Kuliner

Lagi di Surabaya? Mampir dulu makan rujak cingur, yuk!

rujak cingur 2

Selain disebut sebagai Kota Pahlawan, Surabaya juga gudangnya kuliner tradisional yang selalu sukses memanjakan lidah travelers yang sedang liburan ke sana. Nah, kalo kebetulan kamu lagi di Surabaya dan ingin makan yang segar-segar, kenapa nggak cobain rujak cingur? Bener banget! Panganan khas dari Jawa Timur ini sudah populer banget, lho, dan rugi berat kalo kamu nggak mencicipinya. Biar makin mantep, yuk kita ulik lebih dalam lagi tentang rujak cingur.

Rujak cingur

tokomesin.com

Yang khas dari rujak cingur

Memang benar kalau rujak cingur sudah terkenal sebagai makanan khas dari Surabaya, tapi kalau tahu arti yang sebenarnya, mungkin kamu berpikir kalo kuliner ini agak sedikit ekstrim. Begini ceritanya, kalo dirunut dari bahasa Jawa, cingur ini artinya ‘mulut’ dan mulut yang digunakan untuk menu rujak dari Surabaya adalah mulut sapi atau yang kita kenal sebagai moncong sapi. Jadi, moncong sapi inilah yang dijadikan sebagai salah satu bahan utama dan yang bikin khas dari rujak cingur.

Moncong sapi ini diolah sebagai campuran rujak dengan cara direbus terlebih dulu. Para penjual juga menggunakan bahan berbeda-beda. Ada yang berani menggunakan cingur secara utuh di bagian 2 lubang hidung sapi dan mulutnya, tapi ada juga penjual yang memberi alternatif lain, yaitu dengan menyajikan bagian sapi lain, yaitu kaki dan kulit atau disebut dengan kikil.

Lezatnya rujak cingur ala Surabaya

Jangan berpikir aneh dulu ya setelah tahu salah satu bahan utama untuk membuat rujak cingur itu moncong sapi karena sekali mencicipi menu yang satu ini, dijamin kamu bakal ketagihan. Gimana nggak? Dalam satu pincuk atau piring, isiannya komplit banget. Sebut saja kangkung, kacang panjang, krai atau sejenis timun khas Jawa Timur, dan kecambah. Ada juga tambahan bengkoang, tahu goreng, tempe goreng, lontong, ketimun muda, mangga muda, nanas dan kedondong.

Bumbu yang digunakan untuk membuat rujak cingur juga lengkap, seperti petis udang yang gurih, pisang klutuk muda untuk menambah rasa sepet dari rujak, asam jawa, terasi, gula merah, garam, bawang putih, kacang goreng, dan cabai rawit. Campuran bumbu yang berwarna kehitaman ini pun menghasilkan aroma rujak cingur yang khas dan harum. Suara kriuk-kriuk dari kerupuk sebagai pelengkap juga makin membuatmu semangat menghabiskannya.

Saat mencicipi rujak cingur, kamu bisa menemukan rasa manis, asam, dan pedas. Bumbu petisnya juga membuatmu ingin terus melahapnya. Tidak hanya itu, jika semua bumbu, buah-buahan, sayuran serta cingur yang telah direbus diaduk bersama, kombinasi rasanya pun jadi semakin nikmat.

Kalau kamu lagi di Surabaya, mungkin nantinya penjual akan tanya, rujak cingurnya matengan (dari kata matang) atau biasa. Nggak usah bingung ya. Maksud dari matengan adalah rujak cingur ini disajikan dengan bahan-bahan yang sudah matang, seperti sayuran, tempe goreng, tahu goreng, lontong, dan bendoyo yang sudah direbus dan tanpa buah-buahan. Nah kalau kamu bilang biasa, berarti kamu akan dapat rujak cingur komplit, mulai dari buah dan sayurannya.

rujak cingur 2

siteknonusantara.com

Tapi tetep, kedua jenis rujak cingur tersebut disajikan dengan bumbu petis khas Surabaya yang bikin lidah ingin terus bergoyang. Semua ini selera masing-masing penikmat kuliner saja karena tidak semua orang suka menambahkan buah saat menyantap rujak cingur. Jadi, kamu bisa memilih mana yang disukai, mau yang matengan atau biasa.

Memang ada begitu banyak penjual rujak cingur di Surabaya dan sekitarnya, tapi kamu mesti pilih-pilih kalau mau mampir karena ada saja penjual yang mengaku menggunakan moncong sapi tapi faktanya hanya menambahkan kikil saja. So, jangan sampai tergiur harga murah ya. Lebih baik cari tempat yang memang direkomendasikan oleh teman-temanmu atau memang sudah dikenal luas sebagai penjual rujak cingur asli. Oke?

 

(Visited 1,134 times, 1 visits today)

Comments

To Top