Event & Festival

Kesibukan Warga Solo Menyambut Tahun Baru Imlek 2016

Solo merupakan salah satu kota di Indonesia yang paling antusias ketika menyambut Tahun Baru Imlek. Setiap tahunnya, warga Solo pasti sibuk membuat sesuatu yang meriah. Untuk menyambut Imlek tanggal 8 Februari 2016 nanti, apa aja nih yang sudah disiapkan oleh warga Solo?

Ribuan lampion akan dipasang

Menjelang Imlek, akan dipasang 3000 lampion, neon box 12 shio, dan lampion Dewa Rezeki di koridor jalan Jenderal Sudirman Solo. Ribuan lampion dan pernak-pernik lain juga akan menghiasi kawasan Pasar Gede Harjonagoro. Di sana juga akan dimeriahkan berbagai acara kesenian tradisional untuk menyedot perhatian wisatawan.

Acara Imlek di Solo di Pasar Gede diawali dengan tradisi Grebeg Sudiro tanggal 31 Januari 2016. Grebeg Sudiro adalah suatu perayaan perpaduan dari masyarakat Tionghoa-Jawa. Kata “grebeg” sendiri merupakan tradisi khas Jawa untuk menyambut hari-hari khusus, seperti Mulud (kelahiran Nabi Muhammad), Syawal (Lebaran), Idul Adha, Suro (Tahun Baru Jawa). Dan diakhiri dengan penutupan Solo Imlek Festival tanggal 6 Februari 2016 yang dimeriahkan dengan pelepasan 1000 lampion terbang untuk memohon berkah di Tahun Kera Api.

Meskipun kondisi ekonomi Indonesia sedang nggak terlalu bagus, tapi pemerintah dan warga Solo tetap ingin maksimal saat merayakan Imlek. Terbukti dari jumlah lampion yang telah mereka pesan. Banyak penjual lampion yang nggak menyangka omset mereka naik sekitar 15 – 20% (lebih tinggi dari Imlek tahun lalu). Pemesannya pun beragam, mulai dari pemilik hotel, resto, gedung perkantoran, dan lain-lain. Penjual pun nggak masalah untuk menahan harga lampion, walaupun harga bahan baku naik dan permintaan sedang melonjak. Yang penting volume pemesanan bertambah dan pelanggan tetap setia.

pasar gede

www.travel.kompas.com

Banjir satu ton kue keranjang

Di tradisi Grebeg Sudiro, masyarakat juga menyusun ribuan kue keranjang. Acara menyusun kue keranjang itu disebut gunungan yang diarak di sekitar kawasan Sudiroprajan dan diikuti pawai dari kesenian Tionghoa dan Jawa. Mulai dari kesenian barongsai, tarian, pakaian tradisional, adat keraton sampai kesenian kontemporer. Arak-arakan akan berhenti di depan kelenteng Tien Kok Sie (depan Pasar Gede).

Tahun ini, sebanyak satu ton kue keranjang akan dikirab dalam karnaval budaya Grebeg Sudiro tanggal 31 Januari. Setelah dikirab, kue-kue tersebut akan dibagikan ke masyarakat yang menyaksikan aksi kirab tersebut. Yang spesial di tahun ini adalah ada dua gunungan yang sudah dibuat oleh mereka. Satu gunungan berbentuk bangunan Pasar Gede, yang satunya lagi berbentuk kelenteng Tien Kok Sie.

grebeg

http://media.viva.co.id/

Melepas ratusan burung pipit dan ikan lele

Tanggal 8 Februari, tepat di hari Imlek, umat Tridharma (Buddha Tao dan Khonghucu) akan melakukan ritual pelepasan hewan ke alam bebas di kelenteng Tien Kok Sie. Mereka melepas 888 burung pipit ke alam bebas dan 888 ikan lele ke Bengawan Solo. Ritual tersebut disebut ritual Pao Oen atau permohonan ampun kepada Tuhan.

Selain untuk memohon ampun, ritual itu juga bertujuan untuk menjaga ekosistem alam dan ucapan terima kasih atas penjagaan Tuhan selama Tahun Kambing, sekaligus menyambut Tahun Monyet. Mereka sengaja memilih angka 888 karena angka itu memang disukai oleh warga Tionghoa karena dipercaya bisa membawa berkah untuk kehidupan yang lebih baik.

imlek-umat-tridharma-solo-lepas-888-burung-dan-lele

www.merdeka.com

Seru banget, ya, kalau bisa merayakan Imlek di Solo! Apalagi jika kamu memang punya rencana untuk pulang kampung ke Solo. Supaya kantung kamu nggak bolong, jangan lupa buat pesan tiket pesawat dan hotel murah di pegipegi.com. Selamat berburu angpao di Solo! Gong xi fa cai!

cari tiket pesawat murah cari hotel murah di solo

(Visited 1,448 times, 1 visits today)

Comments

To Top