 times, 1 visits today)

Comments

To Top