Berita

Kenapa Kita Bisa Patah Hati? Ini Penjelasan Ilmiahnya!

Patah hati adalah satu hal yang paling kita hindari. Perasaan ini datang ketika sesuatu yang kita cintai atau sangat lekat dengan diri tiba-tiba hilang.

Entah itu baru putus cinta, kehilangan barang yang kita miliki sampai ditinggal meninggal seseorang yang kita kasihi, patah hati nggak memberikan kita kesempatan buat bernafas. Sekali kena serangan patah hati, secara mental dan fisik pun kita lemah.

Banyak yang bilang, patah hati adalah hal yang sepele. Bahkan, nggak sedikit yang dengan mudahnya menyuruh kita untuk segera melupakan, di saat kita masih menderita.

Pertanyaannya, kenapa sih kita bisa merasakan sakitnya patah hati? Well, semua hal bisa dijelaskan secara ilmiah, kok.

Sebuah studi yang dilakukan oleh Departemen Antropologi dari Universitas Rutgers, New Jersey, Amerika Serikat mengungkapkan sebuah fakta menarik. Mereka menyebut patah hati disebabkan oleh pergerakan hormon dalam tubuh yang berlebihan dan ekstrim.

Kadar Dopamine dan Oxytocin

Ketika kita merasa senang atau bahagia, otak melepas hormon yang mengandung zat dopamine dan oxytocin. Kedua zat tersebut merangsang tubuh kita untuk memiliki rasa candu terhadap sesuatu yang kita lihat atau rasakan secara berulang.

Selain itu, akibat zat tersebut, kita dapat merasa sangat damai dan nyaman. Dari situlah, tumbuh rasa cinta terhadap sesuatu yang akan sulit dilepaskan secara normal.

Sayangnya, ketika hal yang kita cintai tiba-tiba pergi atau hilang, kadar kedua zat dalam hormon tersebut pun mengalami penurun drastis. Keberadaan dopamine dan oxytocin, secara instan, digantikan hormon stress yang bernama cortisol.

Cortisol ini bukan senyawa yang jahat bagi tubuh karena zat ini membantu tubuh saat menghadapi tekanan ekstrim seperti berada di ketinggian atau ruang sempit. Tetap, kadar cortisol yang berlebih justru menciptakan rasa gelisah dan kesal yang berhubungan langsung dengan situasi tubuh yang terluka secara emosional.

Serangan Fisik

Ketika kita patah hati, ungkapan seperti “Hati aku terasa tercabik-cabik” atau “Hatiku sudah penuh luka” terasa berlebihan. Tapi, jangan sala sangka dulu karena patah hati juga memberikan efek menyakitkan bagi tubuh secara fisik, lho.

Saat patah hati, otak kamu mengalirkan sensasi luka secara emosi yang sama ketika kita tengah merasakan luka secara fisik. Efek langsungnya antara lain sulit bernafas, pusing, hingga yang paling parah kehilangan keseimbangan yang menyebabkan pingsan.

Dunia medis mengenal Takotsubo Cardiomyopathy sebagai sebuah sindrom yang disebabkan oleh patah hati. Rasa stress yang akut, baik disebabkan oleh sesuatu yang negatif maupun positif, dapat meninggalkan daya kejut di bagian ventrikel (ruang) jantung sebelah kanan.

Sehingga, apa yang kita pikirkan, sudah pasti akan dirasakan oleh tubuh secara langsung. Nggak mengherankan jika orang sedang patah hati, ia mengira tengah mengindap gejala serangan jantung, yaitu nyeri di dada.

Sembuh Dengan Traveling

Bagi sebagian besar orang melihat traveling sebagai alat penghilang stress karena rutinitas. Namun, untuk beberapa orang, traveling justru obat penyembuh patah hati yang ampuh.

Seperti yang dijelaskan pada film Eat, Pray, Love. Sang karakter utama, Elizabeth (Julia Roberts), memutuskan untuk traveling keliling dunia hanya untuk mengobati rasa patah hati kehilangan suami, rumah dan karir cemerlangnya.

Selama traveling, kamu bisa bebas memilih kemana destinasinya. Mau pantai, gunung atau wisata kota, setiap destinasi memiliki keunikan tersendiri yang dapat menyembuhkan luka di hati.

Nah, kalau sudah begini, yuk rencanakan liburan kamu. Biar hemat, kamu bisa pesan tiket pesawattiket kereta api, dan hotel murah di Pegipegi.

pesan tiket pesawat murah  pesan tiket kereta api murah  cari hotel murah

Foto utama: unilad

Agar transaksi kamu lebih murah dan mudah, jangan lupa instal aplikasi Pegipegi lewat Google Play atau App Store, ya!

google-play

apps-store

Comments

To Top