Tips

Liburan ke Luar Negeri, Jangan Bawa Barang-barang Ini!

Jalan-jalan ke luar negeri tentunya membuat traveler manapun bersemangat. Kesempatan menikmati suasana dan budaya yang berbeda dari negeri sendiri memang membuat penasaran ya.

Tapi, hati-hati ya travelers, jangan sampai kesempatan kamu berlibur ke luar negeri berubah menjadi mimpi buruk karena kamu harus berurusan dengan pihak imigrasi akibat membawa barang-barang terlarang. Beruntung kalau barang bawaan terlarang itu hanya disita petugas. Tapi, bukan tidak mungkin kamu harus membayar denda jutaan rupiah, atau bahkan terancam hukuman penjara!

Nah, supaya menghindari ancaman itu, ada baiknya kamu cari tahu dulu soal benda-benda yang dilarang masuk di seluruh dunia. Pegipegi sudah merangkumnya dari berbagai sumber:

Singapura – Permen Karet

gumballs

Sejak tahun 1992, pemerintah Singapura memang sudah melarang peredaran permen karet. Bukan hanya dilarang mengkonsumsi permen karet, pedagang tidak diperbolehkan menjualnya. Warga dan pengunjung pun dilarang membawa masuk permen karet dengan alasan kebersihan. Kalau kamu tertangkap membawa permen karet, bisa dipastikan bakal disita petugas.

Cina – Terong dan Cabai

Beberapa negara memang melarang pengunjung membawa masuk sayur-sayuran masuk ke negara mereka demi mencegah penyebaran penyakit asing. Namun, anehnya, senjata dan amunisi bisa bebas masuk melewati petugas imigrasi.

Amerika Serikat – Cokelat Telur Kinder Surprise

CNSPhoto-Schmidt-Kinder

Sedikit aneh memang, cokelat berhadiah mainan yang cukup terkenal di Indonesia ini dilarang masuk di AS. Namun, pemerintah AS memang sudah melarang peredaran permen cokelat berhadiah sejak 1938. Selain itu, menurut regulasi di sana, mainan yang menjadi hadiah dari permen atau cokelat manapun harus aman untuk anak berbagai usia. Sedangkan mainan di Kinder Surprise tertulis aman untuk anak usia 3 tahun ke atas. Bukan main-main lho, travelers, kamu harus siap merogoh kocek hingga 2.500 dolar PER TELUR jika tertangkap membawa cokelat ini.

Selandia Baru – Alat Musik

Kamu tidak diizinkan membawa masuk alat musik apapun ke Selandia Baru. Jika kamu beruntung tidak ketahuan membawa alat musik ke sana, pastikan kamu tidak meninggalkannya. Karena pemerintah Selandia Baru telah menginstruksikan kepada pihak hotel di penjuru negeri untuk mengecek dengan detil apakah tamu-tamu mancanegara mereka meninggalkan alat musik.

Nigeria – Kasa Nyamuk

mosquito net

Mengingat Nigeria termasuk negara dengan risiko terkena penyakit malaria yang cukup tinggi, masuk akal jika beberapa wisatawan terpikir membawa kasa nyamuk untuk menghindari penyakit tersebut. Sayangnya, pemerintah Nigeria justru melarang wisatawan mancanegara membawa kasa nyamuk yang bisa digunakan untuk melindungi dari serangan nyamuk.

Jerman, Italia dan Prancis – Barang-barang Imitasi/Bajakan

Replica-Designer-Handbags

Barang-barang imitasi atau bajakan bukan hal aneh di Indonesia. Tentu kamu sering dong melihat tas merek Gucci atau Chanel yang dijual dengan harga ‘miring’, atau baju-baju replika desainer ternama dunia. Tapi, kalau kamu termasuk konsumen barang-barang bajakan ini, lebih baik tinggalkan dulu semua itu saat bepergian ke Eropa, terutama Jerman, Italia dan Prancis. Pasalnya, pemerintah negara-negara ini siap menindak keras wisatawan yang membawa barang-barang bajakan.

Di Jerman, jika tertangkap kamu harus mengeluarkan uang hingga 1500 euro. Uang ini digunakan untuk menanggung biaya pengacara serta menanggung biaya penghancuran barang. Bukan hanya itu, kamu juga harus menandatangani perjanjian untuk tidak membeli barang-barang imitasi.

Sanksi ini terbilang lebih ringan dibandingkan yang dijatuhkan pemerintah Italia dan Prancis lho. Di Italia kamu bisa merogoh kocek hingga 10 ribu euro untuk membayar denda. Sementara, di Prancis kamu bahkan terancam hukuman penjara 3 tahun jika tertangkap memakai barang bermerek bajakan.

 

Mau cari hotel untuk liburan di luar negeri? Langsung aja kunjungi Pegipegi yuk! 

 

(Visited 5,613 times, 1 visits today)

Comments

Click to comment

Comments

To Top