Tips

Jangan Lakukan Selfie Pada Momen-momen Seperti Ini

selfie-472x394

Sebelumnya, Pegipegi pernah berbagi tips untuk memastikan kamu bisa melakukan selfie secara maksimal saat liburan. Tapi, kali ini, Pegipegi akan mengulas momen-momen tertentu dimana kamu sangat tidak disarankan ber-selfie ria.

Meskipun ‘judulnya’ sedang liburan, tapi menjadi seorang traveler juga ada etikanya lho. Kita bukan saja harus menjaga kebersihan dan kelestarian destinasi-destinasi yang kita datangi. Tapi, kita juga harus menghormati adat istiadat serta kesakralan budaya maupun sejarah yang ada di tempat kita berlibur.

Memang, melakukan selfie adalah hak semua orang. Tapi, jika kamu berada pada situasi-situasi di bawah ini, ada baiknya kamu menunda dulu keinginan ‘eksis’ di dunia maya dengan pose selfie terkeren kamu.

 

Ketika kamu berada di pemakaman atau monumen penghormatan untuk mereka yang sudah meninggal

Kompleks pemakaman pahlawan, tugu peringatan korban bencana alam atau museum untuk menghormati korban perang adalah tempat yang sakral. Tidak jarang, anggota keluarga atau sanak saudara mendiang masih mengunjungi tempat-tempat tersebut untuk mendoakan mereka. Bisa kamu bayangkan perasaan mereka jika melihat kamu sedang asyik selfie di tempat yang mengingatkan mereka bahwa orang-orang tercinta telah meninggal?

Biasanya, di museum-museum peringatan korban perang ataupun genosida seperti Tuol Sleng di Phnom Penh, Kamboja (museum peringatan korban kekejaman rezim Khmer Merah), pengunjung memang dilarang tertawa atau tersenyum demi menjaga kesakralan tempat tersebut.

 

Saat kamu berada di TKP musibah atau bencana

Sama seperti di museum peringatan korban, sangat tidak etis kalau kamu melakukan selfie, apalagi sambil tertawa lebar, di tempat-tempat di mana terdapat orang-orang kehilangan nyawa. Betapa tidak etisnya jika kamu mengunjungi Ground Zero menara kembar WTC New York City, di mana ribuan orang meregang nyawa karena ulah teroris, dan kamu asyik berpose sambil tertawa-tawa.

 

Selfie yang menghina atau mengganggu penduduk lokal

Selalu ingat untuk menghormati penduduk lokal kota, daerah ataupun negara yang kamu kunjungi. Jangan mengambil foto dengan pose yang menghina gesture atau kebudayaan setempat. Jangan mengambil foto ketika mereka tengah beribadah hanya karena kamu menganggap ritual tersebut sangat berbeda dari yang biasa kamu temukan di negara asal. Selain itu, jika kamu ingin berfoto dengan warga lokal, pastikan mereka memang mau difoto ya. Mintalah izin dengan baik-baik bahwa kamu ingin mengabadikan momen liburan dengan berfoto bersama mereka.

 

Ketika kamu menampilkan pose-pose kurang ajar

Travelers, dunia tidak butuh foto selfie kamu sedang mabuk berat setelah clubbing semalam suntuk di Legian atau foto kamu sedang mengotori monumen-monumen bersejarah. Jika kamu menganggap hal itu sebagai sesuatu yang ‘keren’ karena sifat ‘pembangkangnya’, percayalah, kamu justru akan mempermalukan diri sendiri.

 

Ketika kamu menyaksikan kecelakaan/musibah/kejahatan

Kamu pernah melihat kumpulan orang asyik mengambil foto kecelakaan alih-alih membantu si korban? Kecuali kamu memang sudah tidak punya hati, tolong jangan menambah buruk keadaan dengan ber-selfie ria di depan korban kecelakaan/musibah/kejahatan yang terjadi di depan mata kamu ya. Jika kamu harus menceritakan kejadian itu kepada orang-orang, update status di Twitter, Facebook atau Path sepertinya sudah cukup.

 

 

(Visited 290 times, 1 visits today)

Comments

Click to comment

Comments

To Top