Kuliner

Kuliner 24 jam di Ubud

World_Asia_Terraced_Rice_Paddies___Ubud_Area___Bali___Indonesia_Wallpaper

Bicara soal Bali memang tidak ada habisnya. Walaupun sudah dianggap destinasi  liburan ‘mainstream’ di Indonesia, tapi nyatanya memang Pulau Dewata ini menyajikan keindahan dan hiburan yang tidak ada habisnya.

Ubud termasuk salah satu daerah yang paling populer di kalangan wisatawan Bali. Apalagi sejak dirilisnya film ‘Eat, Pray, Love’ yang dibintangi Julia Roberts dan Javier Bardem.

Salah satu daya tarik Ubud yang tidak bisa disangkal adalah ragam kulinernya yang begitu menggoda. Mulai dari hidangan tradisional, internasional sampai kudapan, hampir semuanya seolah memanggil-manggil kamu untuk mencicipinya.

Anggaplah kamu hanya punya waktu 24 jam di Ubud sebelum menjelajah daerah lain. Tentu kamu ingin memastikan bahwa kuliner-kuliner yang kamu datangi meninggalkan kesan mendalam. Nah, ini dia beberapa tempat makan di Ubud yang layak dicoba berdasarkan pengalaman penulis.

Sarapan Pagi (09.00 – 10.00)

Setelah istirahat yang cukup semalam, tentu kamu sudah siap menjelajah Ubud selama satu hari penuh. Untuk mendapat energi yang cukup, ada baiknya mencari sarapan yang lezat dan penuh gizi. Hanya ada satu tempat yang terbersit dalam pikiran, yaitu Nasi Ayam Kedewatan Ibu Mangku.

Tempat makan ini kabarnya sudah ada sejak pertengahan tahun ’70-an. Terletak di Jl. Kedewatan, rumah makan ini sering sekali penuh sesak oleh pengunjung, terutama saat makan siang. Kamu hanya membutuhkan 10 menit berkendara dari Jalan Monkey Forest dan Istana Ubud untuk mencapai rumah makan Nasi Ayam Ibu Mangku. Kalau kesulitan mencari tempatnya, kamu bisa bertanya pada warga Ubud yang kamu temui di jalan, karena tempat makan ini memang sudah tersohor.

Area rumah makan ini cukup luas. Kamu bisa memilih tempat di dalam ruangan atau di salah satu bale yang tersebar di sana. Kalau kamu datang di pagi hari, rumah makan ini belum terlalu ramai. Jadi, kamu bisa menikmati sarapan sambil meresapi suasana tenang khas pedesaan Bali.

Nasi-Ayam-Kedewatan-Ibu-Mangku

Di rumah makan Nasi Ayam Ibu Mangku kamu hanya akan menemukan menu khasnya, yaitu nasi ayam. Tapi tenang saja, kamu tidak akan kecewa. Menu ini terdiri dari nasi putih, ayam goreng suir, jeroan, kacang goreng, urap dan sate lilit. Rasanya? Sedikit pedas dan sangat lezat! Apalagi ditambah segelas es jeruk segar. Nyam!

Harganya pun tidak terlalu mahal. Seporsi nasi ayam komplit dibanderol Rp20.000. Sementara untuk minumannya, selain jus, rata-rata dihargai Rp5.000.

Camilan pagi (10.00 – 12.00)

Kenyang dengan hidangan Ibu Mangku yang lezat, kamu bisa berjalan-jalan sebentar sambil menunggu makan siang. Tapi, jalan-jalan tentunya tidak lengkap kalau tidak mencicipi berbagai makanan ringan dong!

img_4937

Kalau kamu mengarah ke Jl. Raya Ubud dan Jalan Monkey Forest, di sana kamu akan menemukan beberapa gerai Gelato Secrets yang layak dicoba. Entahlah apakah Gelato Secrets benar-benar menyimpan rahasia kelezatan gelato, tapi yang jelas rasa setiap menunya sungguh kreatif dan menggoda. Mulai dari “Pumpkin Hazelnut”, “Chocolate Chili”, “Peanut Butter” sampai “Gingerbread”.

Walaupun harganya lebih mahal dari seporsi nasi ayam, tapi sepadan dengan rasanya kok. Kalau kamu melihat gerai-gerainya yang berwarna pink cerah ceria, sepertinya sulit menyingkir dari godaan Gelato Secrets ini.

