Destinasi

Gunung Tambora, si cantik dari Pulau Sumbawa

gunung tambora

Hmm… Pegipegi rasa pertanyaan ‘Gunung Tambora itu di mana sih?’ masih terpendam di kepala travelers sekalian. Ya nggak? Popularitas Gunung Tambora memang sedang naik beberapa waktu lalu setelah sebuah media massa mempublikasikan ekspedisi ke Gunung Tambora yang mereka lakukan. Selain itu, 10 April lalu adalah peringatan meletusnya Gunung Tambora, yang dikisahkan dahsyat dan membuat seisi dunia nggak bisa melihat matahari selama satu tahun.

gunung tambora

foto: wikipedia

Lokasi Gunung Tambora

Secara administratif, Gunung Tambora berada di Pulau Sumbawa Propinsi Nusa Tenggara Barat, tepatnya di perbatasan antara Kabupaten Bima dan Kabupaten Dompu. Gunung Tambora disebut-sebut pernah menjungkirbalikkan iklim dunia, setelah mengeluarkan sebuah letusan hebat disertai gempa berkekuatan 7 VEI (Volcanic Explosivity Index) pada 10 April 1815.

Letusan maha dahsyat Gunung Tambora saat itu terdengar sampai Pulau Sumatra yang berjarak sekitar 2000 km dari Gunung Tambora. Sekitar 12 ribu penduduk Pulau Sumbawa tewas seketika akibat muntahan lahar Gunung Tambora dan tsunami yang menerjang pulau-pulau kecil di sekitarnya beberapa saat setelah letusan.

Para ahli mengatakan, abu vulkanik yang dikeluarkan Gunung Tambora tertiup angin, menutupi Nusantara dan mengakibatkan Amerika Utara serta benua Eropa berada dalam kegelapan hingga satu tahun lamanya.

Tanpa sinar matahari lahan pertanian mengalami gagal panen dan hewan ternak pun banyak yang mati. Akibatnya, bencana kelaparan disertai munculnya wabah penyakit baru menewaskan 59 ribu orang dari berbagai belahan dunia.

Bukan cuma itu, travelers, kelaparan membuat beberapa negara Eropa mengalami krisis sosial akibat penjarahan toko roti, perampokan dan perekelahian antar warga yang berebut makanan. Beberapa krisis sosial yang diduga kuat terjadi sebagai dampak letusan Gunung Tambora adalah Pertempuran Waterloo di Prancis dan Perang Diponegoro. Letusan Gunung Tambora memang berhasil mengubah wajah Bumi dan meninggalkan catatan sejarah yang kurang begitu menyenangkan.

Tapi, itu dulu banget, travelers. Saat ini Gunung Tambora yang dulu tingginya sekitar 4300 mdpl dan pernah menjadi gunung tertinggi di Nusantara, kini hanya tinggal 2850 mdpl setelah puncaknya runtuh akibat letusan. Abu vulkanik ratusan tahun lalu menjadikan tanah di sekitar Gunung Tambora menjadi subur dan ditumbuhi beraneka macam pepohonan.

Sebuah kaldera raksasa seluas 16 km terbentuk di puncak Gunung Tambora setelah letusan 1815 dan semakin luas berkat proses alam yang memakan waktu sekitar 200 tahun. Kawah yang dulu pernah menyemburkan lava dan menyebabkan ribuan orang kehilangan nyawa kini kelihatan tenang dan indah di kejauhan.

Apakah ini berarti Gunung Tambora udah nggak berbahaya lagi? Entahlah. Para ahli vulkanologi, baik lokal maupun mancanegara, yakin Gunung Tambora hanya sedang tidur panjang dan suatu saat ia akan bangun untuk ‘menunjukkan eksistensinya sebagai gunung berapi dengan mengeluarkan letusan dahsyat. Tapi nggak seorang pun tahu kapan hal itu akan terjadi.

Sisa-sisa abu vulkanik masih bisa kamu lihat sekarang di puncak Gunung Tambora, travelers. Sedangkan lubang kawah yang dulu pernah mengeluarkan magma panas kini berubah jadi Danau Motilahalo seluas 800 meter tepat di dasar kaldera raksasa . Sejauh ini Gunung Tambora dinyatakan cukup aman untuk didaki travelers, dan itu juga berdasarkan rekomendasi dari Badan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Pendakian Gunung Tambora sedang menjadi tren

Gunung Tambora yang dari kejauhan nampak tenang dan indah menjadi rumah buat satwa liar seperti babi hutan, rusa, monyet, musang, kelelawar, rubah terbang serta aneka burung eksotis seperti kakaktua, gagak, elang dan nuri merah.

