Unik

“Kasur” unik masyarakat Sumenep, Madura

Travelers, tidur di ranjang, dipan, sofa, ataupun di atas karpet itu biasa ya. Tapi apa jadinya kalau dalam 1 keluarga tidur di atas pasir? Ih, pasti kotor ya. Eh, jangan salah, travelers. Ini adalah salah satu kebiasaan yang masih dilakukan oleh masyarakat yang tinggal di Desa Legung Timur, Legung Barat, dan Dapenda yang ada di Kecamatan Batang-batang, Kabupaten Sumenep, Madura.

Foto 1 Kebiasaan Tidur di Atas Pasir di Sumenep

Bagi sebagian orang, ini adalah kebiasaan aneh. Namun buat penduduk desa setempat, ini adalah salah satu kebiasaan turun-temurun yang masih dilestarikan hingga kini. Mereka terlihat begitu menikmati suasana tidur di atas pasir. Ketika kamu berada di desa-desa tersebut, di sepanjang jalan hamparan pasir sangat mudah ditemukan. Menurut mereka, ketika tidur di atas pasir di malam hari, suasananya jauh lebih hangat. Sedangkan ketika cuaca terik di siang hari, pasir yang digunakan untuk tidur menghantarkan suasana sejuk. So, bisa dikatakan kalau pasir adalah semacam pengatur suhu alami yang bisa digunakan untuk menyesuaikan diri dengan cuaca.

Di atas pasir, mereka bisa bersenda-gurau, tidur-tiduran, atau bahkan menidurkan anak-anak mereka. Biarpun rumah-rumah sudah dibangun sebagus mungkin, sudah punya dipan, ranjang, dan busa empuk, namun mereka masih menyisakan kamar yang didesain khusus untuk menampung pasir-pasir lembut untuk keluarga.

Foto 2 Kebiasaan Tidur di Atas Pasir di Sumenep

Bisa dikatakan kalau mereka sudah mengalami ketergantungan dan tidak bisa meninggalkan kebiasaan yang diwariskan oleh nenek moyang. Mereka membuat petak ‘kasur pasir’ berukuran 2 x 3 m dengan tinggi sekitar 15 cm yang dibatasi dengan semen. Lalu petak kasur tersebut diisi pasir halus yang nantinya dipakai untuk tidur.

Konon katanya, nelayan yang melaut untuk mencari ikan, setelah pulang rasa lelah dan penat bisa langsung sirna setelah mandi pasir. Ya, namanya mandi pasir. Mereka akan bergulung-gulung di atas pasir hingga tubuhnya tertutup pasir. Masih belum diketahui kenapa itu terjadi, namun kemungkinan pasir yang ada di desa-desa tersebut mengandung unsur mineral tinggi yang tidak membahayakan kulit, namun justru bermanfaat untuk kulit. Tekstur pasirnya sangat halus, berwarna putih kekuningan, bersih, dan mengkilap. Pasir ini tidak lengket di badan dan dipercaya bisa menyembuhkan penyakit rematik dan gatal-gatal. Mereka tinggal menggosok-gosokan tubuh di atas pasir. Praktis kan?

Foto 3 Kebiasaan Tidur di Atas Pasir di Sumenep

Masyarakat setempat juga percaya bahwa tidur di atas pasir dapat menyehatkan tubuh. Mereka yakin stamina semakin bagus dan rasa pegal yang dibawa nelayan dari laut segera sirna setelah tidur beralaskan pasir. Sihir dan santet juga tidak akan manjur menimpa mereka karena pasir bisa dikatakan sebagai tolak bala. Kepercayaan inilah yang masih dipegang teguh oleh sebagian masyakat yang tinggal di Sumenep.

Dan tentu saja pasir-pasir yang dipakai sebagai ‘kasur’ sudah disaring terlebih dulu untuk menghindari batu-batu besar yang membahayakan kulit. Sebenarnya tidak ada pasir khusus. Yang mereka pakai sebagian besar dipilih di depan rumah, lalu disaring sebelum dipakai untuk kamar. Bila dirasa pasir lama harus diganti, mereka akan menuangkan pasir baru yang bersih dari kotoran.

Foto 4 Kebiasaan Tidur di Atas Pasir di Sumenep

Hanya saja, ketika gaya hidup makin modern dan generasi muda tidak terlalu terikat dengan leluhur, mereka mulai meninggalkan kebiasaan tidur di atas pasir. Biarpun kasur pasir masih ada, bisa dikatakan kalau ini merupakan salah satu tradisi dan kearifan lokal yang ingin selalu dijaga oleh masyarakat setempat.

Bagaimana travelers, unik kan kebiasaan tidur dari sebagian masyarakat Sumenep, Madura? Kalau tidak percaya, coba saja kamu berkunjung ke desa-desa tersebut. Hamparan pasir yang lembut pun akan langsung menyapamu.

(Visited 1,208 times, 1 visits today)

Comments

To Top