Destinasi

Gereja – gereja dengan arsitektur tercantik Di Indonesia

Natal segera tiba! Umat Kristiani akan berduyun-duyun memenuhi gereja untuk berdoa dan melantunkan puji-pujian. Meski berfungsi sebagai rumah ibadah, gereja nggak berarti harus meninggalkan sisi artistik dan keselarasan bangunan dengan lingkungan atau alam di sekitarnya.

Ada beberapa gereja yang telah dirancang sedemikian rupa sehingga tampak mengagumkan dan indah dipandang mata. Gereja mana aja ya? Pegipegi telah menyusun daftarnya buat kamu!

1. Gereja Santo Fransiskus Asisi di Berastagi

Gereja-Santo-Fransiskus-Asisi
foto: wikipedia

Gereja yang berlokasi di Desa Sempa Jaya ini menjadi daya tarik tersendiri untuk Kota Berastagi yang berhawa sejuk. Sering disebut gereja inkulturatif karena menggabungkan budaya/tradisi khas Sumatera Utara dengan budaya Kristen. Kalau diperhatikan, arsitektur gereja ini terinspirasi bangunan rumah adat Batak Karo yang kokoh, unik sekaligus artistik.
Konon, alasan di balik pemilihan arsitektur tersebut adalah untuk turut melestarikan nilai luhur Karo (salah satunya arsitektur) khas Karo yang sudah mulai dilupakan, terbukti makin sedikit rumah hunian dengan gaya Karo.

Dengan panjang bangunan 34 meter & lebar 24 meter, bangunan ini dapat menampung hingga 1000 jemaat. Gereja ini juga mempunyai pendopo dengan model “geriten”, yaitu rumah kecil tanpa dinding untuk berbagai keperluan religi dan sebagai ruang untuk aneka keperluan kaum muda. Terinspirasi kisah Santo Fransiskus Asisi yang sangat mencintai alam, di pekarangan gereja ini juga terdapat hewan-hewan peliharaan seperti ayam, angsa dan anjing serta berbagai tanaman hias dan tanaman buah.

2. Gereja Katolik St. Michael, Pangururan, Sumatra Utara

Gereja-Katholik-St-Michael
foto: wikipedia

Gereja ini merupakan satu-satunya gereja terbesar yang ada di Pulau Samosir, travelers. Pengaruh budaya Batak terasa sekali di sini dan menghasilkan suatu gaya arsitektur unik yang akan bikin kita berdecak kagum. Dan bukan cuma itu, semua kegiatan misa yang diadakan di gereja ini disampaikan dalam bahasa Batak, Bahasa Indonesia jarang sekali digunakan. Warga setempat menganggap misa sebagai sebuah event penting, sama seperti pesta pernikahan atau pesta lainnya. Oleh karena itu mereka selalu berpakaian rapi saat menghadiri misa. Para pria pake jas dan dasi, sementara para ibu mengenakan busana kebaya dan kain ulos.

Gereja St. Michael dibangun dengan menghadap ke arah Danau Toba, persis ke arah pemandangan menakjubkan yang terhampar di depannya. Ini membuat siapa pun akan merasa betah berlama-lama di pelataran gereja, menghabiskan waktu seusai beribadah dengan mengobrol dan menikmati panorama indah di sekelilingnya.

3. Gereja Hati Kudus Yesus, Ganjuran, Yogyakarta

Gereja-Ganjuran-Jogjakarta
foto: semarangkota.com

Gereja yang juga dikenal dengan nama Gereja Ganjuran ini berlokasi di Ganjuran, Bambanglipuro, Bantul, sekitar 17 km di bagian selatan kota Yogyakarta. Gereja Ganjuran dibangun pada 16 April 1924 atas insiatif Joseph dan Julius Schmutzer, dua bersaudara berkebangsaan Belanda, sekaligus pemilik tanah dimana Gereja Ganjuran sekarang didirikan.

Pengaruh budaya Jawa tampak jelas pada desain interior gereja yang menyerupai joglo, rumah tradisional khas Jawa. Dan ada juga aneka ornamen serta patung Bunda Maria dan Yesus Kristus yang berbusana adat Jawa. Sebuah candi setinggi 10 meter dibangun oleh warga setempat di pelataran gereja merupakan bukti akulturasi antara budaya Jawa dan Eropa.

