Berita

Ini Loh Bedanya Rapid Test, Rapid Test Antigen, & PCR Swab!

perbedaan rapid test antibodi, rapid test antigen, dan swab pcr

Walau masih pandemi, semangat masyarakat untuk berlibur saat Natal dan Tahun Baru tetap tinggi. Oleh karena itu, demi mengurangi peningkatan kasus penularan baru, Satuan Tugas Penanganan COVID-19 pun akhirnya memberlakukan kebijakan baru, yaitu mengharuskan adanya hasil tes antigen bagi masyarakat yang ingin bepergian keluar kota. 

Setidaknya enam daerah seperti Jawa Barat, Yogyakarta, Bali, Jawa Tengah, Malang, dan DKI Jakarta telah memberlakukan kebijakan ini. Pengguna moda transportasi udara dan laut diwajibkan untuk membawa hasil tes antigen sebelum berangkat. Selain itu, tentu saja protokol kesehatan dan keamanan seperti menjaga jarak, menggunakan masker, dan mencuci tangan sesering mungkin harus tetap dijalankan.

Lalu, apa yang membedakan tes antigen dengan tes lainnya dalam mengidentifikasi virus Corona? Berikut Pegipegi rangkum penjelasannya dari berbagai sumber!

Rapid Test Antibodi

Tes yang mengambil sampel dari darah ini biasa disebut juga sebagai rapid test. Hasil tes sendiri bisa diketahui dalam waktu 510 menit kemudian. Karena hanya bisa mendeteksi antibodi dalam darah, tingkat keberhasilan tes ini dinilai yang paling rendah (sekitar 60%—70%) dibandingkan dua tes lainnya.

Rapid Test Antigen

Pada rapid test antigen atau disebut juga swab antigen, sampel yang diambil adalah cairan di hidung/tenggorokan untuk mendeteksi materi genetik/protein yang ada di permukaan virus. Hasilnya sendiri dapat diketahui dalam waktu 30 menit. Dikutip dari halodoc, antigen sendiri adalah molekul yang mampu menstimulasi respons imun. Rapid test antigen diketahui bekerja paling baik dan memiliki tingkat keberhasilan sekitar 92%. Menariknya, tes ini ternyata juga bermanfaat untuk mendiagnosis orang-orang yang diketahui memiliki risiko besar untuk terpapar virus Corona.

PCR Swab Test

PCR atau Polymerase Chain Reaction berusaha mencari kode genetik yang dimiliki virus COVID-19. Metode pengambilan sampelnya sendiri dari cairan hidung dan tenggorokan. Meski hasilnya baru dapat diketahui sekitar 1—3 hari kemudian, namun tingkat akurasi tes ini adalah yang tertinggi di antara tiga tes yang sedang kita bahas, yaitu 99%. Biasanya orang yang sudah memiliki gejala seperti batuk, demam, terganggu indera penciuman, sesak nafas atau pernah berinteraksi dengan penderita COVID-19, diwajibkan untuk mengikuti tes ini.

Semoga informasi di atas bermanfaat ya, travelers. Jangan lupa untuk selalu menjaga kebersihan dan kesehatan di mana pun kamu berada! Sebelum berangkat liburan, yuk, cari inspirasi seru seputar destinasi menarik dan rekomendasi hotel yang oke di Travel Tips Pegipegi!

PESAN TIKET PESAWAT PESAN TIKET KERETA PESAN TIKET BUS PESAN HOTEL MURAH

Agar transaksi kamu lebih murah dan mudah, jangan lupa instal aplikasi Pegipegi lewat Google Play atau App Store, ya!

google-play
apps-store
Foto Utama: Vesna Harni dari Pixabay

Comments

To Top
%d bloggers like this: