Destinasi

Keunikan Pasir Putih di Pantai Tanjung Aan

pantai-tanjung-aan

Membahas keindahan pantai di Lombok memang tak ada habisnya. Pantai Tanjung Aan termasuk salah satu yang wajib dikunjungi saat plesiran ke Lombok. Pasir putih yang unik menjadi daya tarik utama pantai ini.

Nama Pantai Tanjung Aan Lombok memang belum sepopuler Kuta atau Senggigi, tapi soal keindahan, pantai ini pantas disejajarkan dengan pantai lainnya yang sudah lebih dulu terkenal di kalangan wisatawan.

 

pantai-tanjung-aan

foto : caderabdul.files.wordpress.com

Lokasi Pantai Tanjung Aan

Meski belum difasilitasi sarana yang lengkap, lokasi Pantai Tanjung Aan sebenarnya mudah dijangkau. Pantai Tanjung Aan Lombok berada kurang lebih 75 km dari Kota Mataram atau 3 km dari Pantai Kuta.

Dari Mataram, hanya butuh waktu tempuh sekitar 1,5 jam dengan menggunakan kendaraan sewaan yang bisa pelancong dapatkan di pusat kota. Maklum, menggunakan kendaraan umum untuk ke Pantai Tanjung Aan justru akan lebih membuang waktu dan merepotkan.

 

Kegiatan di Pantai Tanjung Aan

Pantai yang terletak di Lombok bagian selatan ini memiliki keunikan yang dapat dilihat dari tekstur pasirnya. Di Pantai Tanjung Aan, kamu bisa menemukan pasir berbentuk bulat seperti biji merica! Bentuk pasir yang seperti ini dijadikan pengunjung sebagai terapi alami ketika mereka berjalan menyisir bibir pantai.

Deretan bukit yang mengelilingi juga menambah kecantikan Pantai Tanjung Aan ini. Di balik bukit ini, tekstur pasir putih berbeda dari sebelumnya yang berada di bibir pantai. Pasir di bagian ini justru bentuknya lebih halus dibandingkan sebelumnya.

Karena keunikan pasir inilah, Pantai Tanjung Aan sering dijadikan destinasi berlibur para wisatawan, baik dari dalam maupun luar negeri walau tidak disertai fasilitas memadai di sekitarnya.

Pesona Pantai Tanjung Aan sendiri sebenarnya lebih cocok bagi traveler yang menyukai suasana sepi dan menenangkan. Maklum, tak seperti Senggigi atau Kuta yang hampir selalu ramai pengunjung, Pantai Tanjung Aan relatif lebih sepi. Tak ada hotel berbintang yang bisa dijadikan andalan wisatawan jika ingin menikmati suasana pantai lebih lama membuat banyak yang berpikir ulang untuk mengunjungi pantai ini.

Meski begitu, kamu jangan khawatir. Melancong ke Pantai Tanjung Aan bakal membuat pengalaman liburan tetap berkesan. Suasana sepi ini membuat pelancong lebih khusyuk menikmati indahnya pasir putih, air laut yang jernih serta batu karang eksotis.

Banyak aktivitas yang bisa dipilih traveler untuk menghabiskan waktu selama mengunjungi Pantai Tanjung Aan. Dengan kondisi ombak yang lumayan tenang, pantai ini cocok menjadi tempat snorkeling atau berenang. Kalau kamu lupa membawa alat menyelam, tak perlu cemas karena di kawasan pantai disediakan penyewaan kebutuhan snorkeling.

Bagi yang malas berbasah-basahan, sekadar berjemur sambil menikmati es kelapa muda di pinggir pantai pun tak kalah menyenangkan. Atau berkeliling menggunakan perahu boat sewaan untuk sekadar menikmati panorama Pantai Tanjung Aan juga bisa menjadi pilihan menarik.

 

Mitos Pantai Tanjung Aan

Jika traveler berniat mengunjungi Pantai Tanjung Aan, mengatur jadwal di bulan Februari tampaknya bukan ide buruk. Di sini, kondisi pantai akan lebih ramai dari biasanya, karena terdapat acara spesial, yaitu Ritual Bau Nyale.

Usut punya usut, ritual di Pantai Tanjung Aan ini berkaitan dengan mitos warga setempat tentang Puteri Mandalika. Mereka percaya, zaman dahulu kala ada seorang puteri melompat dari atas bukit untuk menghindar dari kejaran pangeran yang menginginkannya.

Berdasarkan kepercayaan masyarakat setempat, Puteri Mandalika kemudian bereinkarnasi menjadi “Nyale” atau cacing laut di Pantai Tanjung Aan. Nah, perburuan Nyale ini nantinya dijadikan bahan beberapa jenis makanan lokal.

Ingin berlibur sambil menikmati ritual unik? Tak ada salahnya memasukkan Pantai Tanjung Aan dalam salah satu tujuan liburan kamu!

(Visited 251 times, 1 visits today)

Comments

To Top