Destinasi

Gunung Kawi, Pusat Meditasi Legendaris Raja Udayana di Bali

Bali nggak cuma dikenal dengan keindahan alamnya saja. Ada banyak wisata cagar budaya yang menarik jutaan wisatawan lokal dan mancanegara untuk datang ke Pulau Dewata, salah satunya Candi Gunung Kawi.

Weits, Gunung Kawi nggak berbentuk gunung vulkanik. Tempat ini merupakan sebuah kompleks candi atau pura di mana terdapat pusaka makam Raja Udayana yang sangat legendaris.

Terletak di kawasan Tampaksiring, Gianyar, Gunung Kami memiliki arsitektur bangunan yang sangat unik dan jarang ditemukan di situs-situs purbakala lainnya.

Jika biasanya candi tersusun atas bongkahan batu besar, Gunung Kawi justru tersusun atas pahatan di dinding tebing batu pada tepi sungai. Nah, sungai yang dimaksud adalah Sungai Pakerisan yang menjadi salah satu sumber mata air di Kabupaten Gianyar.

Gunung Kawi memiliki total sembilan buah candi yang dibagi atas dua wilayh, pada barat dan timur Sungai Pakerisan. Untuk mengaksesnya, ada sekitar 315 anak tangga yang harus ditaklukan para turis di sini.

Meski termasuk situs purbakala, Gunung Kawi memiliki arsitektur yang cukup modern, karena hadirnya cawan melengkung pada setiap candinya. Fungsi dari lengkungan ini adalah untuk mecegah erosi yang diakibatkan oleh suhu ekstrim di sana.

Sejuk dan Asri

Dalam sejarahnya, Candi Gunung Kawi sudah hadir sejak abad ke-11 Masehi. Kala itu, Raja Udayana, pemimpin kolosal yang terkenal dari Dinasti Marwadewa adalah sosok yang berada di balik pembangunan Candi Gunung Kawi.

Situs ini sering digunakan beliau sebagai tempat meditasi atau yoga. Hal tersebut dapat ditemukan lewat tulisan yang terpahat pada tiap candi yang ada di situs Gunung Kawi.

Menariknya, Gunung Kawi, konon, juga menjadi tempat persemayaman Raja Udayana. Para peneliti dapat memastikannya setelah ditemukan tulisan “haji lumah ing jalu” yang bermakna sang raja yang disemayamkan di Jalu.

Kata jalu yang merupakan sebutan untuk taji atau senjata pada ayam jantan, dapat diasosiasikan juga sebagai keris atau pakerisan. Nah, Sungai Pakerisan atau Tukad Pakerisan inilah yang kini dikenal sebagai nama sungai yang membelah dua tebing Candi Gunung Kawi tersebut.

Lantaran berada di pinggir sungai yang alami, atsmosfer sejuk dan asri menjadi hal yang nggak bisa ditawar lagi. Maklum, Gunung Kawi turut dikelilingi oleh pepohonan rindang yang menghasilkan banyak sekali oksigen segar di pagi dan siang hari.

Jadi, jika kamu ingin liburan sambil menggali lebih banyak ilmu pengetahuan tentang kebudayaan Bali, Candi Gunung Kawi adalah tempat yang tepat!

Jadi nggak sabar buat liburan ke Candi Gunung Kawi? Langsung aja pesan tiket pesawat dan cari hotel murah di Bali lewat Pegipegi. Selamat liburan!

pesan tiket pesawat murah  ke bali cari hotel murah di bali

Foto: Shutterstock

Agar transaksi lebih mudah dan murah, yuk, instal aplikasi Pegipegi lewat Google Play atau App Store!

google-play

apps-store

Comments

To Top