Berita

Kenapa Kamu Percaya Kabar Bohong?

Kalau Pegipegi bilang “Eh, bumi itu datar, lho!” Mungkin, sebagian ada beberapa orang yang setuju dengan fakta tersebut, sebagian lagi nggak. Padahal, secara fakta lapangan, bumi itu sama sekali nggak datar, lho!

Bahkan, ketika dulu bocah dengan batu petir ajaib, Ponari heboh, orang berbondong-bondong datang buat bertemu dengannya, meminta kesembuhan. Sampai pada akhirnya, hasil lab membuktikan kalau batu tersebut nggak ada khasiat sama sekali.

Isu HOAX atau kabar bohong yang makin marak terjadi saat ini memang sangat memprihatinkan. Kabar dengan fakta A, tiba-tiba dibelokkan menjadi fakta Z  dan banyak orang yang percaya tanpa cross check terlebih dahulu.

Nggak jarang, kebohongan sering sekali memicu permasalah, mulai dari hal sepele sampai besar. Tapi, kenapa sih kita bisa percaya dengan hal berbau kebohongan?

Seorang psikolog dari Universitas Toronto, Lynn Hasher, punya jawabannya. “Sesuatu yang diucapkan atau dilihat secara berulang akan terdengar lebih masuk akal,” ucapnya yang dilansir oleh Wired.

Efek Ilusi Kebenaran

Jika kamu masih pengguna setia televisi, rangkaian pesan yang dikenal sebagai commercial break bukan hal yang luar biasa. Disajikan berulang-ulang, tayangan iklan memiliki satu tujuan, untuk mempengaruhi orang yang menyaksikan dengan harapan agar mereka tertarik.

Hal yang sama juga terjadi pada konsep kabar bohong. Pengulangan kata atau pesan, menurut para penelti, adalah cara terampuh untuk menyasar target pasarnya, membuat seolah-olah fakta yang disampaikan benar adanya.

Orang-orang besar seperti Adolf Hitler maupun Donald Trump sangat pintar dalam menggunakan teknik manipulasi kebenaran. Mereka akan menggunakan satu slogan, satu pesan bahkan satu misi yang kemudian disajikan secara berulang agar dapat menghipnotis para pengikutinya.

Manusia pun cenderung percaya dengan hal yang mereka lihat dan dengar berdasarkan dua hal. Yang pertama karena informasi yang mereka cocok dengan nalar mereka atau justru informasi yang mereka terima ternyata cukup familiar di telinga.

Nah, kecenderungan kedua tersebut justru lebih berbahaya dan sering banget ditemukan. Ketika kamu mendengar hanya sekali hal dengan fakta pertama yang benar, namun kemudian dijejali secara seratus kali fakta yang salah, secara otomatis kamu nggak akan percaya fakta pertama.

Ini yang disebut dengan efek ilusi kebenaran. Orang yang pintar memainkan kabar bohong pun senang dengan metode seperti ini. “Ketika kamu melihat sebuah fakta untuk kedua kalinya, maka akan lebih mudah buat kamu mengerti tentang suatu hal” ungkap psikolog dari Universitas Vanderbilt.

Intinya, kini bukan lagi “Ah, kamu sih sering bohong, mereka nggak percaya kan”. Tapi lebih ke “Ah, kamu sih sering mengulang-ulang, mereka jadi percaya, deh”

Foto utama: brimg

Biar terhindar dari kabar bohong, yuk liburan! Kamu bisa pesan tiket pesawattiket kereta api dan cari hotel murah lewat Pegipegi, ya! Selamat liburan!

pesan tiket pesawat murah pesan tiket kereta api murah cari hotel murah

Agar transaksi kamu lebih murah dan mudah, jangan lupa instal aplikasi Pegipegi lewat Google Play atau App Store, ya!

google-play

apps-store

(Visited 173 times, 1 visits today)

Comments

To Top