Kuliner

Kebiasaan Minum Kopi Di Berbagai Negara

Minum kopi sekarang bukan lagi hanya sekadar menyeduh bubuk kopi dan gula dengan air panas. Semakin maraknya kafe dan kedai kopi menjadikan kopi sebagai minuman favorit banyak orang. Mulai dari kedai kopi tradisional sampai kafe mewah di pusat perbelanjaan, kopi tampaknya sudah tidak bisa dipisahkan dari gaya hidup.

Tapi,  seperti halnya budaya, setiap negara punya kebiasaan berbeda dalam mengonsumsi kopi. Yuk kita intip kebiasaan minum kopi di berbagai negara!

ITALIA

italian style

Disebut-sebut sebagai negara tempat lahirnya espresso, warga Italia menganggap kebiasaan minum kopi sebagai kegiatan yang sakral. Kecuali kaki kamu sedang sakit, usahakan selalu minum kopi sambil berdiri di bar atau kafe. Dan, kalau kamu tidak ingin terlihat seperti turis, jangan pernah memesan minuman kopi yang mengandung susu (seperti capuccino) setelah makan siang.

AUSTRIA

Warga Austria juga sangat gemar minum kopi. Jenis kopi yang populer di sana adalah Melange, yaitu kombinasi espresso dan susu panas (steamed milk), dengan milk foam ataupun krim kocok di atasnya. Biasanya, kafe menyuguhkan kopi dengan segelas air untuk menetralisir rasa. Oya, jangan lupa untuk memesan hidangan penutup khas Austria, Sacher torte, supaya kegiatan minum kopimu semakin nikmat.

TURKI

Masyarakat Turki juga gemar minum kopi sebelum memulai aktivitas mereka di pagi hari. Mereka menyukai rasa kopi yang kuat dan manis, dengan bubuk kopi tersisa di dasar cangkir. Bubuk kopi yang tersisa di dasar cangkir biasanya juga digunakan untuk meramal nasib si peminum kopi lho!

MEKSIKO

de-olla-460x250

Racikan kopi tradisional warga Meksiko adalah cafe de olla, yang disuguhkan dalam cangkir keramik. Cafe de Olla punya rasa berbeda dibandingkan kopi-kopi lain karena menggunakan piloncillo, atau gula merah, dan batang kayu manis. Tapi, sebagian besar warga Meksiko juga tidak keberatan mengonsumsi kopi instan kok.

ETHIOPIA

Sebagai tempat kelahiran kopi, masyarakat Ethiopia, terutama yang berada di pedesaan, mengganti gula dalam kopi mereka dengan garam atau mentega. Tapi, saat ini penggunaan gula juga sudah sangat populer. Jika kamu diundang minum kopi ke rumah warga Ethiopia, jangan berhenti minum sampai cangkir ketiga (bereka) yang dianggap bisa mendatangkan nasib baik.

MAROKO

Warga Maroko membedakan suguhan kopi tergantung pada peristiwa tertentu. Biasanya, kopi dengan rasa manis akan disuguhkan saat peristiwa yang membahagiakan seperti pernikahan. Sementara, kopi yang lebih pahit disuguhkan saat peristiwa menyedihkan seperti pemakaman. Kopi di Maroko juga sering dicampur dengan bumbu-bumbu eksotis seperti jahe, lada hitam, kayu manis, pala dan lain-lain.

IRLANDIA

irish coffee

Irish coffee sebagai kopi khas masyarakat Irlandia sudah terkenal di berbagai penjuru dunia. Minuman ini dibuat dari kopi panas, gula dan wiski Irlandia dan dihiasi dengan krim kocok. Tapi, kamu tidak perlu mengaduk krim kocok itu, karena kopi itu memang harus diminum melewati krim tersebut.

BELANDA

Masyarakat Belanda tidak terlalu repot dalam mengonsumsi kopi, namun warga lokal akan lebih memilih kopi hitam tanpa campuran apapun. Minuman ini biasa disebut sebagai “kaffe”. Kalau kamu ingin memesan kopi dengan campuran susu seperti coffee latte, sebutkan bahwa kamu ingin memesan “koffie verkeerd”, atau “kopi yang salah”.

INDONESIA

secangkir kopiluwak

Seperti Italia yang bangga dengan espresso-nya, Indonesia juga bisa berbangga hati karena Kopi Luwak kita adalah kopi termahal di dunia. Tapi, karena harganya yang mahal itulah, tidak semua masyarakat Indonesia bisa menikmatinya. Karena itu, kopi hitam dan kopi susu yang biasa disuguhkan di warung kopi tepi jalan masih menjadi favorit. Untuk  mereka yang punya bujet lebih, kafe premium di pusat-pusat perbelanjaan menjadi pilihan.

(Visited 839 times, 1 visits today)

Comments

Click to comment

Comments

To Top