Gereja-Ganjuran-Jogjakarta
foto: sabdamatatours.wordpress.com

Gereja Ganjuran sempat porak poranda akibat gempa yang melanda Yogyakarta tahun 2006, travelers. Pembangunan kembali gereja tertua di Pulau Jawa ini menelan biaya sebesar 7 milyar rupiah, dengan menghancurkan bangunan asli gereja dan mendirikan bangunan gereja baru yang lebih kental nuansa Jawanya, seperti yang bisa kamu lihat belakangan ini.

4. Gereja St. Laurensius, Serpong, Tangerang, Jawa Barat

Gereja-Santo-Laurensius-Serpong
foto: santo-laurensius.org

Kalo melihat fotonya mungkin kamu akan mengira ini adalah sebuah kastil kerajaan di Eropa, travelers. Padahal, gereja yang bernama Gereja St. Laurensius ini adalah sebuah gereja dengan arsitektur neogotik yang didirikan di dalam wilayah perumahan elit Alam Sutera, Serpong, Tangerang.

Gereja St. Laurensius didirikan tahun 2011, dan menjadi satu-satunya gereja di Indonesia yang menggunakan elemen kubah pada bagian atapnya. Kepedulian terhadap kaum disabilitas atau penyandang cacat ditunjukkan dengan disediakannya jalan masuk untuk mereka yang tak dapat berjalan atau menggunakan kursi roda. Bukan cuma itu, Gereja St. Laurensius juga dilengkapi dengan ruangan khusus untuk para ibu dan anak-anak di dalamnya. Sebuah ruangan kaca kedap suara yang lengkap dengan tempat tidur bayi dan mainan ditujukan bagi anak-anak, supaya jemaat lain tidak terganggu dengan teriakan atau tangisan mereka.

Sebuah lukisan kisah penciptaan terpampang persis di bagian bawah kubah, mirip dengan lukisan karya Michaelangelo di Sistine Chapel, Vatikan. Lalu ada juga patung Yesus tersalib diapit oleh 12 patung rasul, enam di tiap-tiap sisinya.

Menurut seorang tokoh perintis Paroki Santo Laurensius, Andre Budi Wiryawan, lukisan dan patung 12 rasul memiliki fungsi lebih dari sekedar hiasan. Lukisan di langit-langit gereja dibuat untuk mengingatkan jemaat akan keabadian kasih Allah kepada manusia. Sedangkan patung 12 rasul bermaksud untuk mengingatkan umat terhadap kewajibannya selama hidup di dunia.

5. Gereja Paroki Tritunggal Mahakudus, Banjar Tuka, Bali

gereja-tuka-bali

Gereja yang beralamat di Banjar Tuka, Desa Dalung, Kecamatan Kuta, Badung ini didirikan pada tanggal 14 Februari 1957, sekaligus menjadi gereja Katolik pertama yang dibangun di Pulau Dewata. Pembangunan gereja ini dimulai secara simbolis dengan peletakan batu pertama oleh P.J Kersten, SVD di tahun 1936 di era pendudukan Belanda. Gereja Paroki Tritunggal Mahakudus Tritunggal Tuka juga mengelola beberapa sekolah, klinik kesehatan dan panti asuhan sebagai bentuk pelayanan terhadap masyarakat.

Keunikan nggak hanya tampak pada arsitektur gereja yang menonjolkan gaya arsitektur khas Bali, yang tampak di gapura dan bangunan gereja secara keseluruhan. Gereja Tuka, nama lain gereja ini, mewarisi seperangkat gamelan khas Bali, seperti yang dimiliki desa-desa adat lain di pulau ini. Kerennya lagi, perangkat gamelan ini ternyata bukan cuma hiasan, travelers. Gamelan Bali masih digunakan sebagai alat musik yang mengiringi beberapa kegiatan peribadatan, termasuk misa suci Natal.

Ternyata, arsitektur gereja di Indonesia nggak kalah keren dengan di luar negeri, ya! Kayaknya tour de gereja bisa asyik banget nih: traveling sekaligus mengasah pengetahuan dan spiritualitas. Jangan lupa rencanakan tripmu mulai dari sekarang, cari tiket murah dan voucher hotelnya di pegipegi.com!

(Visited 8,199 times, 1 visits today)

Comments

To Top