Berita

Kevin Sanjaya Sukamuljo, Si Tengil yang Kaya Prestasi

Kenal dengan Kevin Sanjaya Sukamuljo? Bagi penggemar bulutangkis, sosok yang satu ini sudah nggak asing lagi, deh!

Selain sukses menyabet medali emas di Asian Games 2018 dengan mengalahkan pasangan senegara, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, pebulutangkis asal Banyuwangi ini dikenal luas dengan polah konyolnya! Beberapa lawannya sering dibuat kesal dengan selebrasi kocaknya, seakan ia bermain tanpa beban.

Bahkan, ganda campuran asal Cina, Zhang Nan/Zhao Yunlei sempat ‘ngamuk’ lantaran konsentrasinya dibuyarkan tingkah lucu Kevin pada Indonesia Open Superseries 2014 silam. Zhang Nan, yang kala itu harus tunduk membanting raket usai pertandingan.

Puncak pun datang di final kategori beregu Asian Games 2018. Menang melawan pasangan China, Li Junhui/Lui Yuchen, Kevin melepaskan aksi tengilnya di akhir laga, sebagai pembalasan atas provokasi di awal pertandingan.

Meski dikenal kocak, kemampuan Kevin Sanjaya nggak perlu diragukan lagi. Dikenal nekat, atlet berusia 23 tahun ini punya jump smash yang mematikan.

Bersama Marcus Gideon, Kevin dijuluki The Minions lantaran memiliki ketangkasan dan kecepatan yang luar biasa. Nggak heran, keduanya mampu bertengger di peringkat satu dunia dengan rekor 111 kali menang dan hanya 36 kali kalah.

Kecil Cabe Rawit

Lahir dari pasangan Sugiarto dan Niawati, awal karir bulutangkis Kevin bisa dibilang nggak terlalu mulus. Menggunakan halaman belakang rumahnya untuk berlatih, Kevin sempat ditolak Audisi Umum PB Djarum di tahun 2006.

Selain memang belum matang, postur tubuh yang mungil membuat dirinya dipandang sebelah mata. Namun Kevin nggak menyerah. Ia kembali tahun berikutnya, dan akhirnya berhasil mendapat beasiswa bulutangkis PB Djarum di tahun 2007.

Perjalanannya di akademi bulutangkis pun banyak halangannya, lho. Lantaran sektor tunggal putra jadi andalannya, Kevin sempat menolak dipindah ke ganda, atas saran pelatih, ke sektor ganda, yang bermarkas di Jakarta.

Namun, atas berbagai pertimbangan, ia pun menekuni posisi barunya tersebut dan sukses bergabung dengan Pelatnas Bulutangkis pada 2013. Greysia Poli jadi pasangan pertama bagi Kevin dan sukses menumbangkan unggulan pertama China, Zhang Nan/Zhao Yunlei di babak pertama BCA Indonesia Open Super Series Premier (BIOSSP) 2014.

Kiprah prestasi Kevin dimulai pada level junior. Turun di Kejuaraan Dunia Junior (WJC) 2013, ia berhasil membawa tim junior Indonesia ke final. Bahkan ia menyumbang dua poin bagi tim merah putih, meski akhirnya menyerah dari Korea di partai puncak dengan 2-3.

Ia pun menyedot perhatian para penonton Thailand, yang kala itu bisa menyaksikan langsung di Stadium Indoor Huwamark atau melalui layar kaca, mereka menjulukinya sebagai ‘The Flying Kevin’ karena permainannya yang kerap melakukan cover lapangan ke setiap sudutnya.

Gelar demi gelar pun mulai diraih saat pertama kali dipasangkan dengan Selvanus Geh pada 2014, Wahyu Nayaka pada 2016 dan Marcus Gideon pada 2017 silam. Bersama Marcus, Kevin mampu menorehkan 10 gelar juara superseries dan dua gelar Grand Prix bergengsi.

“Mungkin saya terlihat kecil, tetapi kemampuan saya besar” ucap cowok yang doyan main video game ini. Selamat, Kevin!

Mau dukung Timnas Indonesia di Asian Games 2018? Sekaalian liburan di Jakarta dan Palembang, yuk! Ayo pesan tiket pesawat dan hotel murah lewat Pegipegi! Selamat liburan!

pesan tiket pesawat murah cari hotel murah

Foto: PB Djarum

Agar transaksi lebih mudah dan murah, yuk, instal aplikasi Pegipegi lewat Google Play atau App Store!

google-play

apps-store

Comments

To Top