Destinasi

Kampung Batik Kauman, pusat pelatihan batik abdi dalem Keraton Solo

kampung-batik-kauman

Satu hal yang membuat kita terkenang akan Solo adalah kerajinan batik bermotif khas dengan Kampung Batik Kauman sebagai pusatnya. Solo emang kaya banget dengan jejak peninggalan budaya, di antaranya adalah bangunan tua bersejarah dan tentu saja batik. Maka ngga heran kalo pusat penjualan dan produksi batik tersebar di beberapa tempat di Kota Solo dan semua memiliki ciri khasnya sendiri.

kampung-batik-kauman

foto : yuvenstour.wordpress.com

Kampung Batik Kauman sezaman dengan Keraton Solo

Ngga seperti Kampung Batik Laweyan, asal usul Kampung Batik Kauman lebih misterius karena ngga ada catatan sejarah tentang siapa pendiri dan kapan berdirinya kampung yang saat ini dihuni sekitar 30-an pengusaha batik. Menurut kabar burung, Kampung Batik Kauman berdiri bersamaan dengan pindanya Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat dari Kartasura ke Solo. Disebut ‘Kauman’ karena mayoritas penghuni Kampung Batik Kauman dulu adalah para ulama kerajaan (kaum), penghulu, suronoto dan abdi dalem Keraton Solo beserta kerabat mereka.

Kaitan antara Kampung Batik Kauman dengan Keraton Solo dapat dibuktikan dengan berdirinya beberapa situs bersejarah yang cukup terpelihara dengan baik di kampung ini. Bangga rasanya melihat bangunan-bangunan kuno seperti rumah joglo, rumah yang bergaya campuran Belanda-Jawa atau rumah dengan atap limasan yang Jawa banget masih berdiri kokoh di tengah bangunan modern seperti mall, money changer dan hotel. Meski rumah-rumah penduduk tampak rapat tapi suasana di sekitar sangat tenang, nyaman dan penuh dengan kekeluargaan. Dan suasana semacam ini hanya bisa kamu temukan di Kampung Batik Kauman aja, travelers.

Pengaruh Keraton Solo juga bisa kamu lihat pada kain batik yang diproduksi Kampung Batik Kauman. Berdasarkan motifnya, kain batik Kampung Batik Kauman terbagi menjadi tiga jenis. Yang pertama adalah kain batik tulis, batik cap dan gabungan antara batik tulis dan cap. Khusus untuk batik tulis motif yang digunakan telah berumur ratusan tahun dan telah digunakan oleh para perajin batik Kampung Batik Kauman sejak Kota Solo masih berbentuk kerajaan/ kasunanan.

Para pecinta batik bisa dengan mudah mengenali kain batik buatan Kampung Batik Kauman melalui warna yang digunakan, yaitu coklat kehitaman. Coba deh kamu datang ke pesta pernikahan kerabat, teman atau tetangga yang masih menggunakan busana adat Jawa dan perhatikan kain batik yang dipake pasangan pengantin. Tampak indah dan anggun bukan? Itulah kain batik buatan Kampung Batik Kauman, travelers.

Ngeliat motifnya yang njelimet dan ornamen yang sangat detil, bisa dibayangkan betapa rumitnya proses yang harus ditempuh buat menghasilkan selembar kain batik. Sayangnya, motif batik tulis karya Kampung Batik Kauman sering kali dicuri oleh orang-orang yang ngga bertanggung jawab, trus diproduksi dan dijual dengan harga lebih murah di luaran. Makanya kamu jangan kecewa kalo kamu ngga boleh memotret waktu berkunjung ke showroom batik manapun di Kampung Batik Kauman. Peraturan ini terpaksa diterapkan para pemilik showroom batik Kampung Batik Kauman untuk melindungi hasil karya mereka dari pembajakan. Kamu juga jangan kaget kalo selembar kain batik tulis Kampung Batik Kauman ditawarkan dengan harga fantastis karena ide itu mahal harganya, travelers.

Lokasi Kampung Batik Kauman

Kampung Batik Kauman gampang banget dicari soalnya terletak nggak jauh dari obyek wisata andalan Kota Solo lainnya, yaitu Keraton Solo, Masjid Agung Solo, Pasar Klewer dan Alun-alun Solo. Saran Pegipegi sih kamu sekalian aja berkunjung ke Kampung Batik Kauman setelah mengelilingi Keraton Solo. Cukup jalan kaki selama kurang lebih 15 menit kamu dah sampai kok.

Jangan coba-coba nekat bawa mobil kamu ke Kampung Batik Kauman ya karena jalan-jalan di Kampung Batik Kauman ini sangat sempit dan memang nggak didesain buat dilewatin mobil. Menurut warga asli Kota Solo, itulah uniknya Kampung Batik Kauman karena di sini kamu bukan hanya akan dibawa kembali ke masa lalu dengan suasananya yang damai dan aroma lilin yang pekat, tapi juga melakukan kebiasaan warga Solo jaman dahulu ketika belum ada sepeda motor atau mobil dan mereka harus kemana-mana dengan berjalan kaki. Selain bagus buat kesehatanmu, jalan kaki keliling Kampung Batik Kauman juga akan membuatmu ‘terpaksa’ bertegur sapa dengan masyarakat sekitar Kampung Batik Kauman yang ramah dan hangat menyambut kedatanganmu.

Mau tau rasanya hidup sebagai orang Jawa jaman dulu di Kampung Batik Kauman? Sebelum berangkat, yuk pesan tiket pesawat dan pesan hotel nyaman terjangkau dulu di sekitar Kota Solo melalui Pegipegi.com.

(Visited 496 times, 1 visits today)

Comments

To Top