Berita

Gunung Rinjani, salah satu puncak tertinggi Indonesia

Sembalun Gunung Rinjani

Menaklukkan tingginya gunung di Indonesia tengah menjadi tren belakangan ini. Itu bisa kita lihat dari meningkatnya jumlah pendaki ke sejumlah gunung di berbagai kawasan. Gunung-gunung di Pulau Jawa memang menjadi favorit para traveler, tapi bukan berarti kawasan lain tak bisa menawarkan segarnya menyaksikan matahari terbit dari ketinggian. Gunung Rinjani, termasuk yang menjadi target utama pada pendaki mengingat keindahan serta statusnya sebagai gunung tertinggi ketiga di Tanah Air.

Sembalun Gunung Rinjani

foto: www.mountain-forecast.com

Masih ingat film 5 cm garapan Rizal Mantovani yang meledak pada akhir tahun 2012 silam? Singkatnya, film itu mengisahkan perjalanan sekelompok sahabat untuk menaklukkan puncak Mahameru. Mengiringi kesuksesan film tersebut, minat mendaki gunung pun melonjak lumayan tajam. Gunung Mahameru serta keindahan Danau Ranu Kumbolo sontak menjadi primadona kalangan traveler, meski akhirnya mendapat sorotan gara-gara banyaknya oknum tak bertanggung jawab yang meninggalkan sampah di kawasan tersebut.

Ngomong-ngomong soal pendakian, Gunung Mahameru bukan satu-satunya tujuan para pecinta alam. Gunung Rinjani di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat termasuk destinasi yang paling diminati para pendaki. Keindahan panorama alam di sepanjang trek serta tantangan menaklukkan medan sebelum mencapai puncak gunung setinggi 3.726 mdpl membuat Rinjani menjadi favorit para pendaki baik dari dalam dan luar negeri. Belum lagi keberadaan Danau Segara Anak mendekati kawasan puncak yang menjadi magnet bagi para pendaki untuk memasukkan Rinjani sebagai gunung yang wajib dikunjungi.

Tapi, butuh perjuangan cukup berat untuk bisa menikmati indahnya pemandangan dari puncak Rinjani. Trek Gunung Rinjani yang harus dilewati lumayan susah, gak heran banyak para pendaki yang kewalahan untuk sampai ke puncak gunung berapi ini.

Jalur pendakian ke puncak Gunung Rinjani

Seperti pendakian gunung lainnya, kamu bisa memilih beberapa jalur menuju ke puncak Rinjani. Kalau traveler termasuk yang menyukai keindahan padang savana serta jalan berliku, maka jalur Sembalun wajib kamu ambil. Butuh waktu sembilan sampai sepuluh jam untuk tiba di puncak Rinjani. Tapi tenang, gak usah khawatir dengan lamanya perjalanan yang hanya bisa ditempuh dengan jalan kaki itu, karena kamu bakal disuguhkan panorama alam luar biasa sepanjang trek ini.

Meski harus disinari sengitnya matahari, padang savana yang didominasi warna hijau dan kuning dijamin memanjakan mata kamu. Angin sepoi-sepoi juga bisa mengurangi rasa gerah meski sang mentari dengan leluasa memancarkan sinarnya. Indahnyanya padang savana serta latar belakang pegunungan Rinjani menjadi spot sempurna bagi para pendaki untuk mengabadikan perjalanan panjang mereka melalui sebuah foto.

Ada tiga pos yang bakal kamu temui di sepanjang Jalur Sembalun ini, yang bisa dimanfaatkan sebagai tempat mere-charge tenaga sebelum menemukan trek yang lebih sulit selepas pos ketiga hingga samai di Plawangan, tempat yang kerap dijadikan berkemah para pendaki sebelum melanjutkan perjuangan hingga ke puncak Rinjani.

Menyeruput kopi panas dengan pemandangan Pulau Lombok serta Segara Anak di sisi lain, dengan hiasan bunga edelweis yang mengelilingi tempat perkemahan menjadikan pengalaman luar biasa. Pemandangan matahari terbenam pun menjadi sempurna dipandang dari Plawangan.

Namun ini bukan puncak kenikmatan Gunung Rinjani, kamu masih harus melanjutkan perjalanan saat dini hari untuk benar-benar merasakan sensasi indahnya sang primadona dari Lombok. Dinginnya angin menusuk hingga ke kulit di malam hari, tapi membayangkan pesona matahari terbit keesokan harinya menjadi pelipur kelelahan usai melewati perjalanan panjang. Lewat tengah malam, traveler harus bangun untuk melanjutkan perjalanan. Butuh waktu dua hingga tiga jam sebelum akhirnya menjadi saksi terbitnya sang surya dari balik gagahnya Gunung Rinjani.

