Destinasi

Flashback tragedi tsunami di Museum Tsunami Aceh

MUSEUM TSUNAMI ACEH

Mengunjungi Museum Tsunami Aceh kamu mungkin tidak menemukan suasana suka cita seperti yang biasa kamu temui di lokasi wisata pada umumnya. Di sini kamu akan bisa belajar banyak hal, di antaranya tentang bagaimana kecil dan tak berdayanya manusia jika dibandingkan dengan seisi alam semesta.

MUSEUM TSUNAMI ACEH

foto: vimeo.com

Masih segar dalam ingatan kita, 11 tahun lalu di akhir tahun 2004, masyarakat di Tanah Air dibikin heboh oleh berita-berita menyedihkan tentang sebuah bencana alam yang disebut para ahli gempa sebagai Gempa bumi Sumatra-Andaman. Bencana alam yang didahului dengan gempa bumi berkekuatan 8,3 Skala Ritcher dalam waktu 10 menit kemudian diikuti dengan timbulnya gelombang laut raksasa yang menerjang daratan, menghancurkan apapun yang ada di depannya.

Bencana alam yang lebih kita kenal dengan tsunami Aceh telah menewaskan 280 ribu orang di 14 negara, dari pesisir Patong Beach Thailand hingga Afrika Selatan. Indonesia merupakan negara dengan jumlah korban jiwa terbanyak, yaitu 220 ribu orang tewas atau hilang.

Wajar karena pusat gempa berada di kedalaman 30 km perairan sebelah barat Pulau Sumatra. Bencana yang tercatat dalam sejarah sebagai gempa bumi terdahsyat di abad 21 mengundang simpati dari masyarakat internasional dalam bentuk sumbangan yang nilainya mencapai USD 14 milyar.

Fungsi ganda Museum Tsunami Aceh

Tragedi itu kemudian diabadikan dalam bentuk sebuah museum yang dinamakan Museum Tsunami Aceh, travelers. Sesudah melewati pintu masuk Museum Tsunami Aceh, kamu akan melalui suatu ruangan yang bernama Space Of Fear, alias Ruang Ketakutan. Air yang keluar dari dinding di sepanjang lorong sempit, suasana yang nyaris tanpa cahaya bisa membuat hatimu terasa teriris mengingat rasa takut luar biasa yang dirasakan warga Banda Aceh 11 tahun silam saat berlarian menghindari terjangan gelombang tsunami.

Di museum ini kamu juga bisa membaca nama-nama korban yang tewas dan hilang dalam musibah itu pada sebuah bagian Museum Tsunami Aceh yang diberi nama The Light of God. Sebuah cahaya disorotkan ke tulisan Arab yang berbunyi ‘Allah’ menunjukkan bahwa para korban kini telah tenang di alam sana.

Sebuah kolam yang tampak asri di bagian tengah gedung dengan sebuah jembatan yang melintang di atasnya ditempatkan di bagian tengah Museum Tsunami Aceh. Jembatan di tengah kolam dinamakan Jembatan Perdamaian, melambangkan tsunami Aceh yang juga berdampak positif bagi pihak-pihak yang terlibat konflik di Aceh. Kamu juga bisa membaca nama-nama negara yang telah membantu Aceh selama masa bencana dan paska bencana yang dipahatkan pada batu di sekeliling kolam.

Pengen ngrasain kuatnya bumi bergoncang karena gempa? Datang aja ke bagian Simulasi Gempa alias Shaking Table, travelers. Di bagian ini kamu bisa merasakan tingkat kekuatan gempa mulai dari vertikal 3-8 sampai horizontal 3-8. Trus ada juga Escape Hill, yaitu sebuah taman berbentuk bukit yang sekaligus dijadikan lokasi evakuasi bagi warga Banda Aceh jika bencana tsunami terjadi lagi di masa yang akan datang. Yah semoga nggak sampai terjadi lagi ya, travelers.

Lokasi Museum Tsunami Aceh

Museum Tsunami Aceh berlokasi di Jalan Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh. Tepatnya di Lapangan Blang Padang dekat sebuah area pemakaman Belanda bernama Kerkhoff Peutjut. Di akhir pekan atau hari libur Museum Tsunami Aceh dipadati oleh masyarakat sekitar yang ingin mengenang kembali peristiwa yang telah mengubah wajah Aceh menjadi seperti sekarang, atau sekedar duduk-duduk di halaman depannya yang ditata asri dan hijau berkat aneka pepohonan. Kamu bisa mengunjungi Museum Tsunami Aceh setiap hari kecuali hari Jumat dari jam 9.00-12.00 dan jam 14.00-16.30 tanpa dipungut biaya alias gratis.

Mau jalan-jalan ke Aceh buat melihat-lihat Museum Tsunami Aceh? Jangan buru-buru berangkat, travelers. Hubungi Pegipegi dulu buat cari informasi seputar ketersediaan tiket dan booking hotel buat tempatmu beristirahat selama berpetualang di Tanah Rencong.

(Visited 435 times, 1 visits today)

Comments

To Top