Makan Siang (12.00 – 14.00)

Jalan-jalan membuat perut kamu lapar lagi? Tidak perlu khawatir, travelers. Warung Babi Guling Ibu Oka siap menyambut perut lapar kamu. Warung makan yang terletak di Jl. Tegal Sari (kira-kira 200m sebelah utara persimpangan Jl. Raya Ubud-Jl. Suweta-Jl. Monkey Forest. Kamu harus masuk ke dalam gang kecil, tapi jangan takut tersesat, karena banyak sekali papan petunjuk menuju warung babi guling yang sudah terkenal sampai mancanegara itu. Konon, wisata kuliner di Bali belum lengkap kalau tidak mencicipi Warung Babi Guling Ibu Oka.

ubud_ibu_oka_babi_guling

Menu yang direkomendasikan di tempat makan ini adalah nasi dengan Babi Guling Pisah atau Babi Guling Spesial di mana kamu akan mendapat beberapa macam menu yang ada di sana, antara lain kulit Babi Guling, babi gulung, daging goreng, sosis darah, sayuran dan nasi.

Kamu juga bisa memesan menu gorengan yang berisi babi goreng suir berlapis tepung terigu. Menu ini cocok untuk dinikmati beramai-ramai kalau kamu datang dengan keluarga atau teman-teman. Harga hidangan di Warung Babi Guling Ibu Oka berkisar antara Rp15.000 (sayur asam) hingga Rp60.000 (Babi Guling Pisah).

Patut dicatat, tempat makan ini biasanya tutup sekitar pukul 3 sore. Jadi kamu harus cepat-cepat datang supaya tidak kehabisan.

Untuk kamu yang Muslim dan tidak boleh mengonsumsi daging babi, kamu bisa mencoba menu andalan Ubud lainnya, yaitu Bebek Bengil. Seperti halnya Warung Babi Guling Ibu Oka, Bebek Bengil sudah sangat dikenal turis mancanegara maupun lokal. Walaupun tempat makan ini sudah membuka cabang di Jakarta, tentu sensasinya akan berbeda kalau kamu makan di tempat aslinya. Apalagi, restoran Bebek Bengil juga punya taman kecil yang indah di dalamnya.

IMG_4237

Terletak di Jl. Hanoman, Padang Tegal, restoran ini berada tepat di ujung persimpangan menuju Jl. Monkey Forest.

Menu yang harus kamu coba tentu saja adalah Bebek Bengil, yaitu bebek goreng crispy setengah ekor yang dilapisi berbagai rempah khas Indonesia. Lupakan dulu manikur kamu saat memakan hidangan ini, karena Bebek Bengil akan terasa lebih lezat saat kamu menyantapnya dengan tangan. Satu porsi Bebek Bengil juga dilengkapi dengan kentang rebus dan salad atau nasi dan sayuran khas Bali (tergantung pilihan kamu).

Berburu oleh-oleh sambil menikmati camilan sore (14.00 – 18.00)

Wah, perut sudah kenyang dengan berbagai hidangan lezat. Mungkin ini saat yang tepat untuk membakar kalori dengan menjelajah berbagai toko dan mencari oleh-oleh untuk orang-orang tercinta.

Ada dua tempat populer yang biasa didatangi turis-turis untuk berburu oleh-oleh. Pertama adalah Pasar Ubud yang berseberangan dengan Istana Ubud. Satu lagi adalah toko-toko di sepanjang Jl. Monkey Forest. Jangan salah, travelers, walaupun kesannya lebih ‘wah’, tapi toko-toko di Jl. Raya Monkey Forest justru bisa lebih murah dibandingkan kalau kamu belanja di Pasar Ubud lho! (Perbandingan ini tidak berlaku untuk butik yaa…).

