Destinasi

Kecantikan Kain khas Dayak yang Mendunia

www.travelmatekamu.com

Pesona khas Dayak nggak cuma seputar seni rajah tubuh, mandau terbang, tumpukan anting di telinga yang menjulur ke bawah, atau kecantikan perempuannya. Masih ada lagi hal-hal menarik dari suku Dayak, seperti kerajinan tangannya yang khas. Kali ini PegiPegi akan membahas tentang kecantikan kain khas Dayak yang mendunia. Yap, kain tenun khas Dayak sangat digemari wisatawan mancanegara saat berkunjung ke Indonesia. Simak lebih lengkap di sini!

1. Busana tradisional adat Dayak
Sama seperti budaya di suku-suku lain, busana tradisional pun dipakai pada acara-acara penting seperti upacara adat, dan acara perkawinan. Berhubung mereka tinggal dikelilingi alam, maka corak dan motifnya pun terinspirasi dari alam, dengan warna-warna cerah seperti kuning, merah, dan hijau. Makin menarik lagi karena memakai tambahan aksesori seperti anting-anting, kalung manik dan ikat kepala berhias bulu burung Haruei.

lastsociety.wordpress.com

lastsociety.wordpress.com

2. Kain dari serat daun

Selain pakaian tradisional Ngaju di atas, orang Dayak juga punya menyulap serat daun menjadi kain tenun tradisional Ulap Doyo. Eits, jangan langsung membayangkan baju tipis dan mudah robek seperti daun pada umumnya. Seni menenun kain yang berasal dari suku Dayak Benuaq di Tanjung Isuy ini justru memilih serat daun doyo karena kuat dijadikan benang. Hasilnya pun disulap menjadi produk fashion seperti pakaian, tas, dan dompet.

kalbar.antaranews.com

kalbar.antaranews.com

3. Perempuan Dayak dan kain tenun

Kegiatan menenun kain Ulap Doyo memang sudah dilakukan perempuan Dayak sejak dulu kala. Selesai berladang, mereka mengisi waktu luangnya dengan menenun, dibuat dengan alat bernama gedok. Nggak tanggung-tanggung, proses pengerjaannya hingga bulanan, lho.
Selain untuk menambah pemasukan, kain tersebut tentunya dipakai sendiri saat menghadiri upacara adat, misalnya kematian, pengobatan, atau upacara panen hasil bumi. Mereka memakai kain Ulap Doyo panjang dan diberi belahan di bagian belakang agar lebih bebas bergerak.

www.visitingkutaikartanegara.com

www.visitingkutaikartanegara.com

4. Ragam motif mengandung makna

Terkenal sejak masa kerajaan Kutai, tenun Ulao Doyo menjadi identitas sosial tiap orang. Motif jaunt nguku hanya dipakai kaum mantiq (bangsawan), sementara motif waniq ngelukng digunakan oleh golongan marantikaq (orang biasa).
Lebih jauh lagi soal motif, yang digunakan biasanya terinspirasi dari flora, fauna, dan alam mitologi. Kecantikan seorang perempuan biasanya disimbolkan sebagai naga, dan keperkasaan pria berwujud harimau. Beda lagi dengan motif tangga tukar toray atau tangga rebah berarti melindungi usaha masyarakat, sementara motif limar atau perahu bermakna kerjasama.

swanarapala.org

swanarapala.org

5. Warna cantik memanjakan mata
Terpukau dengan indahnya kain tenun Ulap Doyo yang kaya warna, travelers juga wajib tahu dari mana warna-warna tersebut diperoleh. Tenun Ulap Doyo biasanya terbagi dalam tiga warna dasar yaitu hitam, merah (dari buah glinggam, kayu oter, dan buah londo), serta warna cokelat muda (dari kayu uwar). Untuk perbedaan warna, tenun Doyo hitam dipakai sehari-hari, sedangkan yang bermotif dan warna-warni dipakai pada momen khusus, misalnya upacara adat.

www.misterpangalayo.com

www.misterpangalayo.com

(Visited 687 times, 3 visits today)

Comments

To Top