Kuliner

Ini Dia Kuliner ‘Aneh’ dan Menyeramkan dari Asia

Urusan perut adalah poin yang tak boleh diabaikan ketika bepergian. Terlebih bagi travelers yang gemar berwisata kuliner.

Kimchi, Sushi, Ramen, hingga Tom Yum pastinya sudah familiar di telinga kamu. Citarasa makanan yang telah banyak dijual di Indonesia tersebut juga sudah hampir mirip dengan negara asalnya.

Tapi tahukah travelers, ternyata masih ada lagi makanan khas negara-negara di benua Asia yang terbilang aneh. Bahkan bisa membuat bulu begidik. Nah kali ini, Pegipegi akan membahas hidangan yang dikategorikan sebagai hidangan ekstrem karena bahan utamanya yang tidak umum digunakan.

Ah Ping (Kamboja)

ah ping

Mendengar nama hewan yang digunakan sebagai bahan utama hidangan dari Kamboja ini saja sudah seram ya? Yap, negeri yang terkenal dengan Angkor Wat-nya ini justru menjadikan Tarantula sebagai cemilan.

Masyarakat setempat menyebutnya “Ah Ping”. Dalam penyajiannya, Ah Ping ini biasa digoreng setelah dibumbui bawang putih yang dicacah, gula dan garam, serta bahan penyedap.

Dari 24 provinsi di Kamboja, Provinsi Kampong Cham, tepatnya di Kota Skuon adalah tempat yang dianggap sebagai pusat cemilan seukuran telapak tangan orang dewasa ini.

Dengan mengonsumsi Tarantula goreng ini secara rutin, dipercaya masyarakat dapat mengobati sakit punggung dan saluran pernafasan pada anak-anak.

Beondegi (Korea)

beondegi2

Euforia demam Korea masih sangat terasa. Tidak hanya musik K-Pop yang mencuri perhatian masyarakat kita, tapi juga makanan khas negara gingseng ini.

Selain Kimchi dan Topokki, ternyata Korea juga memiliki kuliner aneh. Beondegi adalah pupa atau ulat sutra yang dibumbui dan direbus dan disajikan sebagai cemilan. Hm, berani mencoba, travelers?

Betamax (Filipina)

betamax

Bila berlibur ke negara terkenal dengan Pantai Pupa ini, sempatkan mencicipi makanan yang disebut masyarakat setempat sebagai Betamax. Terbuat dari darah ayam atau bebek, Betamax diolah dengan cara didinginkan dahulu. Setelah teksturnya mengeras,  Betamax ditusuk seperti sate dan dibakar.

Kamu familiar dengan nama Betamax? Namanya memang diambil dari jenis kaset yang populer ditahun 1970an. Menurut masyarakat setempat, pangan ini dinamakan Betamax karena bentuknya mirip yakni kotak dengan warna gelap.

Shirako (Jepang)

shirako

Caviar yang berasal dari telur ikan sudah dikenal secara meluas dan kerap hadir dalam beragam sajian, baik dari Barat ataupun Asia. Namun, masyarakat di Jepang tidak berhenti pada penggunaan telor ikan saja. Mereka memanfaatkan sperma ikan Cod yang banyak ditemukan pada musim dingin.

Shirako dapat ditemui sebagai ‘topping’ tambahan pada sajian berkuah seperti Chawan Mushi atau digoreng dan dimakan bersama nasi. Namanya sama dengan kota di Chiba, Jepang.

Balut (Filipina)

balut

Dari penampakannya, kuliner yang satu ini menyeramkan ya, travelers?

Telur bebek yang dimakan masyarakat setempat ini hanya boleh dikonsumsi sebelum usianya lebih dari 12 hari setelah dikeluarkan sang induk. Saat menyantapnya, Balut biasa direbus atau dimakan mentah oleh masyarakat setempat dengan tambahan garam atau lada.

Menurut ahli gizi, Balut termasuk makanan rendah kalori. Dalam sebutir telur, ditaksir memiliki 188 kalori dengan kandungan masing-masing 14 gram lemak dan protein.

Tapi hati-hati ya saat mengonsumsinya, Balut ternyata tak ramah bagi penderita kolestrol tinggi. Sebab berdasarkan penelitian pula, Balut mengandung 619 mg kolestrol perbutirnya.

Hachinoko (Jepang)

20071116_hachinoko

Travelers, ingin dapat makanan unik sekaligus berprotein tinggi? Tidak ada salahnya mengicip kudapan asal Jepang, Hachinoko. Selain memberikan sensasi renyah, Hachinoko yang berbahan dasar larva dari lebah ini diklaim mengandung 16,2 gram protein dalam 100 gramnya.

Konon Hachinoko goreng yang dicampur nasi dengan sedikit gula dan kecap ini menjadi panganan favorit Kaisar Hirohito, lho travelers!

(Visited 1,733 times, 1 visits today)

Comments

Click to comment

Comments

To Top