Event & Festival

Menyambut hari kemenangan dengan keunikan Grebeg Syawal

grebeg-syawal-yogya

Travelers, pernah ikutan grebeg syawal nggak? Kalau kamu tinggal di Yogyakarta dan sekitarnya pasti sudah familiar dengan acara yang satu ini. Agenda yang cukup menyedot pengunjung lokal serta mancanegara pun selalu sukses dilaksanakan. Tradisi ini sangat unik lho karena mengusung beberapa gunungan sehingga selalu heboh dengan kerumunan masyarakat. Tradisi tahunan yang diprakarsai oleh keluarga Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat biasanya diawali di kawasan Alun-alun Utara setelah shalat Idul Fitri.

 

grebeg-syawal-yogya

foto : http://sharingdisini.com/

Pawai Gunungan dalam grebeg syawal

Bila ditelisik dari sejarah, tradisi grebeg syawal Yogyakarta punya makna sebagai sedekah dari sang sultan untuk rakyat sehingga masyarakat dari berbagai daerah di Yogyakarta dengan senang hati ikut berpartisipasi dalam grebeg syawal. Rasa memiliki dan mencintai sang raja pun benar-benar terlihat dalam acara ini. Ketika shalat Idul Fitri selesai ditunaikan, para prajurit keraton segera bergegas menyiapkan diri sebaik-baiknya untuk menyemarakan acara grebeg syawal.

Prosesi grebeg syawal dimulai dengan kemunculan pawai gunungan. Bisa dibilang kalau gunungan ini adalah ‘pemeran utama’ dalam tradisi grebeg syawal. Dalam kesempatan tersebut, kamu bisa saksikan berbagai macam gunungan, seperti Gunungan Lanang, Gunungan Pawuhan, Gunungan Dharat, Gunungan Wadon, serta Gunungan Gepak dengan bentuknya yang unik-unik. Semua gunungan itu dikawal dan diarak oleh prajurit keraton yang mengenakan busana tradisional serta senjata ala keraton.

Semua gunungan dalam grebeg syawal kemudian diarak secara besar-besaran dan dimulai dari Alun-alun Utara hingga sampai ke Masjid Besar Kauman. Masyarakat terlihat sangat senang dan antusias menyambut arak-arakan dengan cara berjejer di sekitar rute menuju ke masjid. Setelah didoakan di Masjid Kauman, warga Yogyakarta pun seolah sudah tidak sabar lagi untuk segera ‘merampas’ isi gunungan. Tenaga ekstra dan upaya untuk mendapatkan bagian dari gunungan benar-benar dikerahkan semaksimal mungkin supaya sukses meraih isi gunungan biarpun hanya seuntai kacang panjang.

 

Ngalap berkah dalam grebeg syawal

Grebeg syawal yang menampilkan gunungan lanang dan teman-temannya memang selalu menjadi primadona dan incaran pencari berkah. Kalau ditelisik dalam bahasa Jawa, ngalap berkah punya makna sebagai mencari berkah (keberuntungan). Dapat dipastikan kalau  penyelenggaraaanya selalu heboh dan seru karena setelah gunungan didoakan, masyarakat sudah siap sedia dan pasang kuda-kuda untuk mendapatkan bagian apapun dari rangkaian gunungan.

Biasanya, tiap gunungan dirangkai dari hasil bumi, yaitu sayur-sayuran dan palawija atau lebih dikenal dengan istilah ubarampe. Selanjutnya gunungan disusun membentuk kerucut yang lumayan tinggi. Agar terlihat menarik, pembuatnya pun meletakan hiasan-hiasan pada gunungan agar tampak cantik sehingga masyarakat yang datang pun tertarik dan ingin segera mendapatkannya.

Bila dilihat dari kejauhan, warna-warna yang cukup kontras dan cerah ini membuat gunungan yang diarak oleh prajurit keraton menjadi incaran pengalap berkah. Dari generasi ke generasi, masyarakat Yogyakarta percaya jika seseorang dapat mengambil bagian dalam rangkaian gunungan, di kemudian hari rejeki akan mengalir lebih lancar. Karena itulah kenapa kegaduhan sering terlihat dapat acara grebeg syawal.

Orang-orang sibuk sendiri, saling sikut dan berusaha keras menarik isi gunungan dalam tradisi grebeg syawal. Tidak peduli bila harus terjatuh, terinjak, dan terjepit diantara pencari berkah karena memang aroma persaingan sangat jelas terlihat. Dan dalam tiap acara grebegan, hampir tidak ada yang tersisa dari gunungan karena semua pasti ludes diperebutkan oleh masyarakat.

Dan tahukah kamu travelers kalau yang datang dalam grebeg syawal tidak hanya orangtua saja. Anak-anak juga dilibatkan dan dengan gagah berani ikut merebut untuk mendapatkan isi gunungan. Bisa mendapatkan potongan kecil saja sudah bersyukur banget, apalagi jika berhasil mendapat porsi yang lebih banyak. Nggak heran kalau grebeg syawal di Yogyakarta selalu ramai dibanjiri wisatawan. Nggak ketinggalan pula wisatawan mancanegara yang sudah siap sedia dengan kamera masing-masing untuk mendapatkan kenang-kenangan tentang grebeg syawal Yogyakarta.

Agar bisa mendapatkan tempat strategis dan posisi paling depan, warga Yogyakarta pun rela antri dan datang pagi-pagi agar sukses mendapatkan gunungan. Memang acara grebeg syawal ini menjadi ajang pesta rakyat yang dilakukan oleh sultan. Wajah-wajah yang terlihat begitu letih itu pun masih sempat tersenyum karena ditangannya sudah tergenggam bagian gunungan yang diharapkan bisa memperlancar rejeki di hari-hari mendatang.

(Visited 275 times, 1 visits today)

Comments

To Top