Kuliner

Sudah mencoba kuliner lezat khas Yogyakarta ini?

Sate Klathak

Yogyakarta, salah satu destinasi wisata andalan di Indonesia tak hanya menyimpan segudang keindahan alam, tapi juga populer dengan memiliki berbagai kuliner yang siap menggoyang lidah traveler. Deretan pantai, bangunan-bangunan bersejarah peninggalan keraton masa lampau sampai sejumlah candi yang menjadi saksi kerajaan hindu sukses memikat jutaan pengunjung setiap tahunnya. Tapi, tidak hanya karena banyaknya opsi tujuan wisata, Yogyakarta juga selalu bikin para pelancong rindu berkat kekayaan kuliner yang khas.

Bakpia serta gudeg termasuk makanan yang wajib kamu coba saat nge-trip ke Yogyakarta. Tapi tahu nggak sih, kota dengan luas mencapai 1,230 mil2 ini masih menyimpan segudang kuliner ikonik yang dijamin bikin kamu nyesel kalau melewatkannya.

Saking banyaknya pilihan jenis makanan, mulai dari makanan pagi hingga malam, Yogyakarta masuk dalam salah satu kota dengan kuliner terkaya di Indonesia. Pengalaman menyantap makanan khas Kota Pelajar memang tak ada habisnya.

Buat traveler yang masih bingung dengan keanekaragaman masakan Yogyakarta, pegipegi kasih kamu lima kuliner andalan yang wajib dicoba. Yuk simak!

  1. Gudeg
Gudeg Jogja

foto: kuliner.panduanwisata.id

Siapa sih yang tidak tahu gudeg? Seperti yang sudah disinggung di atas, penganan yang satu ini memang melekat banget dengan Yogyakarta. Kata orang, tak lengkap kalau ke Yogya tanpa mencicipi makanan yang satu ini.

Gudeg adalah makanan yang berbahan utama nangka muda yang dimasak dengan santan. Meski bahannya sederhana, pembuatan gudeg butuh waktu lama hingga berjam-jam supaya mendapatkan cita rasa yang khas. Gudeg disajikan dengan makanan lainnya seperti telur, tahu, ayam dan yang paling khas yaitu sambal goreng krecek.

Oya, gudeg ini punya tiga jenis loh, pertama gudeg basah yang disajikan dengan kuah santan yang gurih. Lalu ada pula gudeh kering. Untuk memasak gudeg kering ini butuh waktu lebih lama dari biasanya hingga kuah santan mengering dan warnanya lebih kecokelatan dengan rasanya lebih manis. Terakhir, mungkin jarang kamu dengar adalah gudeg manggar. Jika gudeg pada umumnya terbuat dari daging nangka muda, maka gudeg manggar ini berbahan bunga kelapa. Sayangnya, gudeg jenis ini sudah jarang ditemukan di Yogyakarta.

Karena gudeg termasuk makanan andalan Yogya, kamu bisa dengan mudah menemukan penjual di hampir setiap sudut kota. Tapi, ada beberapa warung gudeg yang sudah terkenal di kalangan pecinta wisata kuliner.

Gudeg Pawon misalnya, yang menjadi tujuan para pelancong saat ingin menyantap gudeg tengah malam, lantaran warung ini bukan mulai pukul 22:30 WIB. Selain menyantap rasa gudeg yang istimewa, kamu juga bisa mendapat pengalaman makan berbeda di sini, dengan menyantap sepiring nasi putih panas lengkap dengan gudeg dan daging ayam atau telur persis di pawon atau dapur si pemilik.

Satu lagi gudeg yang memiliki cita rasa khas, yakni Gudeg Yu Djum. Warung gudeg yang sudah turun termurun hingga generasi keempat ini populer dengan gudeg keringnya. Gudeg Yu Djum juga kerap dijadikan oleh-oleh yang penyajiannya bisa kamu pilih, di dalam besek atau yang lebih unik lagi dengan menggunakan kendil.

Buat kamu yang penasaran ingin menyaksikan pembuatan gudeg secara langsung, adalah pilihan tepat datang ke Gudeg Yu Djum ini. Nggak cuma itu, kamu bahkan bisa terlibat dalam proses membuat gudeg loh.

  1. Angkringan
sate angkringan

foto: bingkaipetualang.wordpress.com

Bicara soal angkringan, nama Angkringan Lik Man tampaknya sudah nggak asing lagi di telinga traveler. Maklum, angkringan ini merupakan yang paling legendaris karena disebut-sebut sebagai cikal bakal menjamurnya warung angkringan di Yogyakarta.

Angkringan Lik Man pertama kali beroperasi pada 1950 oleh ayahnya, Mbah Pairo, yang kemudian diturunkan kepada putranya 16 tahun kemudian. Mengingat eksistensi angkringan Lik Man yang sudah lumayan lama, nggak heran warung ini selalu ramai dipadati pengunjung. Mulai dari anak muda hingga orang dewasa kerap menjadikan angkringan Lik Man sebagai tempat nongkrong santai atau bahkan diskusi masalah yang lebih serius.

Nggak banyak perbedaan soal menu yang dijajakan di angkringan Lik Man. Sego kucing dengan berbagai pilihan lauknya masih menjadi menu wajib di sini, hanya saja ada satu yang khas yaitu kopi joss. Kopi panas yang dicampur arang ini diyakini memiliki kadar kafein lebih rendah, karena telah dinetralisir oleh arang tersebut.

