Unik

Kenapa Hujan Selalu Turun Menjelang Imlek?

Tahun Baru Imlek selalu identik dengan lampion, kue keranjang, ang pao dan… hujan! Sejak beberapa tahun lalu, Tahun Baru Imlek ditetapkan sebagai hari libur nasional alias tanggal merah. Meski nggak ikut merayakan Imlek, kamu pasti suka karena ada hari libur ekstra buat jalan-jalan. Tapi karena hujan selalu aja turun dan kadang deras banget, terpaksa deh di hari libur ini kamu cuma bisa nongkrong di rumah sepanjang hari.

Kenyataannya, travelers, hujan memang diharapkan selalu turun menjelang dan tepat di Tahun Baru Imlek. Semakin deras hujannya semakin bagus. Ini karena hujan di Tahun Baru Imlek adalah perlambang bahwa akan ada banyak rejeki dan keberuntungan menunggu di tahun baru.

ilustrasi: physicsworld.com

ilustrasi: physicsworld.com

Mitos Raksasa Pemakan Manusia
Dahulu kala, ada raksasa yang doyan makan manusia hidup di negeri Tiongkok. Raksasa ini selalu muncul di akhir musim dingin untuk merampas dan melahap ternak, hasil panen dan penduduk desa. Supaya enggak disantap Nian, para penduduk berinisiatif untuk menaruh makanan di depan pintu rumah setiap malam tahun baru. Dan strategi ini berhasil karena Nian nggak lagi mencuri hewan ternak dan panen warga desa.

Suatu hari, seorang penduduk desa ngeliat Nian lari ketakutan waktu melihat seorang anak kecil berbaju merah. Ooo .. raksasa Nian takut sama warna merah rupanya. Berita ini lalu diceritakan ke penduduk desa yang lain, travelers. Sejak hari itu para warga menggantungkan lentera warna merah, kertas merah dan menyalakan kembang api berwarna merah untuk mengusir Nian agar nggak lagi datang meneror desa mereka.

Keberuntungan tidak dilambangkan hujan deras
Tapi ada juga loh masayarakat Tionghoa yang kurang percaya pada mitos hujan dan raksasa Nian, travelers. Menurut mereka, turun dan tidaknya hujan di Tahun Baru Imlek tidak identik dengan keberuntungan, karena Tahun Baru Imlek memang tanggalnya bertepatan dengan musim hujan.

Begitu juga dengan mitos raksasa Nian. Menurut mereka, mitos raksasa Nian sengaja diciptakan oleh nenek moyang mereka supaya anak-anak tidak pergi jauh-jauh dari rumah di Tahun Baru Imlek. Di negeri asalnya, Tahun Baru Imlek dirayakan oleh semua kalangan, tak peduli apa status dan agamanya. Di hari libur ini sanak saudara akan berdatangan dan berkumpul, mirip lah dengan Lebaran. Gimana bisa anak-anak mengenal sanak saudaranya kalo mereka malah sibuk bermain sendiri dengan temann-temannya?

Selamat Tahun Baru Imlek! Apa harapanmu untuk tahun Kambing kali ini?

(Visited 5,371 times, 1 visits today)

Comments

To Top