Selain mencari baju atau sandal khas oleh-oleh Bali, ada satu oleh-oleh yang bisa kamu bawa pulang juga nih. Coba datang ke KOU Cuisine di Jl. Monkey Forest. Tempatnya hanya beberapa puluh meter dari persimpangan Jl. Raya Ubud.

koucuisine

KOU Cuisine adalah toko yang khusus menjual garam laut dan selai homemade. Toko mereka di Jl. Monkey Forest berukuran mungil dan berwarna putih bersih, sangat menarik untuk dilihat. Selai dan garam laut yang dijual di sini dikemas dalam toples-toples cantik yang menggoda.  Beberapa rasa selai yang dijual KOU adalah Apple Cinnamon, Mango, Strawberry & Banana, Passion Fruit & Tangerine dan Milk Caramel (favorit!).

Selain di Jl. Monkey Forest, KOU Cuisine juga punya toko lain di Jl. Dewi Sita, yang kira-kira berjarak 1km. Tapi, di toko ini kamu tidak akan menemukan selai, karena di sini khusus menjual sabun handmade dan garam laut.

freak-coffee

Nah, setelah lelah mencari oleh-oleh, coba deh pilih salah satu kedai kopi yang nyaman untuk beristirahat. Salah satu kedai kopi yang kerap direkomendasikan adalah Freak Coffee di Jl. Hanoman. Kafe ini menggunakan biji kopi lokal Bali yang berasal dari perkebunan kopi di Kintamani. Kopi yang kamu nikmati hari ini berasal dari biji kopi yang masih segar karena baru dipanggang 24 jam sebelumnya. Suasana kafe yang tenang meski berada di jantung keramaian Ubud juga menjadi nilai plus tersendiri.

Makan Malam (18.00 – 22.00)

Nah, setelah menikmati sore yang santai, saatnya kamu menikmati makan malam tak terlupakan di Bali. Ada 2 restoran yang bisa kamu pilih untuk makan malam di Ubud. Kalau kamu ingin mencicipi menu tradisional Indonesia, kamu bisa datang ke Warung Pulau Kelapa di Jl. Raya Sanggingan – Lungsiakan. Kamu akan disambut restoran nyaman yang mengombinasikan arsitektur tradisional Jawa dengan sentuhan khas Bali.

warung-pulau-kelapa-front

Selain suasana yang nyaman dan tenang, makanan yang disajikan Warung Pulau Kelapa juga tidak kalah menarik. Mulai dari Asinan Kecombrang, Rujak Buah, Iga Penyet, Soto Ayam Kampung, Nasi Campur sampai Nasi Lodeh, semua disajikan dengan segar. Kalau kamu tidak terlalu suka makanan pedas, tidak perlu khawatir. Pasalnya, sambal di Warung Pulau Kelapa tidak terlalu pedas, jadi kamu masih tetap bisa menikmati hidangan dengan maksimal.

Harga yang ditawarkan restoran ini juga masih sangat masuk akal (dan masuk di kantong). Menu pembuka berkisar antara Rp10.000 sampai Rp30.000, sementara range harga menu utama adalah Rp20.000 sampai Rp40.000.

Tapi, kalau kamu bosan dengan menu tradisional, kamu bisa mencoba uniknya restoran bernuansa Kuba di Cafe Havana. Terletak di Jl. Dewi Sita, restoran ini merupakan satu-satunya tempat makan yang menyajikan hidangan Kuba. Kalau poster besar Che Guevara di salah satu sudut ruangan belum cukup untuk menonjolkan suasana ala Kuba, gelegar musik Latin dan aksi para pengunjung yang menari salsa di sana pasti akan membuat kamu merasa sedang berada di tengah-tengah Havana.

Havana

Tapi, kalau kamu ingin menikmati makan malam yang tenang, kamu bisa naik ke lantai dua yang mengusung desain yang jauh berbeda. Di lantai ini, suasananya terasa lebih formal dan anggun, cocok untuk makan malam intim yang tenang.

Untuk menu pembuka, kamu bisa mencoba beberapa pilihan tapas seperti empanadas dan papas rellenos. Sementara, untuk hidangan utama, menu seperti sup seafood dan ropa vieja (daging suir dengan kacang hitam, pisang goreng, merica dan nasi) tentunya sangat menggoda untuk dicicipi. Hidangan eksotis ini sangat sempurna untuk menutup wisata kuliner 24 jam kamu di Ubud.

Belum puas menjelajah Ubud? Yuk rencanakan perjalanan berikutnya ke Ubud lewat hotel pilihan di pegipegi.com!

(Visited 9,564 times, 5 visits today)

Comments

Click to comment

Comments

To Top