Kuliner

Mencicipi lezatnya Durian Merah Banyuwangi

Daging buah durian merah banyuwangi

Suka durian? Kalo gitu kamu wajib cicipi durian cantik yang nikmat ini, durian merah Banyuwangi. Disebut durian merah karena emang dagingnya berwarna merah, travelers. Ya nggak merah-merah amat sih. Lebih ke arah merah jambu alias pink tapi ada juga yang merah kekuningan atau orange.

Durian Merah Banyuwangi

foto: durian-mer.blogspot.com

Asal kamu tau aja, durian merah khas Banyuwangi adalah sejenis buah endemik yang artinya tidak bakal kamu temukan di tempat lain selain Banyuwangi. Itu juga nggak semua wilayah Banyuwangi, travelers. Durian merah Banyuwangi hanya akan kamu jumpai di 5 kecamatan, yaitu Kecamatan Giri, Kecamatan Kalipuro, Kecamatan Glagah, Kecamatan Licin dan Kecamatan Songgon. Sebenarnya gimana sih awal mula ditemukannya buah tropis yang eksotik ini? Trus kenapa buah durian merah Banyuwangi cuma ada di 5 kecamatan aja?

Kisah si cantik berduri durian merah dari Banyuwangi

Kalo dilihat dari kulitnya, durian merah Banyuwangi nyaris sama dengan durian pada umumnya, yaitu kuit kuning tebal dengan banyak duri di sekelilingnya. Bentuknya lebih kecil, tapi dagingnya hmmm .. lebih tebal dan lembut di lidah. Trus baunya juga nggak terlalu menyengat karena kadar alkoholnya lebih rendah sehingga aman buat kamu yang mengidap darah tinggi.

Awalnya, durian merah Banyuwangi hanya ditemukan di satu tempat aja. Yaitu di Desa Kemiran Banyuwangi tahun 1997 di sebuah kebun milik penduduk setempat yang bernama Bapak Serad. Itu pun cuma satu pohon aja, travelers. Bapak Serad mengaku, pohon durian merah miliknya adalah peninggalan nenek moyang yang diwariskan secara turun menurun sejak masa Kerajaan Blambangan.

Menurut cerita Pak Serad, durian merah di kebunnya akan jatuh sendiri kalo udah matang di tengah malam. Kalo pohon durian merah Pak Serad udah berbuah para pedagang buah seantero Banyuwangi akan berbondong-bondong datang ke rumahnya, bahkan sampe nginap demi menunggu jatuhnya si buah durian idaman.

Kamu mungkin pernah baca kalo durian merah nggak hanya tumbuh di Banyuwangi. Tapi juga di beberapa daerah lain seperti Kalimantan, Papua dan Malaysia. Tapi durian merah di kebun Pak Serad kala itu tetap diincar oleh para penggemar durian karena rasanya lebih lezat. Katanya sih perpaduan antara manis, gurih, legit dan asin yang campur aduk jadi satu, travelers. Nah, jadi ngiler kan? Sama, Pegipegi juga.

Rasa khas durian merah Banyuwangi konon nggak lepas dari kondisi geografis wilayah Banyuwangi yang unik. Banyuwangi memang kaya akan pantai-pantai cantik karena teletak di tepi Laut Selatan Jawa. Trus di sebelah utaranya berdirilah dengan gagah sebuah gunung berapi yang masih aktif yaitu Gunung Ijen. Sulfur atau belerang dari Kawah Ijen meresap masuk ke dalam tanah bersama garam dari laut sehingga menjadi nutrisi buat pohon durian merah Banyuwangi untuk tumbuh dan menghasilkan rasa yang tiada duanya.

Durian merah Banyuwangi tidak mudah dibudidayakan

Melihat bentuknya yang unik dan rasanya yang lezat, terbersitlah ide warga setempat untuk membudidayakan durian merah Banyuwangi untuk dijadikan komoditas pertanian yang menguntungkan itu. Tapi usaha budidaya tampaknya enggak mudah, travelers. Sampai tahun 2007 baru ada tiga batang pohon durian merah Banyuwangi yang telah produktif/ berbuah. Ini karena sebatang pohon durian merah tidak akan langsung berbuah ketika tanaman sudah berusia dewasa seperti pohon buah lainnya, travelers.

