Destinasi

Menikmati kesegaran air terjun Grojogan Sewu

grojogan sewu

Mau tau fenomena air terjun yang nggak ngebosenin? Grojogan Sewu tempatnya. Di sinilah tempat paling pas buat kamu yang hobi jalan ke obyek wisata air terjun dalam rangka melepas stress setelah bekerja keras berhari-hari.

grojogan sewu

foto: surabaya.panduanwisata.com

Grojogan Sewu Tawangmangu, tempat wisata tepat di tengah hutan

Grojogan Sewu adalah istilah dalam bahasa Jawa yang artinya ‘pancuran air seribu’ (grojogan=pancuran air, sewu=seribu). Beberapa kalangan menduga kata ‘sewu’ digunakan sebagai nama air terjun eksotis di tengah Hutan Wisata Grojogan Sewu Tawangmangu karena ada banyak sekali grojogan/ pancuran di beberapa titik. Grojogan mini ini terbentuk karena kontur tanah di sekitar Grojogan Sewu yang memang menurun dan berbatu-batu.

Tapi warga sekitar bilang, nama Grojogan Sewu diberikan karena air terjun ini tinggi banget, hampir sekitar seribu pecak (satuan jarak untuk mengukur tinggi suatu benda/obyek yang digunakan masyarakat setempat). Lebar satu pecak kira-kira adalah satu telapak tangan orang dewasa. Jadi wajar kalo warga sekitar memperkirakan tinggi Grojogan Sewu adalah sekitar sewu (seribu) pecak, karena emang letaknya yang nun jauh di atas sana.

Sebelum menikmati keindahan Grojogan Sewu, kamu musti membayar tiket masuk yang harganya murah saja, yaitu Rp 8 ribu per kepala. Setelah melewati petugas tiket, kamu harus melalui sejumlah anak tangga, travelers. Jumlahnya enggak banyak kok, hanya sekitar seratusan aja. Kalo capek, duduk-duduklah sebentar di gazebo yang berdiri di setiap kelokan anak tangga.

Suasana di sekitar Hutan Wisata Grojogan Sewu sangat sunyi dan mendamaikan hati. Ada banyak pepohonan besar yang mungkin udah ratusan tahun lamanya dan kalo beruntung kamu bisa mendengar kicauan sejumlah burung yang telah langka. Namun waspadalah, travelers. Karena ada puluhan kera ekor panjang di sekitar hutan yang akan berlompatan menyerbu ke arahmu begitu mereka mendeteksi kehadiran manusia.

Ya nggak apa-apa sih kalo mereka cuma mau menyapamu aja. Tapi seringkali para kera ini sedikit menjengkelkan karena mereka suka mengambil barang-barang bawaan pengunjung, seperti kacamata, topi dan kalung. Pegipegi sarankan kamu nggak usah bawa barang-barang yang mencolok mata kalo nggak ingin jadi korban keisengan anak buah Anoman penghuni Hutan Grojogan Sewu.

Aneka fasilitas pendukung di Air Terjun Grojogan Sewu

Setelah sabar meniti anak tangga satu per satu, kamu bisa melihat Grojogan Sewu berdiri dengan gagahnya, mengalirkan air jernih alami dari ketinggian 80 meter. Siapa yang nggak seneng melihat air jernih dan kelihatan seger banget, jadi pengen mendekat dan bermain air di sungai yang mengalir di bawah Air Terjun Grojogan Sewu.

Karena arus sungai Grojogan Sewu cukup deras (terutama di musim hujan) dan medannya berbatu-batu membuat sungai ini kurang aman sebagai tempat untuk bermain air, khususnya buat anak-anak. Syukurlah pengelola Grojogan Sewu berinisiatif membangun dua buah kolam renang yang bisa dimanfaatkan sebagai lokasi bermain air buat anak-anak maupun orang dewasa yang berkunjung ke Air Terjun Grojogan Sewu.

Meski secara sepintas kolam renang di Grojogan Sewu mirip dengan kolam renang langgananmu di kota, Pegipegi yakin kolam renang di kotamu airnya lebih kotor dan sudah nggak murni lagi karena udah dioplos dengan obat-obatan penjernih air alias kaporit. Nah, di Grojogan Sewu kamu nggak perlu takut badanmu gatal-gatal karena Air Terjun Grojogan Sewu selalu bening seperti kaca meski enggak pake kaporit. Fasilitas toilet dan kamar mandi udah tersedia, begitu juga dengan mushola dan kios makanan.

