Destinasi

Gedung Sate: landmark bersejarah ikon Kota Bandung

Gedung Sate Bandung

Gedung Sate Bandung menjadi salah satu ikon kota Bandung. Buat kamu yang baru pertama kali menginjakan kaki di Kota Kembang, kayaknya nggak afdol kalau nggak mengintip salah satu bangunan yang masih aktif digunakan sebagai kantor pemerintahan Gubernur Jawa Barat. Biarpun umurnya sudah tidak muda lagi namun bukan berarti tidak terawat. Bahkan sangat terawat dengan baik. Kalau begitu, bagaimana kalau kali ini Pegipegi mengulik lebih banyak lagi tentang Gedung Sate Bandung buat travelers semua.

Gedung Sate Bandung

foto: stella-maris.sch.id

Lokasi dan penamaan Gedung Sate Bandung

Gedung Sate Bandung terletak di Jalan Diponegoro no 22 Bandung. Nggak sulit untuk menemukannya karena letaknya sangat strategis dan dikelilingi oleh tempat-tempat penting di Kota Kembang, seperti Museum Geologi, Taman Lansia, serta Factory Outlets Jalan Dago. Tidak hanya itu, gedung ini juga dapat dijangkau dengan kendaraan pribadi dan juga alat transportasi umum.

Orang awam yang baru pertama kali dengar nama Gedung Sate pasti ‘gagal paham’ dan mengira kalau di tempat ini jadi ‘posko’ orang berjualan sate. Kalau kamu berpikir begitu, kamu nggak sendirian kok karena banyak orang yang punya pendapat sama. Sayangnya kamu salah karena di tempat ini kamu tidak akan menemukan orang berjualan sate tapi kalau kamu mendongak ke atas bangunan, di bagian puncak menara Gedung Sate kamu akan lihat ornamen berbentuk tusuk sate pada bagian tengahnya.

Sejarah Gedung Sate Bandung

Gedung Sate yang jadi kebanggaan warga Jawa Barat pada umumnya dan masyarakat Bandung pada khususnya mulai dibangun pada masa pendudukan Belanda tanggal 27 Juli 1920 dan bisa diselesaikan pada bulan September tahun 1924. Perancang bangunannya adalah arsitek Belanda bernama Ir. J. Gerber, Ir. G. Hendriks, dan Ir. Eh. De Roo yang dibantu oleh tim berpengalaman di mana arah bangunan menghadap ke Gunung Tangkuban Perahu.

Pekerja yang dikerahkan juga tidak tanggung-tanggung yaitu sekitar 2000 orang, mulai dari tukang kayu dan pemahat batu. Gedung Sate dirancang dengan mengadopsy style Renaissance di Italia yang ditandai beberapa ornamen berbentuk lengkungan cukup teratur dan berulang-ulang. Ditambah lagi jendela-jendela berukuran cukup besar dan atap yang menjulang tinggi. Namun Gedung Sate Bandung juga memiliki pembeda dari bangunan-bangunan lain saat itu dimana pada bagian menara bentuknya seperti pura bertingkat-tingkat dan menyisipkan budaya Indonsia.

Menjelajah Gedung Sate Bandung

Pada awal pembangunan, Gedung Sate dimaksudkan untuk pusat pemerintahan Belanda karena iklim kota Bandung mirip dengan negara-negara Eropa yang sejuk dan cenderung dingin. Saat memasuki Gedung Sate, kamu akan disambut seperangkat alat musik gamelan khas Sunda. Sedangkan lantai 2 digunakan untuk kantor gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat. Biarpun dijadikan kantor pemerintahan namun yang dominan terlihat dari gedung ini mirip sebuah museum karena di beberapa bagian dinding banyak terpajang lukisan kuno, seperti ‘penampakan’ Gedung Sate jaman dulu dan Sultan Agung Tirtayasa.

Sedangkan di lantai 3 terdapat museum mini yang memamerkan benda-benda berumur tua serta foto-foto petinggi dan pendiri Gedung Sate. Namun museum mini di lantai 3 ini terasa begitu sepi dan sedikit lembab karena jarang dikunjungi. Hanya tamu-tamu penting saja yang diajak ‘bersafari’ ke museum tersebut. Kalau naik lagi ke lantai 4, travelers akan disambut dengan pemandangan kota Bandung dari ketinggian serta suasana riuh di jalanan.

Gedung Sate Bandung ini sebenarnya tidak dibuka untuk publik karena pada hari biasa gedung ini digunakan secara aktif untuk perkantoran. Namun kalau ingin masuk untuk keperluan tertentu, kamu bisa minta ijin dulu pada tugas keamanan atau humas untuk mengantarkan travelers berkeliling sampai lantai atas. Setelah selesai, travelers dapat menikmati pesona gedung tua ini dengan bekeliling di bagian luar.

Aktivitas di luar Gedung Sate

Pernah dinobatkan menjadi bangunan terindah di bumi pertiwi, Gedung Sate Bandung ini sering dijadikan pusat aktivitas warga Bandung karena di depannya terdapat lapangan olahraga, Gasibu yang jadi spot Gasibu Sunday Morning. Di saat itulah warga asli dan pegunjung datang untuk melakukan aktivitas, bersantai, olahraga, atau sekedar duduk sambil ngobrol.

Spot ini makin ramai pada Minggu malam hingga pagi hari. Makin nikmat rasanya kalau kamu bisa jogging dan setelah itu menyantap sarapan dengan menu beraneka macam yang banyak dijual di sana. Kalau lagi beruntung, kamu juga bisa lihat live music di akhir pekan yang diselenggarakan oleh event organizer.

Pengin menikmati suasana Gedung Sate? Kamu bisa booking hotel di bandung dari Pegipegi.com, sekarang juga! Banyak sekali hotel murah di Bandung yang bisa kamu pilih. Selamat berlibur, travelers!

(Visited 598 times, 1 visits today)

Comments

To Top