Destinasi

Indahnya Kain Tradisional Indonesia

Sebagai negara yang terdiri dari ribuan suku bangsa, Indonesia memang kaya akan budaya dan adat istiadat. Selain ragam makanan dan bahasa, kamu juga menemukan pakaian adat khas setiap suku bangsa.

Berbicara soal pakaian adat, tentu tidak lepas dari kain tradisional yang menjadi bahan dasarnya. Berkat kreativitas para desainer kebanggaan Indonesia, kini kain-kain tradisional Nusantara menjadi idola di dalam maupun luar negeri. Bukan hanya batik yang sudah mendunia, tapi tenun ikat dan songket juga sudah mulai dilirik wisatawan luar negeri.

Memang, kain tradisional ini harganya tidak murah. Tapi, kalau kamu ingin memiliki souvenir khas dari daerah-daerah yang kamu junjungi saat traveling, kain-kain tradisional ini bisa menjadi opsi.

Yuk kita mengenal keindahan kain tradisional Indonesia!

 

Songket Palembang

songket

Songket mungkin menjadi andalan lain dari kota Palembang setelah pempek. Songket sendiri memiliki arti ‘mengait’ atau ‘mencungkil’, ini terkait dengan teknik pembuatan kain tersebut yang mengaitkan dan menyelipkan benang emas. Kamu bisa menemukn berbagai motif berbeda untuk songket, di mana masing-masing motif memiliki makna berbeda. Beberapa motif songket Palembang yang terkenal antara lain: Saik Kalamai, Buah Palo, Berantai Merah, Kunang-Kunang, Simasam dan Berantai Putiah.

Karena harganya termasuk mahal, kain songket biasanya digunakan saat upacara adat, pesta ataupu perayaan. Kalau kamu ingin mencari kain ini langsung di Palembang, coba saja datangi daerah Pandai Sikek dan Silungkang.

Butuh tiket pesawat ke Palembang? Cari aja di Pegipegi!

 

Ulos Batak

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Kain yang satu ini juga pastinya sudah tidak asing lagi di telinga. Ulos telah dikembangkan secara turun-temurun oleh masyarakat Sumatera Utara dan menjadi aksesoris kebanggaan masyarakat Batak. Seperti halnya songket, ulos biasanya digunakan pada acara-acara khusus, bisa pernikahan, pemakaman atau upacara adat lain. Tentu saja, motif dan warna harus diperhatikan saat menghadiri salah satu dari acara tersebut. Warna dominan pada ulos biasanya adalah merah, hitam dan putih yang dihiasi ragam tenunan dari benang emas atau perak.

 

Tenun Bugis

batik bugis sutera motif

Kain tradisional ini lebih dikenal dengan nama sarung sutera Bugis. Kain ini biasanya ditenun menggunakan benang sutera untuk menghasilkan berbagai motif dan warna yang cantik. Biasanya, kain tenun Bugis dipakai sebagai bawahan dari kebaya atau baju kurung. Kamu bisa menemukan berbagai motif sarung sutera Bugis, diantaranya Balo Renni (kotak-kotak kecil), Balo Lobang (kotak-kotak besar) dan Bombang (motif zig-zag yang menggambarkan gelombang lautan).

Warna dan motif kain yang cantik itu menjadikan sutera Bugis sering disertakan dalam hantaran lamaran atau pernikahan.

 

Tenun Ikat Lombok

tenun ikat lombok

Ini dia kain tradisional yang sedang populer di kalangan fashionista. Kain lokal daerah Lombok ini punya motif khas yang cantik sehingga kini banyak wanita yang memakainya sebagai outerwear. Tapi, tentu saja tidak semua orang bisa memiliki kain ini. Karena teknik pembuatannya yang cukup rumit, tidak heran kalau harga tenun ikat ini terbilang mahal.

Tenun ikat sendiri dibuat dari kain lungsin yang sudah dicelup ke dalam zat pewarna alami guna mendapatkan motif sesuai keinginan. Selain itu, berbeda dengan songket yang motifnya hanya terlihat pada salah satu sisi kain, motif tenun ikat bisa dilihat di kedua sisi kain.

 

Kain Gringsing

gringsing

Jangan heran kalau kamu melihat kain gringsing mirip dengan tenun ikat Lombok. Pasalnya, kain gringsing memang berasal dari ‘tetangga dekat’ Lombok, yaitu Bali, tepatnya di Desa Tenganan, Kabupaten Karangasem. Yang istimewa dari kain ini adalah, ini merupakan satu-satunya kain yang dibuat menggunakan teknik tenun ikat ganda yang memerlukan waktu 2 hingga 5 tahun.

Kain gringsing berasal dari kata ‘gring’ yang berarti ‘sakit’ serta ‘sing’ yang berarti ‘tidak’. Memang, kain ini dipercaya bisa menjadi penolak bala. Tidak heran jika kain ini kerap digunakan dalam berbagai upacara adat di Bali seperti upacara potong gigi, pernikahan atau upacara keagamaan lain.

Berminat liburan ke Karangasem untuk membeli langsung kain gringsing? Cek promo hotel di Bali hanya di Pegipegi!

 

Batik

Batik 1

Siapa sih yang tidak kenal batik? Kain tradisional ini memang paling dikenal wisatawan mancanegara sehingga menjadikannya semacam identitas bangsa Indonesia. Kain batik dibuat menggunakan malam dan memiliki motif berbeda di setiap daerah penghasilnya. Beberapa budaya yang masuk ke Indonesia ikut mempengaruhi ragam warna dan corak batik yang ada saat ini. Misalnya, batik berwarna cerah dipopulerkan oleh warga Tionghoa yang juga mempopulerkan corak phoenix. Sementara itu, corak bunga-bunga dan benda-benda seperti gedung atau kereta merupakan pengaruh dari bangsa Eropa yang pernah menjajah negeri ini.

Jika dulu batik hanya digunakan pada acara-acara resmi, kini batik sudah menjadi pakaian sehari-hari, terutama bagi karyawan yang biasanya diwajibkan menggunakan batik pada hari tertentu.

 

Travelers, kain-kain di atas hanya sebagian dari kekayaan kain tradisional Indonesia lho. Masih banyak kain tradisional yang memiliki motif tak kalah cantik dengan teknik pembuatannya sendiri. Tapi, yang pasti, mengenal keindahan warisan budaya seperti ini membuat kita semakin cinta dengan Indonesia ya?

 

(Visited 2,726 times, 2 visits today)

Comments

Click to comment

Comments

To Top