Event & Festival

Lebih Dekat dengan Arwah Leluhur Lewat Sembahyang Rebutan

Awal bulan September ini jadi momen yang spesial bagi warga Tionghoa di seluruh Indonesia. Ya, tepat tanggal 15 bulan 7 penanggalan Imlek, tradisi Sembahyang Rebutan digelar lagi.

Hadir sekali dalam setahun, Sembahyang Rebutan atau yang juga dikenal sebagai Festival Cioko punya arti tersendiri, khususnya bagi umat Khonghucu. Mereka menggunakan upacara ini untuk mendekatkan diri kepada para leluhur.

Menurut kepercayaan yang mereka anut, pada momen ini, pintu neraka (Gui Men Guan) terbuka lebar. Banyak arwah penasaran yang datang ke dunia untuk mencari bantuan dari manusia.

Foto: tradisitridharma

Mereka diberikan kebebasan oleh sang Pencipta untuk mencari keringanan atas dosa-dosa yang mereka tanggung saat tiada dulu. Sehingga, ritual ini pun juga dikenal sebagai Festival Hantu.

Namun, secara positif, para penganutnya percaya bahwa Sembahyang Rebutan bertujuan untuk menjauhkan umat manusia dari marabahaya. Entah itu secara jasmani, atau secara rohani.

Asal Nama Rebutan

Pada setiap penyelenggaraanya, Sembahyang Rebutan selalu menghadirkan berbagai macam sesaji yang disediakan oleh para keluarga. Mulai dari makanan, buah-buahan hingga jajanan pasar digelar sebagai persembahan mereka buat arwah para leluhur.

Foto: tradisitridharma

Dalam setiap doa pada Sembahyang Rebutan yang ditujukan kepada para arwah leluhur, keluarga berharap agar mereka mendapatkan tempat yang layak  di peristirahatan yang tenteram dan mencapai hentian mulia.

Usai didoakan, sesaji yang sudah disiapkan pun dibagi kepada masyarakat luas, khususnya para fakir miskin. Nggak heran sih, ritual ini diberi nama Sembahyang Rebutan.

Beda Daerah, Beda Tradisi

Lantaran memiliki komunitas Tionghoa yang cukup besar, Sembahyang Rebutan digelar di banyak daerah di Indonesia, seperti Jakarta, Semarang, Pontianak, Bangka Belitung, Bali dan Palembang. Menariknya, berbagai tradisi digelar pihak penyelenggara Sembahyang Rebutan untuk mengajak. nggak cuma bagi yang merayakan, tetapi juga warga sekitar buat berpartisipasi.

Salah satunya di Jakarta. Kelenteng Hian Thian Siang Tee di kawasan Palmerah sukses menggelar Sembahyang Rebutan, Selasa (5/9) di mana ada ratusan orang mengantre buat berebut hasil bumi seperti (beras, mie, bihun, kue, buah-buahan).

Foto: tradisitridharma

Nggak cuma itu, para umat yang menjalani ritual juga membakar sesajian seperti uang-uangan, baju-bajuan hingga rumah-rumahan dari kertas dalam acara yang berlangsung pada siang hari ini.

Hal yang sama juga hadir di kota Pontianak, Kalimatan Barat. Beberapa kelenteng membuka gerbang utama warganya dan mempersilahkan warga menikmati sesaji yang sudah didoakan untuk para leluhur. Yang menarik, pada tiap baki makanan, tertancap bendera kertas berwarna merah muda, hijau, kuning dan biru yang mencuri perhatian.

Nah, yang heboh ada di Bangka Belitung. Festival Sembahyang Rebutan dihibur oleh musisi ibukota, digelar di Kelenteng Setia Bhakti Koba, Sembahyang Rebutan kedatangan band pop melayu, Armada hingga si cantik, Aura Kasih. Seru, deh!

Foto: esont

Mau ikutan beritual? Sekalian liburan! Supaya bujet traveling kamu terjangkau, ayo pesan tiket pesawat, tiket kereta api, dan hotel murah di Pegipegi!

pesan tiket pesawat murah  pesan tiket kereta api murah  cari hotel murah

Agar transaksi kamu lebih murah dan mudah, jangan lupa instal aplikasi Pegipegi lewat Google Play atau App Store, ya!

google-play

apps-store

(Visited 300 times, 2 visits today)

Comments

To Top