Kuliner

Kue Bulan, lambang syukur masyarakat Tionghoa pada Dewi Bulan

kue bulan

Kalau kamu pecinta kuliner Tionghoa, pasti sudah nggak asing lagi sama yang namanya Kue Bulan. Bentuknya yang bulat dengan ukirannya yang khas serta berbagai pilihan isi dan rasa akan membuat siapapun jatuh cinta. Namun sayangnya, kue bulan ini tidak setiap hari bisa kamu makan  karena kue cantik ini hanya bisa kamu nikmati di saat-saat tertentu, yakni di awal musim gugur di malam hari ke-15 bulan delapan dalam kalender Tiongkok.

kue bulan

yogyakarta.panduanwisata.id

Kue bulan dibuat sebagai perlambang rasa syukur

Menurut cerita yang beredar, kue bulan sudah dibuat oleh para leluhur bangsa Tionghoa sejak zaman Dinasti Qin di tahun 221 – 206 Sebelum Masehi sebagai sesaji bagi Dewi Bulan yang dipercaya telah memberikan kesuburan pada Bumi sehingga hasil panen melimpah. Awal musim gugur adalah musim panen di Tiongkok dan kue bulan dibuat sebagai perlambang rasa syukur atas rejeki yang diberikan alam kepada mereka.

Kue bulan juga berjasa sebagai media penyampai pesan rahasia di masa revolusi, di saat para petani bangsa Han berupaya membebaskan diri dari kekuasaan bangsa Mongol. Surat-surat berisi strategi peperangan disembunyikan dalam kue bulan karena musuh saat itu mengawasi gerak-gerik para petani bangsa Han dengan sangat ketat, travelers.

Pada perkembangannya kue bulan disajikan sebagai santapan wajib di Festival Musim Gugur yang biasanya diselenggarakan tiap bulan September. Di Indonesia Festival Musim Gugur baru saja diadakan bulan lalu, tepatnya tanggal 7 – 27 September 2015. Bukan hanya masyarakat Tionghoa yang menghadirinya, tapi juga masyarakat umum yang ingin belajar mengenal budaya Tionghoa. Di perhelatan inilah mereka berkumpul bersama keluarga sambil menyantap kue bulan dan hidangan khas Tiongkok lainnya.

Aneka rasa kue bulan

Kue bulan original awalnya hanya berupa campuran tepung dengan sirup kacang dan gula yang diisi kacang merah atau adonan biji bunga lotus, travelers. Adonan itu lalu dikepal-kepal sampai berbentuk bola lalu dimasukkan ke cetakan kue yang terbuat dari kayu. Cetakan kue bulan juga nggak sembarangan, travelers, karena sudah ada ukiran berupa bunga atau kata-kata mutiara dalam bahasa Mandarin. Biasanya berupa pepatah yang mendoakan kemakmuran, kesejahteraan dan pengharapan baik lainnya di sepanjang tahun.

Kue bulan dari Chef John Chu

republika.co.id

Pada perkembangannya, kue bulan diisi dengan berbagai tambahan untuk menambah kelezatan kue bulan. Di antaranya kuning telur asin. Menurut Executive Chinese Chef Hotel JW Marriot Jakarta, Jhon Chu, perpaduan antara adonan biji bunga lotus yang manis, ditambah dengan kuning telur asin, akan menghasilkan rasa yang unik.

Inovasi juga dilakukan pada bagian isi kue bulan. Jika dulu isi kue bulan hanya kacang merah, sekarang kamu sudah bisa menikmati kue bulan yang berisi buah-buahan, kacang hijau atau isi es krim. Wah, membayangkannya saja sudah bikin ngiler ya, travelers.

Supaya kamu nggak ketinggalan untuk mengikuti gelaran Festival Musim Gugur dan menikmati kue bulan idamanmu tahun depan, langsung saja kamu hubungi Pegipegi.com untuk memesan tiket pesawat ke Jakarta, Semarang, Surabaya atau kota-kota lain yang mempunyai kawasan Pecinan. Pegipegi juga akan membantumu memesan kamar hotel yang nyaman dan terjangkau di kota-kota tersebut.

(Visited 332 times, 2 visits today)

Comments

To Top