Menu khas yang ditawarkan di Air Terjun Grobogan Sewu adalah sate kelinci dengan rasanya yang gurih dan tektur daging yang terasa lembut di mulut. Abis mandi berenang adalah saat yang pas buat menikmati seporsi sate kelinci dan Pegipegi yakin kamu pasti pengen nambah lagi karena kalo sedang kedinginan biasanya orang jadi suka makan. Ya nggak sih?

Trus ada apa lagi ya di Grojogan Sewu? O iya, kamu juga bisa mencoba wahana flying fox kalo ingin menikmati keindahan Grojogan Sewu dengan cara yang sedikit ekstrim dan dari sudut pandang yang berbeda, travelers. Nggak perlu takut jatuh karena para instrukturnya sudah bersertifikat professional dan kamu dijamin aman sampai seberang.

Jalan-jalan rasanya nggak lengkap kalo enggak selfie dulu, travelers. Jalan aja ke arah Air Terjun Grobogan Sewu buat melihat air terjun cantik ini dari dekat. Di sini kamu bisa melihat ada sebuah jembatan kecil yang dibangun untuk menghubungkan sisi kiri dan kanan Air Terjun Grobogan Sewu. Ini nih lokasi favorit para muda-mudi Solo buat berselfie ria, dan ada baiknya kamu mencobanya. Jangan lupa tuliskan caption ‘Air Terjun Grojogan Sewu’ di fotomu biar tempat wisata murah meriah ini makin terkenal di kalangan masyarakat lokal kita sendiri.

Tapi jangan ajak doimu selfie-selfian di jembatan ini ya, travelers. Warga setempat bilang, jembatan di dekat Air Terjun Grojogan Sewu itu dikenal dengan nama Jembatan Pegat (putus/bercerai). Konon, nama unik ini diberikan karena pasangan kekasih manapun yang berfoto atau melintas di jembatan ini diyakini bakal bubaran, alias putus di tengah jalan setelah mereka berkunjung ke Air Terjun Grojogan Sewu dan berjalan melintasi Jembatan Pegat. Benar dan tidaknya, walahualam.

Lokasi Grojogan Sewu

Grojogan Sewu adalah salah satu tempat wisata andalan daerah Tawangmangu, bersama sejumlah tempat wisata lain seperti Gunung Lawu, Candi Sukuh dan Candi Cetho. Cara menjangkaunya juga cukup mudah karena jalur menuju Grojogan Sewu udah dilengkapi dengan banyak papan penunjuk jalan. Kalo kamu masih tersesat juga, ya itu mungkin sudah takdirmu, travelers.

Misalnya kamu ingin naik angkutan umum, naik aja bus dari kotamu yang menuju ke Terminal Titronadi Solo. Nyampe di Terminal Tirtonadi, lanjutkan dengan bus tujuan Terminal Tawangmangu. Kamu akan sampai di Terminal Tawangmangu setelah 2 jam perjalanan dan membayar tiket seharga Rp 10 ribu per orang. Jarak Air Terjun Grojogan Sewu dan Terminal Tawangmangu sebenarnya dekat banget, bisa kamu tempuh dengan berjalan kaki. Kalo nggak mau capek, naik aja angkot dengan tarif sebesar Rp 5 ribu per orang.

Jangan lupa siapkan jaket karena Grojogan Sewu terletak persis di kaki Gunung Lawu, jadi nggak heran kalo hawa di sini super sejuknya. Bawa juga topi, kaus tangan, baju ganti dan minyak kayu putih biar kamu nggak masuk angin sepulang berwisata di Air Terjun Grojogan Sewu.

Saat paling tepat berkunjung ke Grojogan Sewu adalah di musim pancaroba, atau peralihan dari musim hujan ke musim kemarau, travelers. Ini karena jalan bebatuan di Grojogan Sewu nggak akan terlalu licin di musim pancaroba dan kamu masih bisa melihat banyak grojogan kecil di bagian bawah Grojogan Sewu. Di musim kemarau Grojogan Sewu akan berkurang debit airnya, jadi jumlah grojogannya nggak sebanyak di musim hujan atau musim pancaroba sehingga kurang menarik dan terkesan gersang.

Trus mau nginap di mana ya enaknya, di Solo atau Tawangmangu? Kayaknya dua tempat ini sama-sama asik buat petualangan selanjutnya. Hubungi Pegipegi.com sekarang aja deh, karena kami akan membantumu memesan tiket pesawat ke Solo dan memesan hotel sesuai pilihanmu.

 

(Visited 1,219 times, 1 visits today)

Comments

To Top