Trek Gunung Rinjani yang panjang, melelahkan serta semangat pantan menyerah akhirnya terbayar ketika matahari tanpa malu menampakkan kecantikannya menyambut pagi. Danau Segara Anak pun menambah pesona Rinjani di pagi hari.

Selain jalur Sembalun yang memang menjadi favorit para pendaki, ada dua trek lainnya yang bisa kamu pilih sebagai alternatif, yakni jalut Senaru dan Torean. Jika di jalur Sembalun kamu ditemani padang savana, di Senaru pemandangan hutan belantara serta bebatuan menakjubkan memanjakan mata para pendaki.

Trek Senarui ini juga termasuk yang ramai dikunjungi para pendaki. Soalnya, selain dijadikan sebagai jalur wisata treking, jalur ini juga digunakan masyarakat adat untuk melakukan ritual di puncak Rinjani atau Danau Segara Anak. Kalau kamu memilih jalur Senaru butuh waktu 10-12 jam dan bakal menemukan sejumlah pos peristirahatan di sepanjang jalan.

Sementara itu, jalur Torean juga bisa kamu jadikan pilihan jika ingin mendaki Rinjani dengan suasana berbeda. Perjalanan dari Desa Torean menuju pos satu pendakian traveler bakal menemukan ladang, padang pengembalaan, serta perkebunan. Waktu tempuh dari Torean hingga puncak Rinjani gak jauh berbeda dengan yang lainnya.

Perjalanan turun dari puncak Rinjani gak kalah menakjubkan. Meski harus melewati turunan yang cukup terjal untuk menuju ke Danau Segara Anak, kamu masih bisa menikmati pemandangan eksotis Gunung Rinjani.

Berkemah di tepi Danau Segara Anak sebelum melanjutkan pengalaman pulang menjadi pilihan para traveler. Di sini juga kamu bisa menemukan pemandian air panas untuk menyegarkan badan yang lelah setelah berjuang demi menyaksikan pesona keindahan Sang Pecipta.

Sejarah Gunung Rinjani

Gak lengkap rasanya membahas Gunung Rinjani tanpa mengetahui legenda yang mengiringi keperkasaan gunung yang masih aktif ini. Layaknya gunung lain di Indonesia, kisah mistis memang kerap menyelimuti bahkan di era modern seperti sekarang, sejarah Gunung Rinjani yang berbau mistis msih dipercaya banyak kalangan.

Konon, nama Gunung Rinjani bermula dari kisah sebuah kerajaan Tuan yang dipimpin Datu Tuan bersama permaisuri Dewi Mas. Namun, kesejahteraan kerajaan tersebut terganggu karena sang raja belum juga dikaruniai seorang putra.

Singkat cerita, atas seizin permaisuri, Raja Datu Tuan meminang gading cantik bernama Sunggar Tutul. Namun justru setelahnya Dewi Mas diketahui mengandung. Kabar ini rupanya membuat istri muda raja cemas dan menyingkirkan Dewi Mas dengan ‘membuangnya’ ke sebuah gili.

Dewi Mas kemudian melahirkan sepasang bayi kembar, laki-laki dan perempuan, bernama Raden Nuna Putra dan Dewi Rinjani. Seiring berjalannya waktu, dua anak Raja Datu Tuan mengetahui kisah pahit keluarganya dan mereka berlayar ke Lombok untuk menemui ayah mereka.

Sempat terjadi pertarungan sengit antara Raja Datu Tuan dan Raden Nuna Putra, namun tiba-tiba terdengar suara gaib yang menyebutkan bahwa pria yang dihadapi sang raja adalah darah dagingnya sendiri. Raja Datu Tuan pun tak dapat menutupi kebahagiaannya dan meminta Dewi Mas kembali ke kerajaan.

Kerajaan Tuan pun bersuka cita setelah Dewi Mas diajak kembali dan Raden Nuna Putra mewarisi takhta kerajaan dari ayahnya. Sementara Raden Nuna Putra diangkat menjadi raja, Dewi Rinjani menemani ayahnya menyepi di gunung yang kemudian disebut Gunung Rinjani hingga sekarang.

Membayangkan eksotisnya Gunung Rinjani, apakah traveler masih bernani menolak petualangan menaiki gunung yang dihiasi kisah mistis ini?

(Visited 755 times, 1 visits today)

Comments

To Top