Event & Festival

Yang tersisa dari Festival Lembah Baliem 2015

Festival-Lembah-Baliem

Festival Lembah Baliem adalah salah satu dari 5 festival budaya di Indonesia yang telah mendunia. Tahun ini Festival Lembah Baliem digelar pada 6-8 Agustus 2015 lalu. Buat kamu yang ngga sempat terbang ke Papua buat menyaksikan festival ini, Pegipegi akan menyajikan liputannya khusus buat kamu.

Festival Lembah Baliem

foto : indo.wsj.com

Awal mula Festival Lembah Baliem

Lembah Baliem adalah sebuah dataran cantik yang ada di ketinggian 1600 mdpl Pegunungan Jayawijaya dengan lebar sekitar 80 km. Lembah ini pertama kali ditemukan oleh Richard Archibold di tahun 1938 di masa pendudukan Belanda. Sekitar 100 ribu orang diperkirakan menghuni Lembah Baliem dan merupakan gabungan antara Suku Dani, Suku Yali dan Suku Lani.

Lembah ini dulunya kerap dipakai sebagai arena pertempuran dan pembantaian bagi suku-suku yang tinggal di sekitarnya, travelers. Seiring dengan majunya peradaban, masyarakat Papua menjadi paham bahwa perang antar suku itu kebiasaan yang kurang baik, meski kadang-kadang masih ada aja yang melakukannya gara-gara masalah sepele. Pemerintah setempat memahami karakter suku-suku tersebut dan mereka tetap diperbolehkan mengadakan perang antar suku, dengan catatan nggak boleh ada yang terluka, alias perang boon-boongan.

Untuk itu digelarlah Festival Lembah Baliem setiap tahun mulai tahun 1989, dengan tujuan untuk mewadahi ‘kebiasaan’ berperang suku-suku penghuni Lembah Baliem. Upaya tersebut nampaknya membuahkan hasil dan suku-suku Lembah Baliem jadi merasa tertantang untuk ‘berperang’ dengan cara baru, yaitu berlomba menyajikan karya terbaik mereka masing-masing dalam bentuk musik, tari-tarian maupun cinderamata.

Inilah yang membuat Festival Lembah Baliem menjadi incaran wisatawan lokal dan mancanegara, terutama mereka yang gemar fotografi. Kapan lagi kamu bisa mengabadikan perpaduan keindahan alam Papua dan keunikan tradisi suku-suku aslinya kalo bukan di Festival Lembah Baliem, travelers?

Agenda acara Festival Lembah Baliem

Hari pertama Festival Lembah Baliem tahun ini diawali dengan digelarnya sejumlah lomba menarik seperti Lomba Balapan Babi dan Lomba Memanah dan Melempar Tombak untuk para pengunjung festival. Mereka juga berkesempatan untuk berkenalan dengan suku Dani dan suku-suku lain penghuni Lembah Baliem yang hadir dengan pakaian kebesaran mereka, koteka bagi para pria dan semacam rok yang terbuat dari daun pakis bagi para wanitanya.

Para pengunjung pria Festival Lembah Baliem diberi kesempatan untuk mencoba memakai koteka dan menghitamkan tubuh mereka dengan semacam pewarna alami, kalo mau tau rasanya jadi suku Dani. Tapi saat itu hanya turis bule aja yang mau nyoba, travelers.

Puncak acara Festival Lembah Baliem adalah hari kedua ketika persiapan untuk perang mulai digelar. Para penampil Festival Lembah Baliem akan mengisahkan awal mula perang, dimulai dengan penculikan warga suku musuh, terbunuhnya anak kepala suku yang dibalas dengan pembakaran ladang milik suku musuh. Mirip kayak di film-film! Di hari ketiga Festival Lembah Baliem semua suku akan berkumpul di tempat yang ditentukan, lengkap dengan tombak, panah dan peralatan perang lainnya, dengan wajah yang dilukis sebagai tanda mereka siap berperang. Kalo dulu sih senjata mereka itu diolesi racun, travelers. Tapi berhubung Festival Lembah Baliem adalah pagelaran wisata, racun tak lagi digunakan, meski tetap aja ada peserta perang yang benar-benar terluka karena tergores senjata.

Di saat yang sama digelar juga pertunjukan musik tradisional khas Lembah Baliem yang disebut pikon. Alat musik yang digunakan bernama hite, dan nggak semua warga Lembah Baliem bisa memainkannya lho. Sebagian turis juga memanfaatkan ajang Festival Lembah Baliem untuk berkeliling menikmati atraksi menarik lainnya seperti dua buah mumi kepala suku yang umurnya udah 300-an tahun, mengunjungi Air Terjun Napua atau menyusuri Gua Lokale, gua yang dengar-dengar termasuk gua yang terpanjang di dunia karena dibutuhkan waktu 24 jam penuh untuk menemukan ujungnya.

Wah .. jadi nyesel nih ngga datang ke Festival Lembah Baliem. Nah, daripada kehabisan tiket buat ke Festival Lembah Baliem tahun depan, mending kamu pesan tiket pesawat ke Papua sekarang di Pegipegi, travelers.

(Visited 272 times, 1 visits today)

Comments

To Top