Diperlukan waktu selama 12 tahun untuk dapat menikmati buah durian merah. Dan rekayasa pertanian berhasil mempersingkat waktu berbuah durian merah dari 12 tahun menjadi 5 tahun. Upaya ini kemudian menampakkan hasil tahun 2014 lalu karena saat itu itu jumlah pohon durian merah Banyuwangi udah mencapai 200 batang dan sebagian besar telah produktif.

Upaya percepatan waktu berbuah durian merah dengan rekayasa pertanian ini mau nggak mau membuat durian merah sedikit kehilangan originalitasnya, travelers. Karena salah satu teknik yang digunakan adalah dengan cara menyambung cabang pohon durian merah Banyuwangi dengan batang induk durian jenis biasa.

Pada saat mulai dibudidayakan terungkap juga kalo durian merah Banyuwangi memiliki 3 varian yang berbeda. Ada durian grafika yang dagingnya punya 3 warna, yaitu merah, putih dan kuning. Trus ada durian merah pelangi dengan daging berwarna kuning dan merah. Yang terakhir adalah durian merah blocking yang dagingnya berwarna merah seluruhnya.

Durian merah Banyuwangi terkenal sampai luar negeri

Dan memang benar, travelers, durian merah Banyuwangi disambut dengan membahana oleh masyarakat di Tanah Air dan luar negeri. Salah satu negara penggemar berat durian merah Banyuwangi adalah Singapura, disusul dengan Malaysia dan Brunei Darussalam.

Daging buah durian merah banyuwangi

foto: durian-mer.blogspot.com

Para petani durian merah Banyuwangi akhirnya dapat menikmati hasil manis dari durian merah Banyuwangi yang udah mereka tanam bertahun-tahun. Ini semua tak lepas dari tingginya harga jual ekspor durian merah Banyuwangi yaitu sekitar Rp 400 ribu per biji. Wuowww .. ! Harga yang selangit rupanya nggak menyurutkan minat konsumen Singapura buat membeli durian merah Banyuwangi, karena permintaan terhadap buah ini meningkat sejak pertama kali diekspor di tahun 2014.

Jauh sebelum itu, durian merah Banyuwangi udah terkenal di kalangan wisatawan lokal dan daya pikat tersendiri buat kota di paling ujung Propinsi Jawa Timur. Durian merah Banyuwangi juga turut berperan mengangkat obyek wisata lainnya di Banyuwangi yang bisa kamu kunjungi di sela-sela perburuanmu mencari durian merah Banyuwangi.

Bibit durian merah Banyuwangi harganya selangit

Beberapa pedagang durian merah Banyuwangi menerapkan ‘kebijakan’ yang cukup strict agar buah berduri ini hanya akan selamanya ada di Banyuwangi dan tidak tumbuh di tempat lain. Para wisatawan yang membeli durian merah Banyuwangi harus memakannya sampai habis di lokasi dan mereka nggak boleh membawa pulang bijinya.

Waduh .. trus gimana kalo mabuk karena kebanyakan makan durian merah Bnayuwangi, travelers? Eko Mulyanto, Ketua Pusat Penelitian dan Pengembangan Durian Merah Banyuwangi, punya tips jitu buat kamu.

Menurut Mas Eko, durian merah atau durian jenis apapun yang dimakan lebih dari 6 jam sesudah dipetik memang akan membuat orang yang memakannya merasa pusing alias mabuk duren. Supaya nggak pusing, Mas Eko menyarankan agar kita memakan 3-4 buah manggis dulu sebelum makan durian biar anti mabuk meski melahap 10 durian sekaligus.

Meski nggak boleh membawa pulang bijinya, kamu boleh kok membeli bibit durian merah buat ditanam di rumah. Tapi kamu musti siapin bujet yang nggak sedikit karena harganya fantastis, travelers. Bibit durian merah Banyuwangi yang tingginya 30 cm dijual dengan harga Rp 75 ribu per batang. Makin tinggi bibit durian merah ini, makin mahal juga harganya. Bahkan bisa sampai Rp 1,5 juta buat satu bibit durian merah setinggi 1,5 meter.

Aduhhh dah nggak sabar banget rasanya main ke Banyuwangi, main ombak di Pantai Pulau Merah trus makan durian merah Banyuwangi dulu sebelum pulang. Tapi ada nggak ya hotel atau penginapan yang tarifnya terjangkau di sana? Nggak usah khawatir, travelers. Sekarang kamu siapin aja baju-baju dan perlengkapan mandimu. Trus hubungi Pegipegi.com sekarang karena kami yang akan mengurus semuanya buat kamu.

 

(Visited 5,350 times, 4 visits today)

Comments

To Top