Berita

Hasil Selfie Gagal, Faktor Wajah atau Teknik Foto?

Selfie adalah bagian dari gaya hidup generasi millennials. Apapun situasinya, sendiri atau bersama-sama, selfie menjadi rutinitas tersendiri, terlebih dengan perkembangan media sosial yang pesat.

Tapi pernahkah kamu nggak merasa puas dengan hasil jepretan selfie sendiri? Entah itu karena hidung yang besar atau kontur wajah yang nggak sempurna.

Operasi plastik pun dianggap sebagai pilihan terakhir untuk membuat hasil selfie kamu menjadi lebih baik. Dengan mengubah bentuk hidung, menambahkan lesung pipit hingga memperbesar-kecil bentuk bibir, mereka yang percaya dengan metode ini rela menghamburkan uang demi selfie sempurna.

Sebuah lembaga kesehatan dari Amerika Serikat, American Academy of Facial Plastic and Reconstructive Surgeons sempat membuat polling tentang operasi plastik. Hasilnya, 42 persen persen menjadikan selfie sebagai alasan mereka operasi plastik.

Tapi apakah benar, bentuk wajah mempengaruhi hasil selfie yang kamu ambil? Well, nggak sepenuhnya benar, lho!

Bukan Bentuk, Tetapi Teknik

Berbagai penelitian tentang selfie pun sering dilakukan. Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah penelitian yang dilakukan oleh Boris Paskhover, seorang ahli operasi plastik dari Amerika Serikat.

Dalam beberapa tahun terakhir, ia menerima banyak pesanan operasi rekonstruksi wajah dari pasien-pasien berusia di bawah 40 tahun. Kebanyakan mereka komplain tentang bentuk hidung yang nggak sempurna saat selfie.

Karena penasaran, ia mengajak rekan-rekannya di Universitas Rutgers dan Universitas Stanford untuk membuat penelitian dengan menggunakan metode matematika. Mereka menggunakan data dari National Institute for Occupational Safety and Health untuk mengukur ukuran kepala orang Amerika dalam tiga dekade ke belakang dengan berbagai macam kamera.

Tujuannya hanya satu, mendapatkan seberapa lebar hidung dengan wajah dari telinga kiri ke kanan atau yang dikenal dengan bizygomatic breadth. Hasilnya, peneliti menemukan wajah yang muncul pada hasil jepretan melebar sebanyak 30 persen dari satu dekade awal.

Hal ini disebabkan karena lensa melakukan proses distorsi kepada wajah, sehingga yang terlihat digambar jauh lebih besar daripada aslinya. Dalam artian, semakin canggih dan bagus lensanya, semakin lebar pula ukuran wajah di kamera. “Selfie mengubah kita memandang diri kita masing-masing” ucap Paskhover.

Bermacam Jurus

Nah, daripada buang-buang dana untuk operasi plastik, Paskhover menyarankan agar kaum penggila selfie untuk memperbaiki angle atau sudut pengambiran banyak.

Ada berbagai macam angle yang bisa kamu jadikan jurus selfie yang baik. Salah satunya dengan mencontek sudut dari berbagai macam lukisan klasik, mengedepankan sisi kiri dari wajah.

Selfie sebenarnya nggak berbeda dengan lukisan klasik atau foto dengan posisi potrait. Sisi sebelah kiri dari wajah adalah sudut yang disarankan untuk mendapatkan best side kamu dalam ber-selfie” ujar ahli psikologi, Annuka Lindell.

Selain itu, para ahli menyarankan agar memposisikan kamera di atas ambang pengelihatan saat kamera berjarak sangat dekat dengan wajah. Katanya, selfie dari atas dengan kemiringan 30 derajat akan meningkatkan sisi atraktif kamu. Sedangkan, jika kamu mengambil dari bawah justru sering diasosiasikan oleh berat tubuh yang berlebih.

Mau berburu spot selfie yang keren? Sekalian liburan yuk. Kamu bisa cari hotel murah lewat Pegipegi! Soal transportasinya jangan lupa pesan tiket pesawat atau tiket kereta api murah lewat Pegipegi, ya!

cari hotel murah  pesan tiket pesawat murah   pesan tiket kereta api murah

Agar transaksi lebih mudah dan murah, yuk, instal aplikasi Pegipegi lewat Google Play atau App Store!

google-play

apps-store

Comments

To Top