Destinasi

Kota Tua Semarang, lebih romantis di malam hari!

Kota Tua Semarang

Menapakkan alas kakimu di Kota Tua Semarang memang bikin kamu sulit untuk percaya bahwa kamu sebenarnya masih di Indonesia, travelers. Gedung-gedung megah, jembatan, kanal-kanal dan trotoar di Kota Tua Semarang sebagian masih terawat dengan cukup baik, meski yang membangunnya adalah orang-orang yang pernah menjajah negeri kita selama beratus tahun. Nasionalis atau cinta Tanah Air memang wajib hukumnya. Namun itu bukan berarti kita boleh menyia-nyiakan apa yang pernah dibuat oleh mereka di sini. Justru kita musti merawatnya dengan baik agar bisa difungsikan sebagai daya tarik wisata. Ya nggak, travelers?

Kota Tua sebelum Kota Tua Semarang baru saja ditemukan

Karena banyaknya gedung peninggalan Belanda, kawasan Kota Tua Semarang yang terletak di Jalan Branjangan, Semarang Utara, juga disebut Little Netherland oleh mereka yang pernah berkunjung ke sana. Dulu, wilayah ini memang ‘dihadiahkan’ oleh Sultan Kerajaan Mataram Islam saat itu, Amangkurat II, kepada VOC sebagai imbalan atas bantuan mereka dalam menggagalkan kudeta yang dilakukan oleh Trunojoyo. Setelah ‘MOU’ di antara kedua belah pihak ditandatangani pada Januari 1678, Belanda pun menyulap kawasan di tepi pantai itu menjadi kawasan khusus untuk orang Belanda yang tinggal di Semarang, lengkap dengan stasiun, perkantoran, benteng, gudang senjata, taman kota dan pemukiman.

Arsitektur khas Belanda semacam ini bukan hanya bisa kita lihat di Kota Tua Semarang, namun juga kota-kota lain di Tanah Air. Bangunan-bangunan krusial yang dibangun mengelilingi sebuah taman adalah konsep tata ruang yang seharusnya ditiru oleh pemerintahan modern, ya nggak sih? Dengan adanya taman, warga kota atau pekerja kantor nggak perlu jauh-jauh ke mall atau karaoke untuk melepas stress. Mereka bisa duduk-duduk di taman sambil menyantap makan siang dan berinteraksi dengan karyawan dari kantor lainnya. Siapa tau bisa ketemu jodoh pas lagi nongkrong di taman.

Baru-baru ini Balai Penelitian Arkeologi Yogyakarta baru aja mengumumkan penemuan mereka di kawasan Kota Tua Semarang. Penemuan itu berupa bastion, semacam dinding dengan lubang tersembunyi yang biasa dipake buat mengintai keadaan di sekeliling. Bastion ini terdapat di sudut bangunan benteng yang ada sebelah barat daya Kota Tua Semarang, travelers. Penemuan ini membuktikan bahwa kawasan yang sekarang dinamakan Kota Tua Semarang bukan hanya menarik bagi kolonialis Belanda, namun juga para pendatang yang tiba di Semarang sebelum mereka. Siapakah mereka? Jawabannya masih ditelusuri oleh tim peneliti sampai sekarang.

Romantisnya Kota Tua Semarang di malam hari

Kota Tua Semarang

foto: gateofjava.wordpress.com

Kamu pasti dah pernah baca review Pegipegi yang mengisahkan tentang gedung-gedung paling cantik di kawasan Kota Tua Semarang, atau mungkin udah menyaksikannya dengan mata kepalamu sendiri. Tapi kamu udah pernah belum datang ke Kota Tua Semarang di malam hari? Pasti belum ‘kan?

Coba deh kamu datang ke Kota Tua Semarang di sore hari menjelang matahari terbenam, travelers. Trus siapin kameramu juga ya. Kalo ngga punya kamera, kamera hape juga cukup kok. Perempatan Jalan Glatik udah jadi langganan para turis yang pengen selfi-selfian atau buat mereka yang lagi belajar fotografi. Tapi beberapa titik lain nggak kalah cakep kok. Misalnya Stasiun Tawang atau Gereja Blenduk yang masih berfungsi dan terpelihara sampai sekarang.

Trus dari perempatan Jalan Glatik kamu bisa jalan ke arah barat untuk menuju Kali Mberok. Suasana di bagian Kota Tua Semarang yang satu ini benar-benar mirip film Eropa jaman dulu karena pantulan cahaya lampu yang berjajar di sepanjang sungai akan memantulkan cahaya lembut ke sekitarnya. Duduk-duduk di tepi Kali Mberok Kota Tua Semarang akan bikin anganmu melayang ke jaman di mana para gadis masih memakai gaun panjang berkawat untuk pergi kemana-mana sambil membawa payung berenda.

Di Kota Tua Semarang ini ada juga bangunan yang terkenal sejak dijadikan lokasi syuting reality show mistis beberapa tahun lalu, Lawang Sewu namanya. Lawang Sewu Kota Tua Semarang sebenarnya cukup menarik kalo didatangi di pagi atau siang hari. Sempatkan dirimu buat meninjau penjara bawah tanah yang konon dipake buat memenjarakan tahanan warga pribumi sampai tewas mengenaskan.

Kalo datang ke Lawang Sewu malam-malam kamu cuma bisa menontonnya dari balik pintu gerbang, travelers. Lawang Sewu Kota Tua Semarang udah dinyatakan terlarang buat dikunjungi di malam hari, setelah seorang peserta reality show mistis yang diadakan di Lawang Sewu mengalami gangguan mental akibat merasa diikuti oleh makhluk halus penunggu Lawang Sewu selama berhari-hari.

Wah jadi makin penasaran pengen tau seperti apa rasanya jalan-jalan malam ke Kota Tua Semarang. Sebelum kamu berangkat, yuk cek info keberangkatan pesawat ke Semarang dan pesan kamar hotel nyaman terjangkau di Semarang dan sekitarnya di Pegipegi.com.

 

(Visited 564 times, 1 visits today)

Comments

To Top