Tanah di sekitar Gunung Tambora menjadi subur akibat timbunan abu vulkanik, membuat padang abu yang dulu tandus dan sangat kering kini menjadi hutan lebat dengan beberapa jenis pohon endemik. Ada juga yang dimanfaatkan sebagai kebun kopi oleh masyarakat sekitar yang mulai berdatangan sejak tahun 1907.

Beberapa waktu lalu, Presiden Joko Widodo meresmikan Tambora Utara Wildlife Reserve atau Taman Nasional Tambora Utara sebagai upaya untuk menjaga kelestarian ekosistem Gunung Tambora dari kerusakan akibat penebangan kayu secara illegal (illegal logging).

Sedangkan mereka yang gemar berburu kini bisa merasakan sensasi berburu di alam liar di Tambora Selatan Hunting Park atau Kawasan Berburu Tambora Selatan. Trus gimana kalo satwa langka di Tambora Utara nyasar di Tambora Selatan, apakah ia akan diburu juga? Hal semacam inilah yang patut kita pertanyakan bersama.

Anyway, secara keseluruhan Gunung Tambora sangat menarik buat dikunjungi berkat keindahan panorama alam yang bisa membuatmu kehabisan kata-kata travelers.

Setelah menerjang hutan purba dengan pepohonan raksasa, kamu akan menemukan sebuah padang pasir luas beberapa meter saja dari puncak Gunung Tambora. Sesudah itu ada padang bunga Edelweis di sekeliling kawah yang sedikit lebih kerdil daripada Edelweis Gunung Semeru.

Nikmatilah lukisan alam yang merupakan kolaborasi dari pegunungan, laut dan danau tepat di puncak Gunung Tambora. Di sini kamu bisa melihat Pulau Satonda yang nggak jauh letaknya dari Pulau Sumbawa bersama dua danaunya, yaitu Danau Satonda Besar dan Kecil, yang menurut masyarakat setempat dijaga siluman buaya putih. Trus ada Laut Flores dengan ombaknya yang tenang dan Gunung Rinjani sedang mengintip di kejauhan.

Dirikanlah tenda buat menginap barang semalam buat menanti pemandangan matahari terbit dari puncak Gunung Tambora yang sangat memukau dan pantas untuk dikenang. Namun sayang, travelers, pemandangan ini nampaknya hanya bisa dinikmati oleh kamu yang hobi mendaki gunung karena dibutuhkan 2 sampai 3 hari perjalanan untuk mencapai puncak Gunung Tambora.

Tips pendakian Gunung Tambora

Dari kota asalmu, carilah pesawat yang terbang ke Lombok dan dari sini kamu bisa melanjutkan perjalanan dengan naik pesawat jurusan Mataram-Bima. Sampai di Kota Bima, carilah angkot atau kendaraan sewaan yang bersedia mengantarmu ke Kabupaten Sanggar. Trus dari Kabupaten Sanggar sewalah kendaraan lain buat membawamu ke Dusun Pancasila, lokasi pemukiman terakhir di kaki Gunung Tambora.

Sampai di sini kamu akan meneruskan perjalanan dengan berjalan kaki dan melintasi 4 pos perhentian sebelum mencapai puncak Gunung Tambora. Waktu pendakian yang Pegipegi rekomendasikan adalah sekitar bulan Juli-Agustus, karena cuaca relatif stabil dan nggak terlalu basah di bulan-bulan ini. Kalo terpaksa ke sini di musim hujan, kamu musti sangat berhati-hati karena ada semacam padang kerikil di dekat kaldera Gunung Tambora yang sangat licin.

Ada lagi, travelers. Usahakan untuk mengenakan pakaian yang tepat, perbekalan, juga obat-obatan karena hutan di kaki Gunung Tambora dihuni lintah yang cukup ganas. Pilihlah jalur Dusun Pancasila karena ini adalah jalur resmi dan sudah pasti aman buat siapapun yang penasaran dengan pesona Gunung Tambora. Jangan ragu untuk bertanya atau menyewa jasa pemandu jika kamu belum pernah mendaki Gunung Tambora sebelumnya.

Trus maskapai penerbangan mana aja sih yang punya rute penerbangan langsung dari kota asalmu ke Mataram atau Bima? Sambil siapin tas ranselmu, gimana kalo kamu sekarang hubungi Pegipegi.com dulu buat pesan tiket pesawat dan membooking hotel selama menginap di Kota Bima?

(Visited 486 times, 1 visits today)

Comments

To Top