Kalau kamu penasaran ingin menikmati kopi joss-nya yang melegenda atau sekadar ngobrol dengan kawan lama, bisa datang mengunjungi angkringan yang lokasinya tak jauh dari Stasiun Tugu.

  1. Sego Pecel
sego-pecel-bu-wiryo-yogyakarta

foto: jenzcorner.net

Sego pecel atau nasi pecel termasuk salah satu kuliner yang wajib kamu coba di Yogyakarta dengan bahan utama campuran berbagai jenis sayuran seperti tauge, bayam, kangkung, kacang panjang yang dikukus kemudian disiram bumbu kacang.

Sego Pecel Bu Wiryo atau yang lebih dikenal dengan singkatan SGPC ini termasuk paling populer di Kota Pelajar. Kelebihan sego pecel yang satu ini adalah perpaduan rasa manis dan pedas pada bumbu kacangnya yang pas. Untuk pilihan lauknya pun beragam, seperti tempe, tahu, telur mata sapi, dan lainnya.

Kalau kamu tertarik menjajal sego pecel legendaris ini, silakan datang ke warungnya yang terletak di kawasan kampus Universitas Gadjah Mada. Oya, acara santap makan kamu juga bakal ditemani live music loh.

  1. Sate Klathak
Sate Klathak

foto: www.jogjasiana.net

Bagi pecinta sate, maka kamu wajib mencoba sate klathak Pak Pong di Jalan Imogiri Timur, Bantul. Kenapa? Karena sate berbahan utama kambing ini memiliki rasa unik dan khas yang bakal memanjakan lidah kamu.

Bumbu sate klathan ini cukup sederhana, karena si penjual hanya mencampur garam, merica dan kecap sebagai perasa daging kambing. Tapi justru bumbu inilah yang membuat sate klathak terasa gurih.

Tusukan sate yang menggunakan jeruji besi sepeda membuat daging kambing matang merata hingga ke dalam, sehingga terasa begitu empuk saat lumer di mulut, apalagi ditambah nasi hangat dan kuah gulai.

  1. Oseng Mercon
oseng oseng mercon

foto: aistransjogja.wordpress.com

Mendengar namanya saja, pasti sudah terbayang rasa pedasnya oseng mercon ini. Dalam beberapa tahun terakhir, makanan yang satu ini banyak dijual di Yogyakarta dan langsung jadi primadona terutama para pecinta masakan pedas.

Oseng-oseng ini terbuat dari campuran daging sapi, kikil, dan lemak yang dimasak dengan cabai rawit. Haram hukumnya mencicipi makanan ini buat kamu yang nggak suka pedas, karena Bu Narti mencampurkan 2kg cabai rawit untuk 10 kg daging, sehingga cucuran keringat pasti membanjiri wajah kamu saat rasa pedasnya meledak di mulut.

Bagi pelancong yang ingin merasakan sensasi pedasnya oseng mercon, melangkahkan kaki ke Jl Ahmad Dahlan untuk menjajal Oseng Mercon Bu Narti wajib dilakoni. Warung kaki lima yang beroperasi mulai sore hingga malam ini selalu ramai dipadati pengunjung, tapi kamu tak perlu khawatir karena di sini disediakan tempat duduk lesehan atau di dalam tenda kaki lima.

  1. Mangut Lele
Mangut Lele Mbah Marto

foto: antara

Kuliner satu ini memang tak sepopuler gudeg, tapi ternyata penggemarnya yang fanatik juga tak sedikit, travelers. Para penggemar mangut lele ini rela ‘berburu’ sampai ke dekat kampus ISI, yang cukup jauh dari pusat kota Yogyakarta. Mangut Lele Mbah Marto, nama rumah sederhana yang berfungsi sebagai watung ini, selalu dipadati oleh pengunjung dari pukul 10 pagi hingga jam 4 sore. Setiap pengunjung bebas mengambil sendiri menu yang diinginkan. Karena suasanya rame, kerap kali terlihat seperti berebut.

Apa yang membuat mangut lele Mbah Marto begitu istimewa? Selain rasa lezatnya yang khas, ternyata juga cara memasaknya yang serba tradisional menjadi daya tarik tersendiri. Mangut Lele di sini dimasak dengan memakai tungku di atas kayu bakar, sehingga aromanya lebih sedap. Di rumah yang sekaligus warung tersebut, pengunjung dapat melihat proses memasak Lele di dapur Mbah Marto. Di dapur ini, juga ada semacam dipan bambu tempat panci-panci berukuran besar diletakkan. Panci ini berisi berbagai macam lauk pauk dan sayuran, dari gudeg, opor, sayur godhong kates (daun pepaya), krecek, mangut lele, ati ampela, sampai tahu tempe dan banyak jenis lauk lainnya.

Untuk travelers yang udah ngeces nggak sabar pengen nyobain mangut lele Mbah Marto, bisa datang langsung ke Dusun Nengahan, Ngiri-Ngiri, Panggungharjo, Sewon, Bantul. Tak perlu takut tersesat, karena banyak papan penunjuk bertuliskan “Mangut lele dan sego gudeg pawon Mbah Marto”. Selain itu, kamu juga dapat bertanya ke warga setempat, dijamin anti tersesat.

Kuliner Yogyakarta memang selalu ngangenin, travelers. Dan buat kamu yang belum mencobanya, wajib banget nyobain saat kamu jalan-jalan keliling Yogyakarta. Rencanakan liburanmu dengan memesan tiket pesawat dan booking hotel Yogyakarta di pegipegi.com!

(Visited 1,882 times, 3 visits today)

Comments

To Top